Thursday, November 14, 2019

Tiga Jenis Bisnis Rumahan Keuntungan Besar Dengan Modal Kecil

siswiyantisugi.com

Akankah anda merasa penasaran dari mana anda bisa menemukan berita paling terbaru dan terkini? Sekarang anda mampu memperoleh beritanya dari inews (https://www.inews.id/)

Informasinya memang aktual dan terpercaya. Sekarang kita pun bakalan membahas mengenai bisnis rumahan. Bisnis tersebut menarik sekali dijalankan oleh siapa pun yang sudah bosan menjadi karyawan. Kebanyakan dari mereka yang memilih bisnis ini adalah ibu rumah tangga.

Terlebih bagi mereka yang gemar memasak dengan berbagai macam resep makanan (https://resepmakanan.id/) yang ia kuasai. Menjadikan mereka berencana untuk menjalankan sebuah bisnis. Peluang tersebut memang terbuka lebar bahkan bisa dijalankan hanya dengan modal kecil sekalipun. Siapa sangka memulai bisnis rumahan ini bisa anda lakukan dengan budget minim namun keuntungannya juga besar.

Mungkin banyak diantara anda terjebak dengan persoalan modal karena menganggap bisnis rumahan bisa dijalankan dengan modal yang besar. Padahal anggapan seperti ini bisa ditepis dengan adanya beberapa pilihan bisnis rumahan bermodalkan kecil. Sebetulnya dibutuhkan dalam memulai suatu bisnis adalah niat. Jika anda sudah mempunyai niat dan tekad yang bulat maka semuanya bakalan dimudahkan.

Apabila kita mencermatinya sebetulnya terjun dalam sebuah usaha rumahan ini bukanlah hal yang sulit. Setidaknya anda bisa mencoba menjalankan bisnis rumahan sesuai hobi. Dimana anda yang gemar memasak mencoba memasarkan masakan hasil buatan sendiri. Setidaknya untuk memulai bisnis anda membutuhkan modal senilai Rp 5 juta rupiah. Dimana jika sudah berkembang nantinya bisa ditambah lagi supaya bisnis semakin sukses.

Mungkin banyak yang merasa penasaran dengan bisnis rumahan modal kecil keuntungan besar ini. Dari pada bingung sebaiknya anda menyimak beberapa bisnis yang mungkin anda sukai. Di antaranya:

  1. Menjual minuman maupun camilan
Tak bisa dipungkiri lagi jika sekarang ini ada banyak sekali jenis minuman unik yang mulai dipasarkan. Anda kini bisa mencoba memunculkan minuman dengan variasi rasa berbeda bahkan tampilan yang menarik. Jika dari segi tampilan saja menarik tentunya mengundang banyak orang untuk membelinya. Namun jangan salah sebab anda juga perlu menjaga kualitas rasa minuman. Usaha yang satu ini bisa anda jalankan dengan modal mulai dari Rp 50 ribu sampai dengan 100 ribu rupiah.
Sebetulnya bukan hanya minuman saja namun anda juga bisa menjual beraneka macam makanan ringan. Kali ini anda bisa membuat kreasi makanan ringan tersendiri untuk dijual. Setidaknya anda memunculkan makanan ringan yang mudah dibuat. Anda bisa menjualnya dengan harga lebih murah supaya jajanan cepat lakunya. Dari sini balik modal pun dirasakan semakin cepat hingga akhirnya bisa mengembangkan usaha tersebut.

  1. Bisnis waralaba makanan
Bisnis rumahan memang menjadi salah satu pilihan tepat bagi ibu rumah tangga. Kali ini usaha waralaba makanan menjadi pilihan yang sangat tepat. Dimana usaha tersebut membutuhkan modal yang kecil. Anda hanya perlu menyiapkan modal kurang lebih Rp 5 juta sampai dengan 10 juta rupiah saja. Dari sini anda bisa menggunakannya untuk penyewaan tempat maupun kebutuhan lainnya. Dari sini anda bisa menjatuhkan pilihan pada salah satu jenis waralaba yang sedang diminati. Sebaiknya anda melihat apakah jenis waralaba tersebut ramai pembeli ataukah tidak. Jika memang mampu mendatangkan banyak pembeli tentu saja keuntungan pun semakin besar.

