Friday, November 29, 2019

Masih Pakai Plastik? Ini Plastik PP Wayang, Kakak…


Dalam keseharian, saya memang masih menggunakan plastik sebagai media pembungkus. Biasanya saya membungkus makanan, sayuran utuh atau potongan sayuran yang belum habis, daging mentah, atau buah – buahan. 

Mengapa saya masih menggunakan plastik ketika banyak orang berkampanye hentikan pemakaian plastik? Ada beberapa alasan, tapi yang paling utama adalah kepraktisannya. Menggunakan plastik untuk membungkus makanan relatif lebih praktis saat disimpan di dalam tas atau lemari es. Plastik tidak membutuhkan banyak ruang di dalam tas atau tempat lain. 


Tips Memilih Plastik untuk Kemasan Makanan 


Tidak hanya praktis, plastik yang saya pakai pun harus aman dan higienis. Plastik yang saya pakai harus aman saat bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman. Kalau dari sumber yang pernah saya baca sih, plastiknya harus mengandung bahan standar food grade. Kita bisa mengeceknya dari mana ya? Dari kemasan plastiknya lah. Biasanya kalau plastik berkualitas bagus, ada penjelasan di kemasannya. Jadi, biasakan beli plastiknya satu pak, supaya ketahuan produsen plastiknya dan penjelasan kualitas bahan plastik di kemasannya. 

Untuk membungkus bahan makanan, saya memilih plastik bening. Plastik bening banyak kita jumpai di pasaran. Namun, tidak semuanya benar -benar bening. Ada yang bening jernih, ada yang bening agak kusam, ada juga yang tidak bening, tetapi putih. Tentu saya memilih yang bening jernih. Plastik jenis ini akan menampakkan keaslian warna dan produk dengan jelas. Kondisi demikian sangat dibutuhkan pedagang makanan, terutama yang mengemas produk mereka dalam plastik. 

Meskipun saya bukan pedagang makanan atau minuman, saya proplastik bening jernih untuk mengemas makanan. Plastik menjadi sahabat saya setiap saya mengemas sayuran yang sudah disiangi. Begitu juga rempah -rempah persediaan dapur. Saya mengemas sayuran dan rempah serapat mungkin untuk disimpan di lemari es. 

Selain itu, saya menggunakan plastik untuk menyimpan keju yang sudah digunakan agar tetap dalam kondisi bagus saat akan digunakan kembali. Mengapa tidak dimasukkan dalam wadah saja? Saya sudah mencobanya. Ketika saya mengeluarkan keju dari wadahnya, kondisi keju sudah mengeras. Sementara setelah saya coba menyimpannya dalam plastik, keju memang tidak selunak saat masih dalam kemasan, tetapi kondisinya tidak sekeras saat disimpan dalam wadah. 


logo PP Plastik Wayang yang lama





https://siswiyantisugi.com
logo Plastik PP Wayang yang baru




https://siswiyantisugi.com


Saya juga memilih plastik untuk menyimpan potongan jeruk nipis, potongan jahe, atau daun jeruk serta daun salam. Daun jeruk dan daun salam yang disimpan dalam plastik lalu diletakkan dalam freezer, kondisinya tetap segar berbulan – bulan. Jadi, saat genting di dapur butuh rempah daun, kita tidak akan kerepotan cari rempah daun. 

Jadi, adakah merek plastik yang bisa mengakomodasi kebutuhan saya? Beruntung saya menemukan plastik PP Wayang di toko plastik langganan. Tampilan kemasannya menarik. Dibandingkan logo sebelumnya yang amat sederhana, kini gambar wayang pada logo disertai hiasan dekoratif warna emas sehingga mudah menarik perhatian dan dikenali. 


Kelebihan Plastik PP Wayang 


Plastik ini memenuhi semua kualitas plastik yang saya butuhkan. Pertama, ada sertifikasi halal dari MUI. Kedua, dia termasuk produk kantong plastik jenis PP (polypropylene). Apa itu? Sejenis kantong plastik yang transparan, bening, dan jernih dengan permukaan yang mengilap. Ketiga, plastik ini berstandar food grade. Oh ya, plastik PP Wayang tebal dan kaku sehingga ia tidak direkomendasikan untuk membungkus makanan berkuah. 

