Featured Slider

Inspirasi Karya Pramoedya dan Nh. Dini bagi Saya

Adakalanya pilihan yang diambil di masa kini terinspirasi dari banyak hal di masa lalu, salah satunya buku - buku yang pernah kita baca. Saya kira pasti banyak yang mengalaminya. Untuk sebagian orang, ada yang mengingat penulisnya. Ada juga yang hanya ingat isi bukunya, tapi lupa banget siapa penulisnya. 

Saya sendiri cenderung mengingat penulis buku - buku yang memengaruhi cara saya memandang dunia dan kehidupan yang berjalan di dalamnya. Dari sekian buku yang saya baca, dari sekian penulis yang berpengaruh dalam pola pikir saya, ada dua nama yang saya akui berperan sangat penting dalam perjalanan saya sebagai perempuan dan manusia.

Pramoedya Ananta Toer

Saya mengenal karyanya pertama kali pada tahun 2000. Kala itu, saya duduk di semester empat. Selepas mengisi diklat jurnalistik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, panitianya memberi buku Bumi Manusia sebagai cindera mata. Perasaannya double saat itu. Bumi Manusia menjadi buah dari hasil menjadi pemateri jurnalistik pertama kali dalam hidup saya. Perasaan lain karena selama ini baru mendengar nama besar si penulis, tapi belum benar - benar membaca karyanya.

Bumi Manusia menjadi pintu pembuka bagi saya mengenal nasionalisme. Novel ini pun menjadi catatan penting di ingatan saya tentang seorang intelekual harus suci sejak dari pikiran. Tiga judul lanjutannya dari tetralogi Pulau Buru, yaitu Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah kaca membuka mata saya tentang tajamnya pena mengubah dunia.

Saya kira perjalanan Minke sebagai penulis hingga ia berhasil mendirikan surat kabar pertama di Indonesia menjadi inspirasi terkuat bagi saya untuk tetap berkecimpung di dunia penulisan sejak mahasiswa hingga hari ini. Dalam tetralogi Pulau Buru, Pramoedya juga menceritakan perempuan - perempuan mandiri yang tahu dan yakin dengan jalan yang dipilihnya. Sebutlah beberapa nama, seperti Nyai Ontosoroh, Annelies, dua istri Minke yang lain. 

Sebenarnya saya sudah tidak terlalu bisa bercerita secara detail bagaimana pikiran - pikiran Pram memengaruhi cara berpikir saya sebagai manusia. Yang paling membekas di ingatan saya dari semua karyanya adalah keberanian dan kemandirian. Ketika saya sudah mulai lupa dengan semua yang saya kenal dari karya Pramoedya, pada suatu siang, saya menonton suatu acara di Kompas TV.  Ketika salah satu pengisi acara membacakan puisi Pramoedya, isinya kurang lebih begini,
"Kita adalah manusia yang seharusnya bisa menciptakan kenyataan - kenyataan baru bukan mengekor belaka."
Begitu saya mendengar kalimat itu, saya seolah disadarkan tentang proses yang saya jalani sehingga membentuk diri saya saat ini. Saya kemudian mempertanyakan apakah Pram juga yang memengaruhi saya sehingga saya selalu vokal jika ada yang tidak sreg dengan pikiran  dan hati saya? Wallahualam.

Yang pasti semua karya Pram mengajarkan saya pada dua hal penting dalam perjalanan sebagai manusia : berani dan mandiri. Berani bukan berarti takpunya rasa takut.  Berani adalah berhasil mengatasi rasa takut. Sementara kesadaran untuk mandiri akan membuat kita merdeka dari ketergantungan. Yang pasti adalah diri sendiri.

Saya pun mengenal dan memahami nasionalisme dari karya - karya Pram. Tetralogi Pulau Buru menjelaskan dengan lugas makna nasionalisme. Perjuangan Minke mengangkat derajat masyarakat pribumi agar setara dengan masyarakat Eropa karena sejatinya kita sama - sama manusia. 


Ia bercerita tentang kehidupan di negeri ini berikut kegelisahan serta kritik pedasnya. Tentang intrik politik, penindasan, ketidakadilan, harapan kemerdekaan, dan kebebasan menjalani kehidupan. Salah satunya adalah novel Arus Balik yang bercerita tentang kehancuran Kerajaan Majapahit dan masuknya Islam di Jawa. 

Konspirasi politik dalam novel Arus Balik sempat membuat saya rada shock. Pram menulis ada intrik politik yang dilakukan Raden Patah dan salah satu Sunan dari Wali Songo. Intrik politik itu berujung pada perebutan kekuasaan. Wallahualam. Yang pasti dari peristiwa itu saya menyimpulkan penulisan masuknya Islam tergantung pada siapa penulisnya. Sejarah bergantung pada sudut pandang sang penulisnya. 

Nh. Dini

Sebenarnya saya mulai membaca serius semua karya Nh. Dini pada tahun 2009. Kebetulan jarak antara perpustakaan umum Kota Sukabumi dan kantor tempat saya bekerja hanya selemparan batu. Apalagi banyak referensi buku sastra di sana. Jadi, setiap jam istirahat siang, saya selalu menyempatkan diri ke perpustakaan. 