  1. Bisnis laundry
Jenis bisnis rumahan kali ini juga membutuhkan modal yang kecil. Dimana anda hanya perlu menyiapkan dana sekitar 5 sampai dengan 10 juta rupiah. Dengan dana tersebut maka anda sudah bisa membuka usaha. Anda tentu bisa memulai bisnis dengan membeli beragam peralatan untuk menyetrika, beberapa mesin cuci dan lainnya. Jika sudah tentu saja anda bisa mencoba menjalankan bisnis tersebut. Saya rasa potensi keuntungan untuk bisnis yang satu ini terbilang besar sekali. Apalagi jika anda mampu menjatuhkan pilihan pada lokasi yang strategis.
Dari sini bisnis rumahan yang anda jalankan dapat dijangkau banyak orang dan bisa mendatangkan keuntungan. Sekiranya berkembang tentu saja bisa menambah layanan baru pada bisnis yang sedang dijalankan.
Sebetulnya masih banyak sekali pilihan jenis usaha rumahan yang mampu anda jalankan. Setidaknya dengan hadirnya beberapa pilihan diatas mampu membuat anda memperoleh penghasilan tambahan meskipun berada di rumah. Karena dalam menjalankan sebuah bisnis hanya tergantung pada niat. Jika sudah mempunyai niat yang matang maka permasalahan modal bisa teratasi. Hanya dengan bermodalkan kecil saja, beberapa jenis usaha bisa dijalankan.
Jadi anda harus lebih cermat dalam melihat peluang usaha yang telah tersedia. Dari sini anda bisa memilah akankah usaha yang dijadikan pilihan bisa berkembang ataukah tidak. Jika memang sudah mantap dengan pilihan bisnis yang akan dijalankan maka anda hanya perlu menekuni bisnis tersebut. Berikan pelayanan terbaik supaya bisnis yang sudah dikelola semakin berkembang dan dikenal banyak orang. Jangan pernah merasa ragu untuk memulai sebuah bisnis karena kita tidak akan pernah mengerti arti kesuksesan sebelum mencobanya. Jika memang ingin sukses tentu saja harus berani terjun dalam menjalankan bisnis rumahan modal kecil ini.

Saturday, November 2, 2019

Ketika Koperasi Digital Adalah Keniscayaan

innews.co.id.jpg


Berjayanya Internet of  Things (IoT) membawa masyarakat Indonesia ke zaman serbadigital. Perubahan gaya hidup menjadi penandanya. Era digital membuat semua hal bisa dikelola hanya dengan jari jemari dari layar ponsel atau layar komputer. Takperlu pergi ke banyak tempat, kita bisa mengelola berbagai urusan hanya di depan layar gadget kita. 

Kekuatan daring memengaruhi hampir semua bidang kehidupan. Takada yang luput dari pengaruh internet dalam mengurus keperluannya setiap hari. Termasuk berbagai lembaga dan organisasi yang ada di masyarakat. Salah satunya adalah koperasi. 

Sebagai lembaga ekonomi, koperasi mempunyai posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 yang menjelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain, yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Agar bisa mengimplementasikan fungsi dan perannya dalam kehidupan masyarakat luas, koperasi harus memanfaatkan kecanggihan teknologi digital. Seperti apa sih teknologi digital itu? Penjelasan sederhananya sih seperti yang saya tulis di kalimat pertama tadi, teknologi yang berhubungan dengan internet. 

Apa yang bisa dilakukan koperasi agar bisa beradaptasi di era digital ini? Jawabannya simple saja, yaitu melakukan digitalisasi dalam setiap urusan administrasi dan bisnis sehingga bisa memberikan pelayanan daring bagi pengurus dan anggotanya. Tidak hanya itu, kemudahan mengakses informasi dan bergabung dengan koperasi secara daring akan menarik minat generasi milenial. 

Tujuan digitalisasi dalam koperasi ini secara umum agar pelaku koperasi semakin efektif dan efisien, baik dalam melayani anggotanya maupun saat berbisnis. Selain itu, anggota masyarakat yang ingin bergabung juga bisa mendaftarkan diri secara daring. 

Bagaimana dengan keamanan data koperasi? Pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, menekankan pihaknya telah bekerja sama dengan Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengantisipasi penipuan di bidang perkoperasian akibat penyalahgunaan data. 

Berdasarkan data Kemenkop, jumlah total koperasi di Indonesia saat ini sebanyak 220. 476 unit. 