Mulanya saya mengira plastik PP Wayang hanya tersedia dalam ukuran kecil dan sedang. Ternyata ada berbagai macam ukuran dan ketebalan yang berbeda – beda tergantung penggunaannya. Saya berencana memakai plastik PP Wayang untuk laundry saya juga. 

Ada lagi yang membuat saya lega sudah memilih plastik PP Wayang. Usut punya usut, plastik PP Wayang sudah memeroleh sertifikasi ISO 9001, yaitu sertifikasi dalam hal manajemen produk dan penjaminan mutu produk. Selain itu, ternyata banyak customer yang puas dengan plastik PP Wayang seperti saya. Karena itu, plastik PP Wayang menerima penghargaan Indonesia Best Brand Award sepanjang tahun 2011 hingga 2018. Pencapaian yang luar biasa bukan?! 

Memilih plastik PP Wayang sebagai media pembungkus berbagai jenis makanan, termasuk sayuran dan rempah – rempah masakan bagi saya amat tepat. Saya pun dengan nyaman akan merekomendasikan plastik PP Wayang kepada teman – teman. Yang penting, gunakan plastik dengan tepat sesuai kebutuhan dan jika sudah takbisa digunakan lagi, buanglah pada tempatnya atau didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat.

Thursday, November 14, 2019

Tiga Jenis Bisnis Rumahan Keuntungan Besar dengan Modal MInimalis

siswiyantisugi.com



Bisnis jenis apa yang diidamkan banyak orang? Jawabannya taklain takbukan adalah bisnis rumahan. Bisnis ini biasanya menjadi target ibu rumah tangga dan mereka yang sudah bosan menjadi karyawan. 



Mungkin banyak yang menganggap bisnis rumahan baru bisa jalan kalau punya modal besar. Padahal anggapan seperti ini bisa ditepis dengan adanya beberapa pilihan bisnis rumahan bermodalkan kecil. Sebetulnya yang dibutuhkan dalam memulai suatu bisnis adalah niat. Jika anda sudah mempunyai niat dan tekad yang bulat maka semuanya pasti terasa mudah.

Apabila kita mencermatinya, sebetulnya terjun dalam sebuah usaha rumahan bukan hal yang sulit. Kita bisa memulainya sesuai hobi. Jika kita hobi memasak, kita bisa mencoba memasarkan masakan hasil buatan sendiri. Setidaknya untuk memulai bisnis ini, kita membutuhkan modal senilai Rp 5 juta rupiah. 


Tiga Bisnis Rumahan Modal Minimalis


Mungkin banyak yang penasaran dengan bisnis rumahan modal kecil keuntungan besar ini. Daripada penasaran terus, yuk kita simak beberapa bisnis yang mungkin bisa menginspirasi.

  1. Menjual minuman atau camilan
Dari hari ke hari, berbagai minuman dengan aneka rasa dan tampilan semakin marak dipasarkan. Mulai dari sejenis es blender, variasi thai tea, kopi kekinian, dan sebagainya. Kita juga bisa mencoba membuat minuman sejenis dengan kemasan yang menarik. Jika dari segi kemasan sudah menarik,  tentunya mengundang banyak orang untuk membelinya. Namun, kita tetap harus mengutamakan kualitas rasa agar pembeli datang kembali. Usaha minuman ini membutuhkan modal mulai 100 ribu rupiah - 1 juta rupiah.

Selain minuman, kita juga bisa menjual beraneka macam makanan ringan atau camilan. Kita bisa membuat kreasi makanan ringan sendiri untuk dijual. Bisa kue - kue basah, kripik, pastry,  dan lain sebagainya. Aneka resep makanan ringan ini bisa kita cari di berbagai buku atau internet. Yang penting, camilan ini sebaiknya mudah dibuat dan rasanya cocok di lidah masyarakat kita. Kemudahan cara membuat dan kelezatan rasa harus didukung modal yang terjangkau. Tujuannya tentu agar pembeli jatuh cinta sehingga jadi pelanggan setia. Dari sini, modal cepat kembali dan usaha semakin berkembang.

  1. Bisnis waralaba makanan
Usaha waralaba makanan bisa menjadi pilihan.  Kita hanya perlu menyiapkan modal kurang lebih Rp 5 juta sampai dengan 10 juta rupiah saja. Dana sebesar itu biasanya sudah termasuk booth, banner, bahan baku, dan kemasan waralaba. Franchisor, sebutan untuk pemilik label waralaba biasanya akan menjelaskan royalti atau komisi yang diberikan serta standar pelayanan dan produksi. 