Sebenarnya banyak buku sastra menarik yang saya pinjam dan baca dari perpustakaan saat itu. Namun, karya - karya Nh. Dini melekat di hati. Mulanya memang bermula dari ketertarikan saya pada nilai - nilai spiritual yang beliau tulis dalam semua karyanya. 

Saya menyebutnya dengan spiritualitas perempuan Jawa. Keberserahan pada nasib, tetapi tidak pasrah begitu saja tanpa berbuat apa - apa. Spiritualitas ini kurang lebih sama dengan ajaran Tao di Cina. Mengikuti aliran air, tapi tidak hanyut. Kurang lebih begitu pemahamannya.

Saking penasarannya dengan spiritualitas yang ditulis Nh.Dini, saya ingin berjumpa dan berdiskusi banyak hal dengan beliau. Kebetulan spiritualitas adalah bidang yang saya minati semasa kuliah di Filsafat dulu. Oh ya, spiritualitas bukan mistis. Spiritualitas adalah pengalaman internal dan perspektif setiap orang dalam memahami pesan - pesan kehidupan.

Serial autobiografi yang ditulis Nh.Dini menyiratkan spiritualitas Jawa yang sangat dalam. Pun dalam karya -karyanya yang lain, seperti Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko, Jepun Negerinya Hiroko, Dari Parangakik ke Kampuchea, Istri Konsul, dan sebagainya. Keyakinannya yang amat kuat pada Gusti Allah membuat ia menjalani takdir dengna keberserahan penuh. Meskipun tinggal lama di Prancis berikut pergaulannya, ia tetap perempuan Jawa yang tetap terikat pada kepercayaan leluhur. 

siswiyantisugi.com


Kekaguman dan rasa penasaran saya pada proses kreatif  Nh. Dini membuat saya mencari jalan agar bisa bertemu beliau. Akhirnya, pada Mei 2016, saya lupa tanggal persisnya, saya berkesempatan berjumpa dengan beliau di Kota Semarang.

Beliau bercerita panjang lebar tentang proses kreatifnya di dunia penulisan. Beliau biasa berpuasa saat menyelesaikan tulisan. Tujuannya untuk membersihkan hati dan pikiran agar tulisannya tulus dan lurus. Ini luar biasa menurut saya. Bahkan menulis pun termasuk kegiatan spiritual. 

Pilihan Nh. Dini menghabiskan masa sepuhnya di panti jompo menggambarkan pada saya betapa setiap orang seharusnya nyaman pada dirinya sendiri. Beliau di mata saya adalah seorang eksistensialis sama dengan Pramoedya. 



Urusan Bersih - Bersih Rumah, OKHOME Jagonya


Bagi saya, kebersihan rumah adalah faktor utama. Rumah bersih dan rapi memudahkan saya untuk berpikir dan bekerja. Otomatis memudahkan saya untuk berkarya juga. Pengaruhnya juga positif untuk keluarga : sehat, nyaman, dan bikin betah. Home sweet home, kata orang. Namun, apa daya membersihkan rumah jika banyak pekerjaan berkejaran dengan deadline. 

Biasanya kalau sudah sangat sibuk, saya membersihkan rumah seperlunya saja. Yang pasti menyapu bisa berkali- kali dalam sehari karena saya masih punya balita. Tugas mengepel saya serahkan pada putri sulung saya. Kebetulan ia sudah remaja sehingga bisa berbagi menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. 

Bagaimana dengan pekerjaan membersihkan rumah yang lain? Menyapu saja sebenarnya tak cukup. Langit-langit harus dibersihkan dari sarang laba-laba. Jendela harus dilap secara seksama agar tetap jernih, kursi- kursi, dan sebagainya. Pekerjaan semacam ini membutuhkan waktu tidak sebentar. Saya bahkan harus meluangkan waktu 1 – 2 hari demi membersihkan rumah secara menyeluruh. 

Untuk menyelesaikan masalah ini, saya perlu bantuan.. Suami sesekali bisa membantu membersihkan dan membereskan rumah. Namun, pekerjaan kantornya yang sama banyaknya dengan DL tulisan saya tidak memungkinkan ia bisa rutin membereskan rumah. Pikir punya pikir, kami pun mencoba mencari jasa layanan membersihkan rumah. 

Dari hasil browsing, banyak juga penyedia jasa bersih- bersih rumah, seperti go-clean, tukangbersih, klikNClean go-maid dan sebagainya. Jasa membersihkan rumah ini mengingatkan saya pada sitkom OK-Jek yang dulu tayang di salah satu stasiun TV swasta. Cerita lucu, tapi sarat pesan moral tentang kehidupan para pekerja OKJek. Mulai dari driver sampai karyawan di divisi jasa cleaning service daring. 

Kekocakan Beta yang diperankan Abdul membuat saya kadang - kadang terharu . Hal lain tentu saja etos kerja yang sangat layak diacungi jempol. Bekerja sebaik mungkin demi kepuasan pelanggan. Maka, tak heran jika di alur cerita, Beta seringkali bekerja melebihi jobdesknya, yaitu bersih - bersih. Ia harus membantu menyelesaikan konflik si empunya rumah hingga penambahan waktu kerja yang lebih dari kesepakatan. 

