Zero Waste Lifestyle dengan Daur Ulang Sampah dari Rumah

https://www.siswiyantisugi.com/2023/01/zero-waste-lifestyle-dengan-daur-ulang.html
dok.pribadi

 
Pagi itu, Mang Opik terdengar bersungut-sungut saat mengangkut sampah di permukiman kami. Sebagai petugas sampah yang bertugas sekira sepuluh tahun lebih, ditutupnya TPA Ciroyom membuat tugasnya semakin berat. Ia kini harus mencari tempat pembuangan sampah pengganti TPA Ciroyom.

"Semalaman saya ngga tidur. Saya keliling-keliling cari tempat untuk buang semua sampah ini. Akhirnya baru ketemu daerah di deket Ciroyom juga. Itu ketemunya jam 2 pagi.  Bongkar sampah sampai subuh. Abis itu saya lanjut ambilin sampah di RW 08," jelasnya tanpa diminta.

Kegusaran Mang Opik sebenarnya sangat wajar. Ia bertanggung jawab terhadap pengangkutan juga pembuangan sampah di lingkungan rumah saya. Ketika TPA Ciroyom ditutup, Mang Opik harus bersusah payah berkeliling Pasar  Ciroyom hingga Pasar Andir mencari tempat pembuangan sampah yang baru.

Mungkin karena repot dan sulitnya mencari TPA baru, Mang Opik mengajukan kenaikan iuran sampah per Januari 2023. Kami semua tidak keberatan dengan kenaikan iuran. Toh memang itu permintaan yang wajar mengingat beratnya pekerjaan petugas sampah.

Namun, pertanyaan selanjutnya, apakah menyerahkan semua urusan sampah kepada Mang Opik sudah dianggap cukup? Bisakah pengelolaan sampah kita lakukan dari rumah?

Yuk, Berkenalan dengan Daur Ulang 

Peningkatan jumlah limbah padat, cair, dan gas yang kita hasilkan menjadi salah satu masalah lingkungan serta kesehatan yang kita hadapi saat ini. Meskipun sudah banyak dari kita terbiasa membuang sampah di tempat pembuangan sampah, semua limbah ini tidak akan lenyap begitu saja ketika truk sampah mengangkutnya dari lingkungan rumah atau ruang-ruang publik ke tempat pembuangan sampah akhir.

Limbah yang dibuang itu harus diolah. Apabila semua orang bergantung pada tempat pembuangan sampah, bisa saja kelak kita tenggelam dalam tumpukan sampah kita sendiri. Pertanyaan pertama yang sering muncul adalah bagaimana caranya kita bisa menghasilkan lebih sedikit sampah dan apa yang harus kita lakukan dengan sampah?

Solusi utama dari pertanyaan tersebut adalah mencegah produksi sampah secara umum dan sampah perkotaan secara khusus. Apabila dua faktor tersebut konsisten dilakukan akan mengakibatkan berkurangnya konsumsi beberapa produk.

Tentu saja kita tidak mungkin juga menghindari produksi yang menghasilkan beberapa jenis limbah. Karena itu, solusi permasalah ini adalah daur ulang.

Daur ulang  adalah proses industri yang tujuannya mengubah limbah secara umum dan limbah perkotaan secara khusus. Limbah yang sudah dikelola itu bisa diolah menjadi produk yang mirip dengan produk asli atau produk lain.

Istilah daur ulang muncul pada akhir tahun 80-an. Saat itu, muncul kesadaran bahwa bahan-bahan tak terbarukan sedang dihabiskan dengan kecepatan yang jauh melebihi proses pembentukannya.

Sesuai dengan istilahnya, daur + ulang, hal pertama yang harus kita perhatikan soal limbah padat adalah mengurangi jumlahnya dari tempat asalnya.

Zero Waste Lifestyle Dimulai dari Rumah

  • Keuntungan Daur Ulang
Daur ulang mempunyai beberapa keuntungan untuk mewujudkan zero waste dalam kehidupan sehari-hari

1. mengurangi eksploitasi sumber daya alam.

2. mengurangi konsumsi energi 

3. membantu pelestarian bahan bakar fosil.

Karena membantu pelestarian bahan bakar fosil, daur ulang membantu mengurangi masalah lingkungan besar yang sedang kita hadapi saat ini. Efek rumah kaca, rusaknya lapisan ozon dan hujan asam, polusi air dan tanah, kondisi kesehatan, serta kualitas hidup di perkotaan dan perdesaan.