Data Koperasi Indonesia per Oktober 2019
DataJumlah
Total jumlah koperasi (unit)220.476
Koperasi aktif (unit)125.236
Koperasi tidak aktif (unit)95.240
Total Anggota Koperasi (jiwa)710.236.215
Anggota Koperasi Laki-Laki (jiwa)11.943.074
Anggota Koperasi perempuan (jiwa)698.293.141
Koperasi dengan modal sendiri (Rp triliun)77,85
Koperasi dengan modal pihak luar (Rp triliun)77,69
Volume usaha (Rp triliun)144,03
Sisa hasil usaha (Rp triliun)5,88

Keterangan : Data Kementerian Koperasi dan UKM

Kemudahan mengakses informasi semacam ini adalah hasil kerja digitalisasi dalam mendata kondisi perkoperasian di Indonesia. Apa yang harus dilakukan oleh pengurus koperasi jika mereka masih gagap daring? Jawabannya tentu lewat bimbingan teknis (bimtek) yang biasanya diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Bimbingan teknis ini biasanya berupa penyampaian materi seputar koperasi digital dan praktiknya. 

Seperti yang disampaikan Teten Masduki pada Kompas, Rabu, 30 Oktober 2019, perlu dilakukann modernisasi menyeluruh pada koperasi. Modernisasi ini mencakup upaya mempercepat gerak koperasi, memperkuat kelembagaan, membangun koperasi dengan usaha produktif, termasuk melalui penggunaan teknologi. 

Usaha produktif yang terus dikembangkan dalam kegiatan koperasi pasti akan membangun jiwa kewirausahaan masyarakat. Semakin banyak wirausaha di negeri ini semakin kokoh perekonomian negeri. Bagaimana bisa? Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara kooperatif demi kepentingan dan kesejahteraan bersama.

Keberadaan koperasi digital semoga dapat membuka pintu - pintu inovasi dalam memajukan perekonomian masyarakat. Perekonomian maju, sejahtera semua. Semoga. 








Wednesday, October 30, 2019

Mahapenting Smartphone dalam Aktivitas Kita

Awal September lalu, ponsel satu – satunya yang saya miliki untuk kesekian kalinya rusak. Kali ini layar sentuhnya yang bermasalah. Saya tidak bisa membuka aplikasi apa pun. Boro – boro buka aplikasi, layar sentuhnya bergeming saat saya geser ke kanan, kiri, atas, dan bawah. Saya langsung panik. Padahal semua pekerjaan ada di situ. Termasuk fasilitas yang amat vital, seperti transportasi daring.

Sembari meninmbang – nimbang memperbaiki layar sentuhnya di pusat layanan servis atau di layanan servis umum, kebetulan masa garansi ponsel saya sudah habis tujuh bulan lalu, saya menggunakan ponsel lama suami dengan merek yang sama. Dalam keseharian, sembilan puluh persen pekerjaan saya menggunakan ponsel. Termasuk mencari resep masakan, ponsel menjadijujugan untuk membuka cookpad atau akun - akun masak di Instagram. Jadi, ponsel seperti menempel di tangan saya. Benda ini saya letakkan jika saya sedang fokus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan saat bermain Bersama batita saya.

Setelah sebulan memakai ponsel ini, eh dua hari lalu, layar sentuhnya bermasalah juga. Ini malah lebih parah. Kalau ponsel saya masih bisa menyala meski layar sentuh tidak berfungsi, ponsel ini malah tidak bisa keduanya. Saya mulai agak panik. Seraya mengecek catatan pekerjaan yang tenggat waktunya dalam seminggu ini, saya mencoba mencari cara agar ponsel tetap bisa berfungsi. Sayangnya gagal.

Akibat Smartphone Rusak


Akhirnya tiga hari terakhir ini saya menjalani hidup tanpa ponsel. Dalam ketidakberdayaan itu, saya menghibur diri saya sendiri. Ini waktunya cuti dari gadget, cuti dari baca info – info kerjaan, curhatan teman, atau gosip yang wara – wiri muncul di WAG Alumni kampus. Saya pun berpikir ini waktunya fokus pada buku – buku bahan tulisan yang selama ini hanya terbaca 2 – 3 lembar.

dok. justcreative.com
Saya merasakan tiga hari yang ringan. Di kala senggang, saya membuka kembali koleksi buku - buku resep masakan. Daya tariknya memang beda sih antara baca buku resep dan melihat resep di internet lewat ponsel. Keadaan mulai terasa berkerikil ketika saya takbisa memesan jasa ojek daring. Ketika saya hendak berbelanja, saya melihat promo cashback, saya ingin, tapi sayang, ponsel rusak. Pun ketika saya akan mengecek mutasi rekening saya lewat ponsel, saya tersadar, ponsel rusak. Saya teringat ada janji ketemu kawan lama yang datang dari Aceh minggu ini. Saat akan mengonfirmasi jadwal ketemuan, saya harus menelan pil pahit karena Whatsapp saya takbisa diakses.

