Wednesday, January 16, 2019

Ngopi Gaya Baru dari De Kofie


Sebagai pecinta kopi, saya menyukai hampir semua produk olahan berbahan dasar kopi. Selama ini sejauh yang saya tahu, produk-produk berbahan dasar kopi biasanya dijumpai pada cake, brownies, kue kering, dan biskuit.

Waktu seorang teman bercerita tentang selai kopi, saya sangat antusias ingin mencicipinya. Wah, selai kopi. Kayak apa rasanya ya? Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Beberapa hari setelah ia bercerita, selai kopi pun tiba di rumah. Kemasannya seperti selain lain, toples kaca ukuran sedang dengan label De Kofie di toples dan di atas tutup toples.


Selai Kopi

Komposisi selai kopi ini adalah kopi murni robusta, kakao, gula, garam, dan margarin. Berat bersih  220 gram. Harga eceran di Pulau Jawa Rp 55 ribu dan di luar Pulau Jawa Rp 75 ribu. Lumayan juga harganya. Saya kira wajar sih karena rasanya mantap di lidah. Pahit khas kopi dengan rasa manis yang menyusup misterius. Halah apa itu kok pakai istilah misterius. hehehe...

Saya menyebutnya misterius karena rasa manisnya itu terasa pelan-pelan. Namanya juga selai kopi, pasti dominan pahit. Kalau mau dominan manis, tambahin gula pasir aja lagi. hihi.. Teman selai apa lagi kalau bukan roti. Berhubung kreativitas saya masih terbatas, sampai selai ini tinggal setengahnya, saya menikmatinya hanya dengan cara mengoleskan pada roti.




Untuk teman-teman yang kreatif banget di urusan masak-memasak, pasti ada ide-ide lain selain hanya dioleskan pada roti. Gimana kalo dijadikan cocolan pada biskuit?Ahaa!Baru terpikir nih. Yuk, cari biskuitnya dulu :D


Untuk para pecinta kopi, selai kopi ini bisa menjadi cara lain menikmati kopi. Saya malah sempat terpikir kalau bikin kopi = gula, selai kopi ini rasanya bisa mewakili minuman kopi item yang dikasih sedikit gula. Rasanya pas.


Coklat Kopi

Produk De Kofie berbahan dasar kopi tidak hanya selai, tetapi juga coklat. Nah, ngopi gaya baru yang lain nih. Ngemil coklat rasa kopi. Perpaduan manis dan pahit yang unik. Aroma kopinya hm...enak banget. Kakak saya yang bukan penyuka kopi suka dengan rasa coklat kopi ini.

www.siswiyantisugi.com


Berat bersih coklat De Kofie 100gr. Harga eceran di Pulau Jawa Rp 30rb, sedangkan di luar Pulau Jawa 40rb. Mahal? bandingkan dengan kalau harus bikin sendiri. hehehe...

De Kofie ini juga membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi reseller produk mereka. Informasi lebih lanjut bisa kontak De Kofie di akun Instagramnya @dekofie_deepika.

 


Monday, January 14, 2019

de Braga by Artotel, More Than a Stay

Awal Januari lalu, saya dan teman-teman blogger berkesempatan mengunjungi hotel de Braga by Artotel. Hotel ini baru saja launching Agustus 2018 lalu. Pas banget kan? Tahun baru dibuka dengan jalan-jalan ke hotel baru.

 

de Braga by Artotel memberikan pengalaman penuh cita rasa seni bagi saya. Ada lima hal paling istimewa yang meninggalkan kesan tak terlupakan tentang de Braga by Artotel.


1. menu sarapannya komplit

Setibanya di lokasi, kami disambut dengan menu sarapan komplit. Semua menu sarapan ada di bistro de Braga, mulai dari menu lokal sampai menu western. Selama ruang di lambung masih cukup, kita bisa santap
semua. Lapar apa doyan? hihi..

aneka menu sarapan
 Saat sedang asyik menikmati sarapan, chef membawa nasi tumpeng komplit ke meja kami. Waah, siapa yang ultah nih? Ternyata tumpeng ini dibuat bukan karena ada yang ultah, tetapi memang menjadi salah satu menu spesial sarapan tiap weekend di de Braga. Kreatif banget idenya!


menu spesial weekend

2. desain art deco di seluruh bagian hotel

Art deco merupakan istilah yang digunakan pada desain dekoratif berupa garis yang tegas, warna - warna yang kuat dan fitur - fitur arsitektural yang berbentuk zig-zag. Saya menjumpai desain art deco di hampir semua bagian hotel. Salah satu favorit saya adalah peta Kota Bandung di dinding lobi hotel. Tampilan peta ini tidak seperti peta pada umumnya. Warna-warni dan cantik.