Daur ulang sebenarnya lebih murah ketimbang menimbun atau membakar sampah. Apabila kita aktif melakukan daur ulang atau memilah sampah, lingkungan tempat tinggal kita tidak hanya menjadi lebih bersih dan sehat, tetapi juga pola pikir kita menjadi lebih efektif mengelola limbah lingkungan sekitar.

Keberhasilan daur ulang bergantung pada warga dalam pemisahan sampah domestik.  Warga harus rajin dan telaten memisahkan sampah dengan tepat, memperhatikan aturan pemisahan, dan harus meletakkannya di tempat pembuangan yang benar. 

Kampanye kesadaran memilah sampah yang dilakukan pemerintah diwujudkan dalam penyediaan tempat sampah sesuai jenisnya. Ada tempat sampah organik, anorganik, dan limbah berbahaya. Tujuannya tentu saja agar limbah dapat didaur ulang lebih jauh oleh industri daur ulang. Selain sampah rumah tangga yang bisa dikelola sendiri di rumah. 

a. daur ulang sampah organik
Sampah organik umumnya menjadi limbah paling banyak dihasilkan rumah tangga. Sampah organik berupa sisa makanan dan dedaunan kering. Selain dua hal itu, tulang ikan, bangkai hewan, dan kayu menjadi sampah organik yang cukup merepotkan.

Pengolahan sampah organik biasanya menggunakan alat komposter. Alat ini terdiri dari tutup, wadah, pipa udara, pintu hasil, penyaring dan sudah dilubangi di bawahnya untuk lubang udara atau outlet air.


komposter
dok. WastEducation


b. daur ulang sampah anorganik
Nah, kalau pengolahan sampah anorganik relatif lebih rumit ketimbang sampah organik. Biasanya sih perlu bantuan dari pihak lain untuk mengolahnya. Yang kita lakukan di rumah memilah sampah anorganik lalu membawanya ke tempat pengolahannya.
  • daur ulang plastik
Mungkin ada yang familiar dengan ecobrick? Ini adalah hasil daur ulang produk botol mineral yang diisi guntingan plastik kemasan terutama plastik berwarna. Di kelurahan kami, ecobrick ini selanjutnya dijual ke Shopee sebagai pengepul. Syaratnya botol mineralnya penuh banget oleh guntingan plastik.

Ecobrick ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Bahkan bisa dibuat menjadi kursi, meja hingga pengganti batu bata dalam pembuatan rumah.
  • daur ulang kertas
Daur ulang kertas dimulai dengan pemisahan di rumah. Kertas dikumpulkan, baik dari rumah maupun setelah dibuang di tempat sampah. Selanjutnya kertas ini dibawa ke tempat penyortiran sampah atau dibawa ke pabrik daur ulang. 

Ada beberapa jenis bahan yang mencemari kertas, membuatnya sulit didaur ulang. Tabel berikut ini menunjukkan jenis kertas yang dapat dan tidak dapat didaur ulang :

daur ulang kertas
dok:pribadi


Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi produksi limbah?

Pencegahan menjadi salah satu usaha dalam mengurangi produksi sampah dan mendorong penggunaan ulang. 

Sebagai pengguna akhir, kita bisa membantu mencegah produksi sampah dengan menahan diri untuk tidak membeli beberapa jenis produk, seperti minuman ringan karena berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

Biasakan jangan menggunakan peralatan makan sekali pakai. Gunakan serbet dari lap dan tisu bukan dari kertas. Oh ya, ketika berbelanja, kita harus memakai tas nilon atau katun atau pakai tas yang kita dapat dari supermarket.

Tak hanya itu, agar zero waste lifestyle diterapkan konsisten, belilah kemasan keluarga yang menghasilkan sampah lebih sedikit. Kita harus ingat bahwa produksi limbah dalam jumlah besar berhubungan dengan proses produksi, transportasi, dan komersialisasi barang  jadi.

Satu-satunya cara mengurangi limbah dalam jumlah yang berarti adalah dengan mengubah perilaku kita serta mulai mengurangi konsumsi. Jaga bumi dengan mendaur ulang dan mengendalikan diri. Salam :)



Referensi 
Hadi, Jacinta. 2011, Tahukah Kamu...? Daur Ulang. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer

Yarrow, Joanna. 2007. 1001 Ways to Save the Earth. San Fransisco : Chronicle Books

No comments