Dominasi Smartphone

Saya kembali merenungkan mahapentingnya ponsel ini sebagai asisten pribadi saya. Padahal baru empat hari saya tidak bisa buka Whatsapp untuk mengecek informasi seputar pekerjaan dan pesanan barang untuk toko online saya. Empat hari ini juga saya tidak bisa posting apa pun di 2 toko online saya di Instagram dan 1 akun pribadi . Empat hari ini saya benar - benar mengandalkan laptop saya sebagai media komunikasi dan informasi melalui surat elektronik. 

Sore tadi saya sedang berbelanja bersama batita saya saat hujan turun. Spontan saya hendak memesan jasa taksi daring untuk pulang. Ealah... baru ingat ponsel saya masih rusak. Akhirnya kami berdua duduk menatap lebatnya hujan sambil menikmati cemilan di tangan masing – masing. Cemilan ini pun sebenarnya ada promo cashback -nya. Sayang, kali ini saya takada dalam lingkaran kelompok yang menggunakan QR Code untuk berttransaksi.

Saya berharap ponsel yang saya beli dari salah satu toko online segera saya terima. Biarlah sindiran – sindiran tentang betapa bergantungnya manusia milenial terhadap ponsel mengenai saya. Bagaimana pun, ponsel memang menjadi bagian sangat penting dalam gerak langkah saya dan sebagian besar orang yang hidup di era Internet of Things ini. Bagaimana dengan Anda?


Saturday, October 26, 2019

QR Standar Memudahkan Hidup Kita

Siapa yang tidak kenal dompet digital sekarang ini? Saya, Kamu, dan banyak orang di negeri ini pasti sudah sangat akrab dengan pembayaran digital. Varian pembayaran digital yang bisa kita gunakan banyak pilihannya. Sebutlah OVO, GoPay, Dana, LinkAja, dan sebagainya.

Saya termasuk pengguna aktif dompet digital. Mulanya, saya hanya menggunakan dompet digital ini untuk keperluan transportasi. Namun seiring berjalannya waktu dan makin gencarnya informasi tentang penggunaan dompet digital di banyak merchant, saya pun menggunakannya untuk berbelanja.

Yang paling seru sih kalau ada cashback atau potongan harga. Setiap mau belanja di suatu merchant, saya cek dulu ada cashback dari dompet digital yang mana. Kalau ada cashback-nya, saya langsung isi dompet digitalnya melalui m-banking. Terjadilah transaksi. Saya dapat barang atau jasa dan dompet digital saya tidak banyak berkurang karena ada cashback-nya. Begitulah prinsip ekonomi hehehe..

QR Code Payment Sebagai Metode Pembayaran

Dulu, waktu masih pakai dompet digital hanya untuk keperluan transportasi, saya tidak berurusan dengan Quick Response code payment atau yang kita kenal dengan sebutan QR code payment. Apa sih itu? QR code payment ini semacam barcode yang digunakan saat kita berbelanja menggunakan uang digital. Dengan kata lain, QR code adalah metode pembayaran uang tunai dengan memindai kode yang muncul di ponsel pintar milik kita.


dok. sindonews.com
QR code payment merupakan pengembangan dari QR code yang ditemukan Denso Wave pada tahun 1994. Awalnya QR code dipakai untuk pelacakan kendaraan, mengakses berita hingga pembayaran. Kini, di era industri 4.0., QR code payment menjadi tren dalam urusan transaksi yang cepat dan mudah.


Kelebihan dan Kekurangan QR Code Payment

Berikut ini beberapa kelebihan menggunakan QR Code Payment dalam urusan sehari – hari :

1. Lebih mudah digunakan
Cukup memindai code menggunakan ponsel pintar maka pembayaran sudah dilakukan. Biasanya saya pakai saat membeli tiket bioskop. Booking dulu di aplikasi tertentu, bayar pakai Dana. Setelah itu, kita menerima barcode yang akan kita pindai di mesin pemindai di bioskop. Barcode itulah yang disebut QR code payment.