Jasa layanan bersih-bersih rumah disebut juga dengan jasa hospitality. Kuncinya adalah pelayanan secara personal agar customer merasa dihargai. Jadi, tak heran kalo para pekerja di dunia ini mudah akrab dan bisa menyesuaikan diri dengan beragam model customer. 

Kini, jasa hospitality, seperti jasa pembersih rumah, makin banyak pilihannya. makin leluasa kita menentukan pilihan. Rekomendasi Saya OKHOME. 

Jasa Layanan Kebersihan OKHOME 

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman menggunakan OKHOME. Apakah teman - teman familiar dengan OKHOME? 

Sebelumnya, saya sempat cari - cari info tentang layanan jasa bersih - bersih rumah di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Cari sana - sini, beberapa teman menyarankan saya pakai OKHOME. 

Berdasarkan testimoni mereka, saya jadi ingin mencoba jasa layanan bersih – bersih dari OKHOME. Ternyata pengguna layanan OKHOME juga dari kalangan influencer dan artis. Beberapa nama yang familiar untuk saya adalah Meisya Najelina, Citra Kirana, dan Kapten Vincent, pilot yang viewers Youtube-nya mencapai jutaan. 

Deretan nama public figure pengguna jasa layanan OKHOME Ini bisa menjadi gambaran kualitasnya. Saya pun semakin mantap untuk menggunakan jasa OKHOME. Dari petunjuk teman saya, untuk memesan jasa OKHOME, saya harus menginstall aplikasinya lebih dulu di playstore atau appstore

Tidak butuh waktu lama, aplikasi OKHOME sudah terpasang di ponsel saya. Setelah registrasi, saya mengecek jenis - jenis layanan bersih – bersih yang ditawarkan OKHOME. Kita bisa mengetahui biayanya dengan mengisi pertanyaan seputar luas rumah atau apartemen atau kantor yang akan dibersihkan. Di kolom isian lain juga ditanyakan jumlah kamar tidur dan kamar mandi yang akan dibersihkan. 

Selanjutnya, kita bisa melihat slide lain di aplikasi OKHOME. Isinya biaya jasa, rincian jumlah ruangan yang akan dibersihkan, dan pemaparan cara kerja OKHOME dalam membersihkan setiap ruangan. Ini sangat jelas dan transparan sehingga saya pun tak ragu meng-create pemesanan jasa untuk membersihkan rumah saya. 

Jenis Produk Layanan OKHOME 

Basic Care 

Jenis service ini menyesuaikan kondisi tempat tinggal kita. Standar operasionalnya adalah membersihkan kamar mandi, ruang keluarga, dan dapur. 

Move-in 

Paket Move-in mencakup jendela, balkon, bagian dalam lemari, dan kloset dengan pembersihan 'Basic Care'. Pada hari pembersihan, rumah harus benar – benar kosong agar fokus pada pembersihannya. Oh ya, kita juga harus menyediakan tangga dan ember untuk petugas OKHOME membersihkan rumah. 

Special Care 

Jenis service ini memfokuskan pembersihan pada area atau bagian rumah tertentu yang butuh ekstra perhatian. Sebagai contoh adalah pembersihan spesial untuk toilet, dapur, kulkas, dan atap rumah. Layanan special care bisa ditambahkan pada paket Basic Care atau paket move in. Kita juga bisa langsung memilih paket special care saja. 

Layanan Terbaru dari OKHOME 

Dalam rangka bersama – sama menjaga kesehatan masyarakat, OKHOME kini mempunyai layanan terbaru, yaitu layanan desinfektan. OKHOME melayani permintaan layanan disinfektan untuk rumah, perkantoran,apartemen, kost, dan berbagai tempat yang membutuhkan pembersih professional. 

Hal yang tak kalah pentingnya ada DISKON 50% untuk layanan desinfektan ini. Untuk mengetahui tarifnya, kita bisa mengecek di aplikasi OKHOME. Jadi, segera install aplikasinya supaya bisa segera memesan layanan desinfektan sekaligus pembersihan untuk tempat tinggal kita. 


Keunggulan OKHOME 

Setelah berkenalan dengan layanan jasa pembersihan dari OKHOME, ternyata jasa layanannya sangat saya apresiatif. Apa saja keunggulannya? 

1. Staf cleaning professional dan terlatih. 

2. Pembersihan yang sangat mendetail. Jadi, ngga rugi deh mengeluarkan dana sekian ratus ribu rupiah untuk jasa pembersihan ini. 

3. Respons dari customer service cepat dan penjelasan yang diberikan jelas. Ini memudahkan customer untuk memahami mekanisme OKHOME melayani pelanggannya. 

4. Ada promo 30% untuk pengguna baru dengan kode voucher DISKON30SSI. Kan lumayan banget nih diskonnya. Dikasi Diskon, Siapa bakal nolak? 

Ingin tahu lebih banyak tentang layanan jasa pembersihan OKHOME, yuk mampir ke website – nya www.okhome.id dan akun Instagramnya @okhome_cleaning. Kita bisa mengakses informasi lebih lanjut. Melalui channel berikut ini : 

● Website : www.okhome.id

● Aplikasinya ada Play Store dan Apps Store

● Customer service : cs@okhome.id.