Kun Bistro indoor

Kun Bistro outdoor

Begitu pula dekorasi ruangan kamar dan ruang pertemuan. Furniture minimalis berpadu dengan sentuhan mural warna-warni. Belum lagi bentuk angka sebagai penanda nomor kamar mengingatkan saya pada suasana di film-film klasik.   


 Saya kira makna nama "artotel" berhubungan erat dengan kentalnya nuansa seni pada dekorasi interiornya. "Art to tell", seni sebagai media untuk menyampaikan pesan. Wuidih, filosofis sekali. Sebagai informasi,  hotel-hotel jaringan Artotel yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia mempunyai tema desain berbeda-beda. de Braga mengusung tema heritage karena lokasinya.


Selain 'menyampaikan pesan' lewat desain interiornya, de Braga by Artotel juga menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas seniman di Bandung. Berbagai mural yang ada di hotel ini merupakan buah karya para seniman Bandung. Bentuk kerja sama lainnya adalah agenda seni budaya yang rencananya akan rutin digelar setiap tiga bulan sekali.

 3. dolce gusto di setiap kamar

Ini mantap banget! Sebagai pecinta kopi, saya antusias sekali dengan kehadiran mesin dolce gusto di kamar. Kayaknya baru hotel de Braga yang menyediakan dolce gusto di semua kamar. Saya membayangkan ngopi-ngopi cantik alacafe di kamar dengan dekorasi artistik sambil nonton tv atau menulis. Dolce gusto bisa menjadi alasan tunggal bagi saya untuk staycation di de Braga by Artotel nih. hehe..



4. lokasi strategis

Siapa yang takkenal jalan Braga? Sampai saat ini Braga menjadi salah satu maskot dan objek wisata kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai Parijs van Java.  Berbagai bangunan heritage ada di sepanjang jalan Braga.  

de Braga by Artotel yang berlokasi di Jalan Braga no. 10 ini menempati bangunan heritage yang dulunya dipakai sebagai pusat perbelanjaan Sarinah. Nama legendaris yang sangat dekat dengan kehidupan Bung Karno, Presiden RI I. Karena termasuk bangunan heritage, nama Sarinah tetap ada di bagian depan hotel. Hal ini memudahkan siapa pun untuk mengakses De Braga hotel. Tinggal bilang "Sarinah Braga", sampai deh di lokasi. 

tampak depan Kafe B10 de Braga by Artotel

Sarinah-nya juga tetap ada, bedanya sekarang berupa galeri yang menjual berbagai produk dari banyak daerah di Indonesia. Tempatnya ada di dalam hotel dekat lobi.  

bagian dalam Galeri Sarinah

Akses dari Stasiun Bandung ke hotel ini hanya 2,5 km sekira 15 menit menggunan kendaraan. Jika kita dari Bandara Husein Sastranegara, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi ini sekira 30 menit. Kalau ingin jalan kaki ke objek wisata yang dekat, bisa juga. Ada Alun-Alun Bandung, Museum Asia Afrika, dan Masjid Agung Bandung.  

5. eco friendly

Demi pelestarian lingkungan, De Braga meniadakan pemakaian sedotan plastik. Namun, jika ada tamu hotel yang ingin menggunakan sedotan, mereka harus membayar Rp 1000/sedotan. Manajemen berharap aturan semacam itu bisa membuat tamu berpikir ulang menggunakan sedotan juga untuk mengedukasi tamu agar lebih peduli pada pelestarian lingkungan. Jaringan artotelnya pun mempunyai tim ekspedisi yang berkeliling ke pelosok Indonesia untuk mengampanyekan pelestarian lingkungan hidup. 

selamatkan hutan kita
 
Di lobi hotel, ada sudut ruangan yang dindingnya berilustrasi ranting-ranting pohon dengan dedaunan yang ditempel. Ada pesan-pesan berbeda di setiap daun. Pesan-pesan pelestarian lingkungan hidup dari mereka yang mendonasikan Rp 10ribu untuk satu helai daun. 
  




Gimana dengan harganya?

Kita bisa memilih jenis kamar sesuai budget yang kita punya. Ada 112 kamar yang terbagi atas tiga jenis kamar, yaitu studio 25, studio 35, dan suite room. Tarifnya mulai dari Rp 500ribu - Rp 1,3 juta. Kita bisa reservasi langsung via telepon di 02286016100 atau email di happening@debragahotel.com.

Sudah lebih jelas kan? Kuy, piknik ke Bandung dan rasakan stay experience di hotel rasa galeri :)