Sebelum memutuskan berbisnis waralaba, kita harus menghitung pengeluaran dengan matang. Hitunglah biaya waralaba yang ditentukan franchisor, sewa tempat, listrik hingga gaji pegawai jika ingin menggunakan pegawai. Setelah bisnis waralaba berjalan, penghitungan tetap harus dilakukan setiap bulan.

Hal penting yang harus selalu diingat adalah pemilihan lokasi penjualan. Salah satu lokasi strategis  untuk waralaba makanan modal kecil adalah lokasi dekat sekolah atau kampus.

  1. Bisnis laundry
Jenis bisnis rumahan kali ini juga membutuhkan modal yang kecil. Kita hanya perlu menyiapkan dana sekitar 5 sampai dengan 10 juta rupiah. Dana sebesar ini kita gunakan untuk membeli beragam peralatan untuk menyetrika, beberapa mesin cuci, deterjen, pewangi, plastik untuk mengemas pakaian bersih, dan lainnya. 

Potensi keuntungan untuk bisnis yang satu ini terbilang besar. Apalagi jika kita berhasil mendapatkan lokasi strategis yang memudahkan pelanggan mengakses laundry kita. Lokasi itu bisa di daerah kos -kosan atau perumahan.


Lokasi, kualitas pelayanan, dan harga terjangkau menjadi tiga faktor utama berkembangnya bisnis rumahan. Keuntungan adalah keniscayaan jika kita menjalankan usaha dengan kesungguhan, strategi marketing, dan manajemen keuangan yang tepat. Apabila usaha kita  berkembang, tentu saja kita bisa menambah layanan baru pada bisnis yang sedang dijalankan.

Sebetulnya masih banyak sekali pilihan jenis usaha rumahan yang bisa kita jalankan. Setidaknya dengan tiga pilihan di atas dapat memotivasi kita menambah penghasilan meskipun tetap di rumah. 

Kunci jalannya sebuah bisnis bermula dari niat.  Niat yang didukung perencanaan matang bisa mengatasi permasalahan modal.  Hanya dengan modal kecil, beberapa jenis usaha bisa dijalankan.

Jadi kita harus lebih cermat melihat peluang usaha yang tersedia. Dari sini, kita bisa memilah usaha yang dijadikan pilihan bisa berkembang ataukah tidak. Jika memang sudah mantap dengan pilihan bisnis yang akan dijalankan, waktunya kita menekuni bisnis tersebut. Berikan pelayanan terbaik supaya bisnis yang sudah dikelola semakin berkembang dan dikenal banyak orang. Jangan pernah merasa ragu untuk memulai sebuah bisnis karena kita tidak akan pernah mengerti arti kesuksesan sebelum mencobanya.  Tips bisnis lainnya bisa kita baca dalam berbagai informasi bisnis di inews.  



Saturday, November 2, 2019

Ketika Koperasi Digital Adalah Keniscayaan

innews.co.id.jpg


Berjayanya Internet of  Things (IoT) membawa masyarakat Indonesia ke zaman serbadigital. Perubahan gaya hidup menjadi penandanya. Era digital membuat semua hal bisa dikelola hanya dengan jari jemari dari layar ponsel atau layar komputer. Takperlu pergi ke banyak tempat, kita bisa mengelola berbagai urusan hanya di depan layar gadget kita. 

Kekuatan daring memengaruhi hampir semua bidang kehidupan. Takada yang luput dari pengaruh internet dalam mengurus keperluannya setiap hari. Termasuk berbagai lembaga dan organisasi yang ada di masyarakat. Salah satunya adalah koperasi. 

Sebagai lembaga ekonomi, koperasi mempunyai posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 yang menjelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain, yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Agar bisa mengimplementasikan fungsi dan perannya dalam kehidupan masyarakat luas, koperasi harus memanfaatkan kecanggihan teknologi digital. Seperti apa sih teknologi digital itu? Penjelasan sederhananya sih seperti yang saya tulis di kalimat pertama tadi, teknologi yang berhubungan dengan internet. 