Review Film Ave Maryam: Kisah Tentang Nafsu dan Rasa Bersalah

siswiyantisugi.com
Suster Maryam (dok.id.bookmyshow)

Film Ave Maryam besutan sutradara Ertanto Robby Soediskam mulanya berjudul Salt is Leaving The Sea. Filim ini dirilis pada 11 April 2019 di bioskop Indonesia. Sebelum diputar di Indonesia, film yang mengambil latar tahun 1998 ini sudah diputar di beberapa festival film internasional. 

Ave Maryam bercerita tentang kisah cinta terlarang antara dua insan yang sudah berkaul untuk hidup selibat. Film berlatar kehidupan biarawati di asrama kesusteran ini menjadi sangat istimewa karena tidak lazim diangkat di ranah film Indonesia. 

Sinopsis Film Ave Maryam

Film dibuka dengan sosok Suster Maryam yang sedang berdoa di gereja. Scene selanjutnya menggambarkan suasana pagi di Kesusteran Mitra Sepuh, Semarang. Kesusteran ini merupakan tempat para suster sepuh menjalani hari - hari tua mereka. 

Suster -  suster sepuh ini dirawat para suster yang usianya lebih muda. Suster Maryam (Maudy Kusnaedi), Suster Mila (Olga Lydia), dan suster lainnya  merawat para suster sepuh dengan sangat telaten. 

Mereka bahu - membahu mencuci pakaian, menyiapkan makanan, mendampingi para suster sepuh sebelum tidur hingga memandikan mereka. Keheningan menjadi karib para suster menjalani hari - hari mereka. 


siswiyantisugi.com
suasana sarapan (dok.kincir.com)

Adalah Maryam, suster berusia 40 tahun yang katanya berlatar belakang seorang muslim lalu entah bagaimana ceritanya ia menjadi seorang suster. Maryam seorang introvert yang memendam semua isi hati dan pikirannya. Meskipun ia membaca Madam Bovary, Maryam berjarak dengan bacaannya. 


Suatu hari ia bermimpi membuka jendela dengan deburan ombak di hadapannya. Seekor kupu - kupu kecil berwarna biru melintas masuk. Mimpi ini menjadi analogi kegelisahan dan kekosongan hati Maryam menjalani kehidupannya. 

Cinta Terlarang

Kekosongan hati itu mulai terisi ketika Romo Yosef yang diperankan Chicco Jeriko hadir di lingkungan gereja. Romo muda yang ganteng ini bertugas sebagai pengajar musik orkestra untuk persiapan Natal. 

Perkenalan awal memang biasa. Malam itu, hujan sangat lebat ketika rombongan Romo Martin, Romo Yosef, dan suster sepuh Monic tiba di kesusteran. Romo Yosef pun berkenalan dengan Suster Maryam dan suster lainnya.


siswiyantisugi.com
perkenalan suster maryam dan romo yosef (idntimes.com)

Cinta mulai bersemi ketika diam - diam Suster Maryam sering memperhatikan Romo Yosef memimpin latihan orkestra. Pun dengan Romo Yosef. Ia jatuh hati pada sosok yang amat bersahaja ini. 

Romo ganteng pun mengajak Suster Maryam berjalan - jalan di malam hari. Setelah berkali - kali ditolak, pada suatu malam Romo Yosef mengajak Suster Maryam 'mencari hujan di tengah kemarau.' 

Ajakan romantis itu takkuasa ditolak Maryam. Akhirnya mereka pun berkencan di sebuah restoran. Scene di restoran ini sangat menarik menurut saya. 

Keduanya tidak bicara, tetapi isi hati mereka tersampaikan melalui dialog dari film klasik yang saat itu diputar di restoran. Hanya bahasa mata dan senyum penuh arti terpancar dari keduanya. 

Pertemuan - pertemuan rahasia keduanya terus berlanjut. Sejak kasmaran, Suster Maryam yang biasanya disiplin dan rajin kerap lalai pada tugas - tugasnya. Ia lupa harus membantu Suster Monic minum obat sebelum tidur. Ia bahkan sering terlambat hadir di misa pagi. 


siswiyantisugi.com
Maryam dan Yosef (dok. idntimes.com)


Puncaknya adalah di hari ulang tahun Suster Maryam. Usai merayakan ulang tahun romantis bersama Romo Yosef di pantai, Suster Maryam menangis sepanjang perjalanan pulang. 

Romo Yosef hanya bisa menyetir dalam diam. Ia memandangi kekasih hatinya dengan perasaan kalut yang sama.

Mobil melintasi jalanan sepi dengan pepohonan di kanan kiri. Diiringi suara Aimee Saras menyanyikan The Sacred Heart  sepanjang scene pulang, suasana terasa menyayat hati menggambarkan kepedihan hati keduanya.

Setibanya di halaman kesusteran, hujan sangat lebat. Romo Yosef berusaha mengatasi rasa kalutnya. Ia merokok di bawah hujan, merenungi takdir. Suster Maryam hanya bisa memandangi sang kekasih. Ia menyadari kondisi mereka yang ada di persimpangan.