2. Lebih responsif dibandingkan tap kartu
QR Code Payment lebih responsive ketimbang tap kartu elektronik atau e -money. Meskipun, misalnya, beberapa bagian kode ada yang rusak, QR Code masih bisa dibaca dengan baik oleh ponsel pintar saat dipindai di mesin pemindai.

Berbeda dengan tap kartu elektronik. Kadangkala kita tidak bisa membayar karena mesin pemindai gagal membaca kartu . Beruntung kalau bisa dibaca setelah men- tap 2 -3 kali. Repot bukan? Apalgi kalau antrean di belakang kita sudah mengular. 


3. Takperlu membawa dompet
Ponsel lebih penting ketimbang dompet memang ada benarnya. Kita bisa tetap bertransaksi hanya menggunakan QR Code Payment yang dikirim oleh merchant ke ponsel pintar kita. Dengan catatan, saldo dompet digital kita cukup untuk melakukan pembayaran.

Kelebihannya banyak, tapi kekurangannya tetap ada dong. Apa saja sih kekurangannya? 

1. Tetap bergantung pada sinyal operator telepon
Pastikan sinyal operator yang kita gunakan dalam keadaan lancar. Kalau sinyal buruk atau tersendat -sendat, transaksi QR Code Payment bisa gagal. 

2. Belum semua merchant menerima QR Code Payment
Sebelum memutuskan bertransaksi di suatu merchant, pastikan dulu merchant ini menggunakan metode pembayaran ini. Biasanya sih ada tulisan di kasirnya, seperti logo dompet digital.


QR Indonesia Standard dari Bank Indonesia

Era Industri 4.0. mendorong setiap orang untuk melek teknologi digital. Hal itu tidak hanya didukung oleh kecanggihan teknologi komunikasi, kemudahan bertransaksi menggunakan QR Code Payment bisa kita jumpai di banyak tempat. Bahkan di warung kelontong di dekat rumah kita, bayarnya bisa pakai QR Code Payment.

Apalagi Bank Indonesia sudah mengizinkan penggunaan QR Code Payment. Demi melindungi masyarakat dalam penggunaan metode pembayaran ini, BI merilis standar penggunaan QR Code Payment di Indonesia. Namanya QR Code Indonesia Standard (QRIS). Penerapan QRIS secara nasional akan mulai berlaku secara efektif pada 1 Januari 2020.

Langkah BI ini bertujuan #gairahkanekonomi di Indonensia. Karena itu, penting banget bagi kita #pakaiQRstandar. Supaya masyarakat mengenal metode pembayaran menggunakan QR Standar , Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Edukasi Bank Indonesia #feskabi2019. Dalam festival ini, masyarakat bisa mengikuti workshop, talkshow, dan pameran UMKM. Selain itu, ada kompetisi video dan blog yang bisa diikuti masyarakat. #majukanekonomiyuk dengan mengedukasi masyarakat agar melek metode pembayaran digital melalui informasi yang disampaikan dalam video dan tulisan di blog kita. 





Sunday, October 20, 2019

Wake Up Wakaf. Wakaf Produktif Mulai Rp 10 ribu Saja




Mulanya, saya mengira wakaf hanya bisa dilakukan dalam bentuk tanah atau bangunan. Makanya, seperti sebagian besar umat, saya pun menganggap wakaf hanya seputar 3M, yaitu masjid, madrasah, dan makam. Anggapan ini pula yang membuat saya berpikir masih jauh untuk berwakaf.

Wakaf  Produktif Dompet Dhuafa


Pemahaman itu berubah ketika saya bersama teman - teman blogger Bandung berkesempatan mengunjungi Kebun Indonesia Berdaya di Subang pada hari Kamis, 17 Oktober 2019. Agenda bertajuk Blogger Meet Up Waqf Productive Sharing Session & Visit ini mencerahkan kami tentang wakaf dan praktiknya.

Kami tiba di Kebun Indonesia Berdaya Subang sekira pukul 10.00 WIB. Minuman sari nanas dan berbagai cemilan serbarebus, seperti jagung, kacang, singkong, ubi jalar, dan pisang menyambut kami. Sembari menikmati jamuan tuan rumah, kami menyimak penjelasan tentang wakaf produktif dari Bobby P. Manulang sebagai GM Wakaf Dompet Dhuafa dan Kamaludin Manajer Program Ekonomi Dompet Dhuafa.

dok. Aswi

Bapak Bobby menjelaskan paradigma wakaf selama ini harus diubah karena itu paradigma yang keliru. Berwakaf tidak melulu seputar masjid, makam, madrasah, tetapi juga bisa berupa lahan produktif yang hasilnya memberdayakan umat secara berkelanjutan. 