Apa yang bisa dilakukan koperasi agar bisa beradaptasi di era digital ini? Jawabannya simple saja, yaitu melakukan digitalisasi dalam setiap urusan administrasi dan bisnis sehingga bisa memberikan pelayanan daring bagi pengurus dan anggotanya. Tidak hanya itu, kemudahan mengakses informasi dan bergabung dengan koperasi secara daring akan menarik minat generasi milenial. 

Tujuan digitalisasi dalam koperasi ini secara umum agar pelaku koperasi semakin efektif dan efisien, baik dalam melayani anggotanya maupun saat berbisnis. Selain itu, anggota masyarakat yang ingin bergabung juga bisa mendaftarkan diri secara daring. 

Bagaimana dengan keamanan data koperasi? Pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, menekankan pihaknya telah bekerja sama dengan Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengantisipasi penipuan di bidang perkoperasian akibat penyalahgunaan data. 

Berdasarkan data Kemenkop, jumlah total koperasi di Indonesia saat ini sebanyak 220. 476 unit. 

Data Koperasi Indonesia per Oktober 2019
DataJumlah
Total jumlah koperasi (unit)220.476
Koperasi aktif (unit)125.236
Koperasi tidak aktif (unit)95.240
Total Anggota Koperasi (jiwa)710.236.215
Anggota Koperasi Laki-Laki (jiwa)11.943.074
Anggota Koperasi perempuan (jiwa)698.293.141
Koperasi dengan modal sendiri (Rp triliun)77,85
Koperasi dengan modal pihak luar (Rp triliun)77,69
Volume usaha (Rp triliun)144,03
Sisa hasil usaha (Rp triliun)5,88

Keterangan : Data Kementerian Koperasi dan UKM

Kemudahan mengakses informasi semacam ini adalah hasil kerja digitalisasi dalam mendata kondisi perkoperasian di Indonesia. Apa yang harus dilakukan oleh pengurus koperasi jika mereka masih gagap daring? Jawabannya tentu lewat bimbingan teknis (bimtek) yang biasanya diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Bimbingan teknis ini biasanya berupa penyampaian materi seputar koperasi digital dan praktiknya. 

Seperti yang disampaikan Teten Masduki pada Kompas, Rabu, 30 Oktober 2019, perlu dilakukann modernisasi menyeluruh pada koperasi. Modernisasi ini mencakup upaya mempercepat gerak koperasi, memperkuat kelembagaan, membangun koperasi dengan usaha produktif, termasuk melalui penggunaan teknologi. 

Usaha produktif yang terus dikembangkan dalam kegiatan koperasi pasti akan membangun jiwa kewirausahaan masyarakat. Semakin banyak wirausaha di negeri ini semakin kokoh perekonomian negeri. Bagaimana bisa? Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara kooperatif demi kepentingan dan kesejahteraan bersama.

Keberadaan koperasi digital semoga dapat membuka pintu - pintu inovasi dalam memajukan perekonomian masyarakat. Perekonomian maju, sejahtera semua. Semoga. 








Wednesday, October 30, 2019

Mahapenting Smartphone dalam Aktivitas Kita

Awal September lalu, ponsel satu – satunya yang saya miliki untuk kesekian kalinya rusak. Kali ini layar sentuhnya yang bermasalah. Saya tidak bisa membuka aplikasi apa pun. Boro – boro buka aplikasi, layar sentuhnya bergeming saat saya geser ke kanan, kiri, atas, dan bawah. Saya langsung panik. Padahal semua pekerjaan ada di situ. Termasuk fasilitas yang amat vital, seperti transportasi daring.

Sembari meninmbang – nimbang memperbaiki layar sentuhnya di pusat layanan servis atau di layanan servis umum, kebetulan masa garansi ponsel saya sudah habis tujuh bulan lalu, saya menggunakan ponsel lama suami dengan merek yang sama. Dalam keseharian, sembilan puluh persen pekerjaan saya menggunakan ponsel. Termasuk mencari resep masakan, ponsel menjadijujugan untuk membuka cookpad atau akun - akun masak di Instagram. Jadi, ponsel seperti menempel di tangan saya. Benda ini saya letakkan jika saya sedang fokus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan saat bermain Bersama batita saya.