Ketika Maryam membuka pintu ruang depan, lampu sontak menyala. "Selamat ulang tahun!" Ruangan menjadi semarak. Para suster memeluknya. Mereka mengucapkan selamat dan doa. Suster Maryam terpana dan menangis terharu. 

Tangisnya makin menjadi ketika Suster Monic menggenggam tangannya. Suaranya serak menahan tangis,
"Aku tahu perasaanmu. Antara bertahan pada kaul atau mengikuti yang tak terlihat. Jika surga belum pasti buatku, untuk apa aku mengurusi nerakamu." 
Selepas Suster Monic meninggalkannya, Maryam menangis histeris. Adegan ini menyiratkan betapa kalut hatinya; betapa ia sangat bingung, sedih, marah, dan kecewa pada nasib. Pada persimpangan antara cintanya pada Yosef atau tetap kukuh pada janjinya melayani Tuhan. 

Merasa sangat berdosa, Maryam memutuskan meninggalkan kesusteran. Ia mengemasi barang -barangnya lalu berpamitan pada semua suster. Namun, ia tidak pamit pada Yosef. Diiringi isak tangis, Maryam melangkahkan kaki menuju stasiun kereta. 

Saat ia sudah duduk di dalam kereta, Maryam melihat kekasihnya di balik jendela. Mereka saling memandang. Maryam segera turun dan mencari sosok Romo Yosef. Ternyata itu hanya halusinasi akibat pikiran yang kalut. Maryam pun menangis tergugu. Ketika kereta bergerak pergi, Maryam hanya memandanginya dengan hati kosong. 

Sementara itu, di ruang duduk kesusteran, terjadi perdebatan tentang dosa dan kehendak Tuhan di antara para suster dan Romo Yosef. Perdebatan itu disudahi oleh pernyataan getir Romo Yosef yang kehilangan Maryam, 
"Kenapa kita harus takut mempertanyakan dosa - dosa? Jika Tuhan hanya bisa ditemukan melalui pertanyaan - pertanyaan?" 
Film diakhiri dengan suara langkah kaki Maryam meninggalkan bilik pengakuan dosa. Ia membawa kepedihan hatinya menjauh dari Yosef. Akan ke manakah Maryam? Robby Ertanto sebagai sutradara sekaligus penulis cerita membiarkan penonton menjawabnya sendiri.

BTW, tahukah kamu siapa pastor yang menerima pengakuan dosanya? Silakan temukan jawabannya dengan menontonnya sendiri di Netflix :) 

Simpulan Film Ave Maryam 

Film ini sangat mengesankan bagi saya. Jujur, saya sangat jarang menonton film Indonesia karena rata - rata ceritanya ya begitulah.. Namun, Ave Maryam menawarkan banyak perbedaan. Mulai dari pemilihan tema, latar cerita, alur cerita minim dialog, dan sinematografi yang sangat cantik. 

Ave Maryam menceritakan kehidupan di tahun 1998 berlatar kecantikan Kota Lama Semarang. Salah satu lokasi yang digunakan dalam film ini adalah Lawang Sewu. Romo Yosef mengajar orkestra untuk muda - mudi gereja di bangunan ini. Ia juga berkencan dengan Maryam di sini. 

Sudut pengambilan gambar tangga - tangga di Lawang Sewu dari atas menghasilkan gambar yang estetis. Menurut saya, tangga - tangga ini tampak seperti alat musik harpa. 

Suasana Kota Lama pada siang dan malam hari digambarkan dengan romantis. Pun kesibukan yang hening di kesusteran saat para suster memasak, mencuci pakaian, dan bercengkerama menunjukkan sinematografi yang ciamik. 

Kerja keras itu tak sia -sia. Sinematografi Ave Maryam mendapat penghargaan di Hanoi Festival Film. Luar biasa bukan? 

Begitu pula dengan akting para pemain. Peran Maryam adalah kali pertamanya Maudy menjadi pemeran utama selama ia terjun di dunia akting. Kemampuan aktingnya memang mumpuni. 

Ia berakting tidak hanya melalui bahasa tubuh, tetapi matanya pun berbicara. Kita bisa melihat sosok Maryam yang introvert dari sorot matanya. Aktingnya sebagai Maryam membawa Maudy menerima penghargaan Aktris Pilihan dari Festival Film Tempo. 

Romo Yosef yang gaul dan ganteng. Chicco Jerikho sudah piawai di bagian ini. Kegelisahan dan kerinduannya digambarkan secara implisit. Saat ia termenung duduk sendirian di restoran memikirkan Maryam yang sudah pergi. 

Begitu juga akting Tuti Kirana sebagai Suster Monic yang sudah amat sepuh. Suster senior ini sepertinya pernah mengalami masa rumit dalam hidupnya.  Tak banyak bicara, judes, dan dingin. Sementara Suster Mila diperankan dengan apik oleh Olga Lydia. Suster kepala yang tegas, ramah, dan penuh perhatian.

Bagaimana akting Joko Anwar sebagai romo senior? Hm..menurut saya sih aktingnya masih kaku. Mungkin karena jam terbangnya lebih banyak sebagai sutradara bukan sebagai aktor ya? :D 

Sepanjang film saya merasa amat terharu dengan kebersahajaan kehidupan para suster yang ditampilkan. Perilaku mawas diri dan keberserahan pada Tuhan tergambar jelas dari setiap tokoh. Saya belajar banyak dari spiritualitas yang tersirat dalam film ini. 