Untuk itu, Dompet Dhuafa menamakan wakaf produktif ini dengan wake up wakaf. Gerakan membangunkan kesadaran kembali tentang wakaf yang objek -objeknya bisa dikelola secara produktif. Gerakan ini berangkat dari hakikat wakaf yaitu kegiatan produktif. Nah, seperti apa sih kegiatan produktif? Menurut Pak Bobby, kegiatan produktif bisa digambarkan dalam kegiatan menanam, memetik, dan mengelola.

Gerakan Wake Up Wakaf bisa dimulai dari Rp 10 ribu. Apaa? Iya, hanya dengan Rp 10 ribu, setiap muslim di negeri ini bisa berwakaf.  Jujur, ini kabar gembira buat saya dan ternyata teman - teman blogger lain pun demikian. Ada andalan saya di akhirat kelak : Rp 10 ribu untuk diwakafkan :)

Pengelolaan Wakaf

Dompet Dhuafa mengelola dana wakaf Rp 10 ribu itu dalam lahan seluas sepuluh hektare yang kami kunjungi setelah sesi sharing berakhir. Mulanya luas lahan adalah dua hektare pada tahun pertama gerakan wakaf ini dibentuk 2012. Seiring berjalannya waktu, waqif ( orang yang berwakaf) bertambah sehingga lahan pun semakin luas. 

Gerakan wakaf Rp 10 ribu ini bisa dilakukan baik secara individu maupun komunitas. Semakin banyak yang ikut gerakan ini semakin banyak lahan produktif menjadi aset umat. Dana wakaf yang terkumpul digunakan untuk memperluas lahan di seluruh wilayah di Indonesia, salah satunya di Kebun Indonesia Berdaya Subang. 

Gerakan Wake Up Wakaf juga menawarkan wakaf berjangka pada masyarakat. Wakaf berjangka menawarkan paket wakaf untuk lahan seluas 1000m2 senilai Rp 125 juta. Dompet Dhuafa mengeloa Rp 50 juta untuk pengolahan tanah berikut bibit dan pupuk. Dana Rp 25 juta digunakan untuk membangun keperluan lahan, salah satunya bungalow yang bisa digunakan waqif jika ingin melihat -lihat lahan yang sedang dikelola. Sementara dana Rp 50 juta bisa dikembalikan pada waqif dalam jangka waktu tertentu.

Kebun Indonesia Berdaya Subang

Kebun Indonesia Berdaya Subang merupakan bentuk wakaf produktif yang sudah dikelola selama tujuh tahun. Awalnya luas lahan di kebun ini dua hektare pada tahun 2012. Secara berangsur - angsur, luas lahan bertambah dari 5 ha kemudian 8 ha hingga 10 ha pada tahun 2019.

Kebun ini ditanami nanas dan buah naga. Saya melihat banyak pohon nanas yang sudah berbuah meski masih kecil -kecil buahnya. Sementara pohon -pohon buah naga masih sepi dari buah. Saya baru tahu juga kalau pohon buah naga itu seperti tanaman kaktus. Bedanya dahan pohon buah naga panjang - panjang dan lentur. Agar berdiri tegak, pohon ini disangga kayu.

pohon naga di kanan - kiri (dok.aswi)


Menurut Bapak Kamaludin, Manajer Program Ekonomi Dompet Dhuafa, selain menanam nanas, Dompet Dhuafa pun mengelola nanas sejak hulu hingga hilir. Nanas yang sudah matang dikupas lalu diolah menjadi essense nanas yang digunakan sebagai bahan campuran berbagai minuman yang membutuhkan rasa asam pada produknya. Ampas nanasnya diolah menjadi selai nanas. 

panas -panasan demi nanas (dok.aswi)
Untuk mendukung pengolahan nanas, Dompet Dhuafa mendirikan risin, yaitu rumah industri pengolahan nanas. Bangunan pengolahan nanas ini juga berasal dari wakaf. Saat ini, pembangunan risin sudah rampung, Rencananya pengolahan nanas akan dimulai awal tahun 2020 dan sudah ada pesanan dua puluh ton dari rekanan Dompet Dhuafa. Luar biasa!


rumah industri pengolahan nanas (dok: zhea)