Setelah sebulan memakai ponsel ini, eh dua hari lalu, layar sentuhnya bermasalah juga. Ini malah lebih parah. Kalau ponsel saya masih bisa menyala meski layar sentuh tidak berfungsi, ponsel ini malah tidak bisa keduanya. Saya mulai agak panik. Seraya mengecek catatan pekerjaan yang tenggat waktunya dalam seminggu ini, saya mencoba mencari cara agar ponsel tetap bisa berfungsi. Sayangnya gagal.

Akibat Smartphone Rusak


Akhirnya tiga hari terakhir ini saya menjalani hidup tanpa ponsel. Dalam ketidakberdayaan itu, saya menghibur diri saya sendiri. Ini waktunya cuti dari gadget, cuti dari baca info – info kerjaan, curhatan teman, atau gosip yang wara – wiri muncul di WAG Alumni kampus. Saya pun berpikir ini waktunya fokus pada buku – buku bahan tulisan yang selama ini hanya terbaca 2 – 3 lembar.

dok. justcreative.com
Saya merasakan tiga hari yang ringan. Di kala senggang, saya membuka kembali koleksi buku - buku resep masakan. Daya tariknya memang beda sih antara baca buku resep dan melihat resep di internet lewat ponsel. Keadaan mulai terasa berkerikil ketika saya takbisa memesan jasa ojek daring. Ketika saya hendak berbelanja, saya melihat promo cashback, saya ingin, tapi sayang, ponsel rusak. Pun ketika saya akan mengecek mutasi rekening saya lewat ponsel, saya tersadar, ponsel rusak. Saya teringat ada janji ketemu kawan lama yang datang dari Aceh minggu ini. Saat akan mengonfirmasi jadwal ketemuan, saya harus menelan pil pahit karena Whatsapp saya takbisa diakses.

Dominasi Smartphone

Saya kembali merenungkan mahapentingnya ponsel ini sebagai asisten pribadi saya. Padahal baru empat hari saya tidak bisa buka Whatsapp untuk mengecek informasi seputar pekerjaan dan pesanan barang untuk toko online saya. Empat hari ini juga saya tidak bisa posting apa pun di 2 toko online saya di Instagram dan 1 akun pribadi . Empat hari ini saya benar - benar mengandalkan laptop saya sebagai media komunikasi dan informasi melalui surat elektronik. 

Sore tadi saya sedang berbelanja bersama batita saya saat hujan turun. Spontan saya hendak memesan jasa taksi daring untuk pulang. Ealah... baru ingat ponsel saya masih rusak. Akhirnya kami berdua duduk menatap lebatnya hujan sambil menikmati cemilan di tangan masing – masing. Cemilan ini pun sebenarnya ada promo cashback -nya. Sayang, kali ini saya takada dalam lingkaran kelompok yang menggunakan QR Code untuk berttransaksi.

Saya berharap ponsel yang saya beli dari salah satu toko online segera saya terima. Biarlah sindiran – sindiran tentang betapa bergantungnya manusia milenial terhadap ponsel mengenai saya. Bagaimana pun, ponsel memang menjadi bagian sangat penting dalam gerak langkah saya dan sebagian besar orang yang hidup di era Internet of Things ini. Bagaimana dengan Anda?


Saturday, October 26, 2019

QR Standar Memudahkan Hidup Kita

Siapa yang tidak kenal dompet digital sekarang ini? Saya, Kamu, dan banyak orang di negeri ini pasti sudah sangat akrab dengan pembayaran digital. Varian pembayaran digital yang bisa kita gunakan banyak pilihannya. Sebutlah OVO, GoPay, Dana, LinkAja, dan sebagainya.

Saya termasuk pengguna aktif dompet digital. Mulanya, saya hanya menggunakan dompet digital ini untuk keperluan transportasi. Namun seiring berjalannya waktu dan makin gencarnya informasi tentang penggunaan dompet digital di banyak merchant, saya pun menggunakannya untuk berbelanja.

Yang paling seru sih kalau ada cashback atau potongan harga. Setiap mau belanja di suatu merchant, saya cek dulu ada cashback dari dompet digital yang mana. Kalau ada cashback-nya, saya langsung isi dompet digitalnya melalui m-banking. Terjadilah transaksi. Saya dapat barang atau jasa dan dompet digital saya tidak banyak berkurang karena ada cashback-nya. Begitulah prinsip ekonomi hehehe..