Cinta dan kemanusiaan adalah dua unsur spiritualitas yang ingin disampaikan Ertanto Robby Soediskam. Cinta yang tumbuh di antara anak manusia sangat manusiawi. Siapa pun bisa mengalaminya. Namun ketika itu dirasakan dua insan yang sudah mengikat janji dengan Tuhan, kondisinya sangat dilematis; membuat mereka ada di persimpangan. Mengikuti kaul atau mempertahankan cinta manusia? 

Durasi film selama delapan puluh menit sebenarnya masih kurang. Banyak alur cerita yang menimbulkan teka - teki bagi penonton. 

Tentang mengapa Suster Monic begitu dingin pada Maryam? Mengapa ia bernama Maryam bukan Maria? Mengapa Maryam mengucapkan Alhamdulillah? Benarkah ia sebelumnya adalah seorang muslim? Pertanyaan lain yang penting juga menurut saya, "Mengapa adegan di pantai dihapus?" Itu kan bikin penasaran. hehehe.. 

Yah, meskipun setelah saya konfirmasi pada Robby sang sutradara, ia kukuh mengatakan tak ada scene yang dipotong. Namun, di luar sana banyak yang bilang scene di pantai dipotong karena kuatir menimbulkan kontroversi di Indonesia. 

Baiklah, kendati film ini meninggalkan banyak teka - teki, saya akui film ini sangat keren. Banyak pelajaran dan wawasan baru bagi saya yang sangat awam mengenai kehidupan para suster menjalani hidup selibatnya. 



































Akulah Sejarah dan Masa Depan Itu

siswiyantisugi.com 
                                                                             freepik.com

Belasan tahun silam, di kelas Filsafat Sejarah, dosen saya menjelaskan definisi lompatan kuantum dalam Filsafat Sejarah. Setiap detik yang bergeser adalah sejarah. Di titik itu, ketika sejarah tercipta sekian banyaknya, kita menerjemahkan semua yang sudah terjadi dalam masa lampau, masa kini, dan masa depan.

Penjelasan tentang lompatan kuantum dalam Filsafat Sejarah membekas begitu dalam di hati saya. Ketika beliau mengatakan bahwa perjalanan hidup kita adalah kumpulan sejarah, saya merasa sangat tua. hehehe.. Dalam bayangan saya, sejarah identik dengan kerapuhan usia. Ternyata semakin bertambah usia, semakin kaya pemahaman kita tentang perjalanan manusia dari masa ke masa. Sejarah takhanya kotak kenangan yang dibuka sesekali saat rindu, tetapi juga menjadi acuan merencanakan masa depan. Kita menyebutnya prediksi, visi, dan misi. 

Waktu takpernah berhenti. Ia bergerak terus dalam hitungan detik, menit, jam, hari, minggu, tahun, dan seterusnya. Begitu pula manusia yang hidup dalam perjalanan waktu. Pada setiap detik yang berganti, pada saat itulah manusia menciptakan sejarahnya sendiri. 

Bagi sebagian orang, sejarah mungkin terasa berjarak. Sejarah serupa masa lalu yang tersimpan pada buku - buku tebal di perpustakaan. Ia berdebu karena hanya dijenguk jika perlu. Padahal sejatinya , kita adalah sejarah itu sendiri. Kita adalah bentuk relasi kasih sayang ibu dan ayah. Kita adalah bagian dari silsilah keluarga besar yang demikian panjangnya. Dan kita adalah gambaran tentang masa lalu apa pun perjalanannya. 

Sebagai manusia yang berevolusi dalam perjalanan waktu, kita terus melakukan lompatan kuantum. Kita menciptakan begitu banyak peristiwa di masa lalu. Kita juga menggunakan masa lalu sebagai petunjuk dalam perjalanan kita di masa kini. Sebagian orang mengandalkan perjalanan orang lain untuk menentukan arah. Namun, sebagian yang lain, memilih mengandalkan perjalanannya sendiri sebagai kompasnya. 

Refleksi Sejarah dalam Ilmu Titen 

Pernahkah kamu mendengar istilah ilmu titen? Dalam bahasa Jawa, ilmu titen adalah ilmu memahami peristiwa yang sedang terjadi berdasarkan rangkaian peristiwa masa lalu. Ilmu titen mungkin lekat dengan kebiasaan orang - orang tua dalam memahami pertanda - pertanda kehidupan. Padahal sebenarnya, ilmu titen juga diterapkan dalam aktivitas ilmiah. Sebutlah prakiraan cuaca. Ketika BMKG memprediksi suatu wilayah akan hujan, banjir, atau badai, BMKG melakukan penghitungan secara akurat juga berdasarkan pertanda - pertanda lain yang mempunyai siklus teratur sebelumnya. Awan bergulung, kecepatan angin, dan sebagainya. Ilmu titen pula yang digunakan para petani untuk memutuskan masa tanam padi. Rasi bintang yang muncul di langit bisa menjadi salah satu sumber analisis ilmu titen para petani dan nelayan.

Ilmu titen pun berlaku pada bidang politik, sosial, ekonomi, kesehatan, budaya, dan bahkan spiritualitas. Perubahan pola perilaku masyarakat sebenarnya bisa diprediksi sebelumnya. Apa pun yang terjadi di dunia ini sebenarnya bentuk perulangan dari peristiwa - peristiwa masa lalu. Wujudnya saja berbeda, tetapi substansinya tetap sama. Contoh sederhana adalah prediksi terhadap terjadinya resesi ekonomi di dunia saat ini. Terlepas dari penyebabnya, prediksi tersebut berdasarkan penghitungan kondisi mikro dan makro ekonomi saat ini juga perbandingan terhadap kondisi di masa lampau.

Terlebih pada bidang sosial budaya. Refleksi sejarah amat terasa di kedua bidang tersebut. Perilaku masyarakat, selera musik, fashion, pun pergeseran standar nilai baik dan buruk yang terjadi saat ini taklepas dari peristiwa masa lalu alias sejarah. Bahkan ketika para pemimpin dunia berdiplomasi mencegah perang dingin berkembang tak terkendali menjadi perang senjata, mereka becermin pada peristiwa masa lalu. Tentang penderitaan, ketidakadilan, kerusakan, dan sebagainya.

Penutup

Manusia sebagai pencipta sejarah dan penentu masa depan peradaban kehidupan seharusnya mampu menjaga kewarasannya agar bisa saling menjaga dan merawat kemanusiaan. Setiap orang sebenarnya mempunyai ilmu titen yang berbeda karena pengalaman hidup masing - masing tentu sangat personal. Kemampuan kita mengoptimalkan refleksi ilmu titen ini sebenarnya bisa menyelamatkan kita dari keputusan - keputusan yang salah akibat ketidakpuasan terhadap masa lalu. 

Seperti yang disampaikan Aristoteles pada suatu waktu, "Teruslah berdialog dengan sejarah agar hidup taksalah arah."




Blogger Creative Writing Course Bersama TBI

Bagi saya, bisa ikut kursus menulis kreatif alias creative writing yang digagas ISB bersama TBI sebenarnya semacam harapan yang dikabulkan. Sudah sejak lama saya ingin ikut kelas creative writing dalam bahasa Inggris. Alasannya tentu saja untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris saya di dunia menulis. Selain memang untuk menambah soft skill, alasan lain untuk memperluas jaringan kerja. Permintaan menjadi content writer berbahasa Inggris beberapa kali datang, tetapi saya tidak cukup percaya diri untuk menerimanya. Saya masih harus mengasah kemampuan bahasa Inggris, terutama secara tulisan untuk mendukung pekerjaan saya saat ini.



Pucuk dicinta ulam pun tiba. Setelah  cukup lama mencari tempat kursus creative writing dan takkunjung dapat, awal Agustus lalu, saya berkesempatan mengikuti short course creative writing dari TBI. Kursus singkat selama tiga hari ini dibimbing dua tentor TBI. Mereka adalah Mrs Grace dan Ms Irtish. Keduanya pengajar TBI cabang Dago, Bandung. 

FYI, semua pengajar TBI, baik asing maupun lokal adalah pengajar berpengalaman dan memiliki standar kualifikasi serta sertifikasi Internasional. Itu pula yang saya rasakan selama dibimbing Mrs Grace dan Ms. Irtish. Kedua tentor kami sangat membantu kami saat mennyampaikan pemikiran - pemikiran secara lisan. Mereke mensupport kami untuk aktif berdiskusi. Begitu pula saat mengoreksi tugas kami. Mrs Grace dan Ms Irtish begitu teliti memberikan penilaian, masukan dan saran.

Pada kursus daring ini, pelajaran di kelas menggunakan Zoom sebagai media interaksi dan Google Classroom sebagai media penyampaian materi secara tertulis. Selama tiga hari, sepuluh peserta yang terlibat dalam kursus singkat ini berdiskusi tentang materi - materi yang sering kami jumpai sebagai blogger. 


Materi Belajar Kursus Daring Creative Writing

  • Hari Pertama, 24 Agustus 2020

Pada hari pertama, kami diminta memperkenalkan diri dalam 100 kata. Perkenalan ini disampaikan secara tertulis padda salahs atu slide Google Class Room. Saya yang saat itu menggunakan ponsel sebagai media belajar amat kesulitan mengisi slide dalam Google Class Room. Akhirnya setelah menggunakan laptop, semua urusan dengan Google Class Room bisa diatasi. Yang sering bermasalah adalah sinyal internet. Putus nyambung putus nyambung kayak orang galau. Kesabaran dan ketangguhan saya benar -  benar diuji hari ini dan dua hari berikutnya.

Selesai perkenalan, materi selanjutnya review sebuah produk. Kami diberi contoh review sebuah produk dan diminta mempelajarinya secara berkelompok. Setelah berdiskusi, kami diberi tugas membuat review produk dalam bahasa Inggris. Tugas dikerjakan secara mandiri dan dikumpulkan esok harinya. 

Saya menulis review tentang laptop pink saya yang lelet. Ketiga tugas dikembalikan Mrs. Grace, saya cukup terharu dengan hasilnya. Apa hasilnya? banyak coretan. hihihi..Artinya apa? You know lah..