QR Code Payment Sebagai Metode Pembayaran

Dulu, waktu masih pakai dompet digital hanya untuk keperluan transportasi, saya tidak berurusan dengan Quick Response code payment atau yang kita kenal dengan sebutan QR code payment. Apa sih itu? QR code payment ini semacam barcode yang digunakan saat kita berbelanja menggunakan uang digital. Dengan kata lain, QR code adalah metode pembayaran uang tunai dengan memindai kode yang muncul di ponsel pintar milik kita.


dok. sindonews.com
QR code payment merupakan pengembangan dari QR code yang ditemukan Denso Wave pada tahun 1994. Awalnya QR code dipakai untuk pelacakan kendaraan, mengakses berita hingga pembayaran. Kini, di era industri 4.0., QR code payment menjadi tren dalam urusan transaksi yang cepat dan mudah.


Kelebihan dan Kekurangan QR Code Payment

Berikut ini beberapa kelebihan menggunakan QR Code Payment dalam urusan sehari – hari :

1. Lebih mudah digunakan
Cukup memindai code menggunakan ponsel pintar maka pembayaran sudah dilakukan. Biasanya saya pakai saat membeli tiket bioskop. Booking dulu di aplikasi tertentu, bayar pakai Dana. Setelah itu, kita menerima barcode yang akan kita pindai di mesin pemindai di bioskop. Barcode itulah yang disebut QR code payment.


2. Lebih responsif dibandingkan tap kartu
QR Code Payment lebih responsive ketimbang tap kartu elektronik atau e -money. Meskipun, misalnya, beberapa bagian kode ada yang rusak, QR Code masih bisa dibaca dengan baik oleh ponsel pintar saat dipindai di mesin pemindai.

Berbeda dengan tap kartu elektronik. Kadangkala kita tidak bisa membayar karena mesin pemindai gagal membaca kartu . Beruntung kalau bisa dibaca setelah men- tap 2 -3 kali. Repot bukan? Apalgi kalau antrean di belakang kita sudah mengular. 


3. Takperlu membawa dompet
Ponsel lebih penting ketimbang dompet memang ada benarnya. Kita bisa tetap bertransaksi hanya menggunakan QR Code Payment yang dikirim oleh merchant ke ponsel pintar kita. Dengan catatan, saldo dompet digital kita cukup untuk melakukan pembayaran.

Kelebihannya banyak, tapi kekurangannya tetap ada dong. Apa saja sih kekurangannya? 

1. Tetap bergantung pada sinyal operator telepon
Pastikan sinyal operator yang kita gunakan dalam keadaan lancar. Kalau sinyal buruk atau tersendat -sendat, transaksi QR Code Payment bisa gagal. 

2. Belum semua merchant menerima QR Code Payment
Sebelum memutuskan bertransaksi di suatu merchant, pastikan dulu merchant ini menggunakan metode pembayaran ini. Biasanya sih ada tulisan di kasirnya, seperti logo dompet digital.


QR Indonesia Standard dari Bank Indonesia

Era Industri 4.0. mendorong setiap orang untuk melek teknologi digital. Hal itu tidak hanya didukung oleh kecanggihan teknologi komunikasi, kemudahan bertransaksi menggunakan QR Code Payment bisa kita jumpai di banyak tempat. Bahkan di warung kelontong di dekat rumah kita, bayarnya bisa pakai QR Code Payment.

Apalagi Bank Indonesia sudah mengizinkan penggunaan QR Code Payment. Demi melindungi masyarakat dalam penggunaan metode pembayaran ini, BI merilis standar penggunaan QR Code Payment di Indonesia. Namanya QR Code Indonesia Standard (QRIS). Penerapan QRIS secara nasional akan mulai berlaku secara efektif pada 1 Januari 2020.

Langkah BI ini bertujuan #gairahkanekonomi di Indonensia. Karena itu, penting banget bagi kita #pakaiQRstandar. Supaya masyarakat mengenal metode pembayaran menggunakan QR Standar , Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Edukasi Bank Indonesia #feskabi2019. Dalam festival ini, masyarakat bisa mengikuti workshop, talkshow, dan pameran UMKM. Selain itu, ada kompetisi video dan blog yang bisa diikuti masyarakat. #majukanekonomiyuk dengan mengedukasi masyarakat agar melek metode pembayaran digital melalui informasi yang disampaikan dalam video dan tulisan di blog kita.