  • Hari Kedua, 25 Agustus 2020

Pada hari kedua, kami melanjutkan belajar menulis review. Kali ini, review tempat, seperti restoran atau kafe. Seperti pada hari pertama, kami dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi. Materinya seputar grammar dan jenis kata yang digunakan saat menulis review tempat. 

Selesai berdiskusi di kelompok kecil, kami melanjutkan diskusi di kelompok besara. Tiga jam berlalu tanpa terasa. Tepat pukul 15.00 WIB, kelas selesai dan kami diberi tugas menulis review restoran atau kafe yang kami kunjungi dalam 100 kata.

  • Hari Ketiga, 26 Agustus 2020

Pada hari terakhir, saya sudah mulai mengenal beberapa teman dari ruang - ruang diskusi kami. Ada sembilan orang teman yang ikut kursus singkat ini. Alhamdulillah di hari ketiga, komunikasi kami semakin cair meski drama - drama seputar sinyal dan kesibukan di rumah tetap mewarnai.


siswiyantisugi.com



Kami berdiskusi tentang cara me-review benda yang ada di sekitar lalu dilanjutkan mengubah kalimat pasif menjadi aktif dan sebaliknya. Pada hari ketiga ini, ilmu kami semakin banyak. Grammar dan vocabulary yang semakin kaya.

Tiga hari yang amat berharga bagi saya. Kursus singkat ini menggerakkan pikiran dan tekad saya untuk lebih su rajin lagi mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Caranya gimana? banyak membaca & merutinkan berbicara dalam bahasa Inggris.

Tentang TBI

The British Institute (TBI) didirikan pada 18 Februari 1984. TBI merupakan satu - satunya institusi pelatihan Bahasa Inggris di Indonesia yang disertifikasi oleh The University of Cambridge English. Salah satu kewenangan TBI adalah menjalankan kursus pelatihan CELTA (Certificates in Teaching English to Speakers of Other Languages). Kewenangan ini menjadikan TBI selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam pelatihan guru dan menjadi yang terdepan dalam segala metodologi pengajarannya. Takhanya itu, dengan kredibilitasnya sebagai salah satu institusi pendidikan yang fokus pada pembelajaran Bahasa Inggris, TBI menjadi tempat kursus bahasa Inggris terdepan dan pertama di Indonesia. 

Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke - 36 tahun, TBI menyelenggarakan berbagai event. Beberapa di antaranya adalah lomba menulis, membuat vlog, kompetisi video, dan lain - lain. TBI berharap murid - murid semakin bersemangat dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dengan cara yang menyenangkan.

TBI Dago -  Bandung


Lokasi Cabang TBI

Kalau kamu di Bandung dan ingin mengasah kemampuan bahasa Inggris, mempersiapkan ter IELTS dan TOEFL, atau berrmaksud mengikuti program teacher training setiap bulannya, kamu bisa datang ke TBI Dago. Lokasinya di jalan Dago No. 157 berdekatan dengan ITB, UNIKOM. ITHB, Unisba, dan sebagainya. 

Gimana dengan lokasi TBI di kota - kota lain di Indonesia? Simak daftar lokasinya di bawah ini yaa

1. Jakarta: Pondok Indah / Kuningan / Kelapa Gading
2. Cibubur
3. Depok
4. Tangerang : BSD / Gading Serpong
5. Malang

Sistem Pembelajaran

Seperti online short course creative writing yang saya ikuti tempo hari, sistem pembelajaran di TBI Dago ada tiga jenis :

  1. Face-to-face
  2. Online Learning
  3. Blended Learning 
Jadwal kelas TBI tersedia bervariasi dan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Kita bisa memilih kelas di antara Senin sampai dengan Sabtu. Pukul 10.00 – 21.00.

Berikut ini program kelas yang ada di TBI

1. Children
2. Pre Teen
3. Teen
4. Global English
5. Exam Preparation for TOEFL or IELTS test
6. Workshop
7. In-House Training
8. P.rivate Class
9. Blended Learning
10.One Learning
11.Teacher Training

Aktivitas Seru di TBI

  • Supporting acara - acara pendidikan, pentas seni, bundling program dll.
  • Special Promotion (Back to School, Back to Campus, TBI Anniversary, Year End dll).
  • All Year Programme (Pay one level get special discount, harga khusus untuk anggota keluarga, group promo dll).
  • Car Free Day 
  • Workshop gratis untuk sekolah, perusahaan, universitas, dan lembaga-lembaga pemerintahan maupun pendidikan.
  • Bekerjasama dengan Indosat untuk program acara Ranking 1.
  • Aktif melakukan exhibition di mall-mall dan sekolah dan atau universitas

Upcoming Promo
Back to Campus: Special Discount 20% + lucky dip (Study Voucher, Merchandise, dll) Only in  September 2020.

Seru nih upcoming promonya. Sayang banget kalo dilewatkan. Oh ya, sekadar info buat kamu yang ingin ikut kelas creative writing di TBI, kamu bisa mengumpulkan teman - teman sebanyak sepuluh orang sebagai syarat utama pembukaan kelas creative writing.  Yuk, gabung dan makin terasaha kemampuan bahasa Inggris kita bareng TBI.