Showing posts with label renungan. Show all posts

Cerita Lintang Hati

Parenting untuk Remaja

Di tengah kerjaan mem-filter blog-blog yang akan kuajukan untuk kerja sama backlink dengan agensinya Auni, iseng kucek juga blogku di Google Index. Muncul beberapa artikel dari sekian tahun ke belakang. Salah satunya ada tulisan tentang keresahanku menghadapi Lintang. Lebih tepatnya sih ketidakberdayaan menghadapi Lintang di usianya yang 11 tahun. Ia picky eater, malas solat, malas mandi, malas belajar, manja, dan cengeng. 
 

Lintang is Growing Up

Sepuluh tahun berlalu, Lintang sudah dewasa sekarang. Usianya 21 tahun. Ia sudah mahasiswa semester enam. Dua tahun lagi maksimal ia sudah wisuda. Semoga Allah mudahkan ia mendapat kerja di tempat yang aman dan sreg di hatinya, in sya Allah..

Apakah Lintang masih picky eater? Masih, tapi aku sudah tidak khawatir lagi. Ia sudah mau makan nasi, makan sayur, buah, dan protein tanpa dipaksa-paksa lagi. Meskipun masih tetap mengonsumsi junk food, setidaknya ia tahu apa yang tubuhnya butuhkan. Sepertinya sih tahu..
 
Apakah Lintang masih malas solat? Kalo setiap kutanya sih dia mengaku tidak pernah melewatkan solat. Wallahualam. Semoga Allah senantiasa menjaganya dari kelalaian. Apakah Lintang masih malas mandi? Nah, yang bagian ini sudah sangat berubah. Ia tak perlu lagi disuruh mandi. Di usia 21, ia sudah sadar merawat diri. 
 
Saking sadarnya, ni anak bisa berjam-jam dandan sebelum berangkat kuliah. Apalagi semasa masih SMA, madu dan havermut di rumah pelan, tapi pasti abis dia pakai maskeran. Sekarang setelah paham kondisi finansial ortunya, kulihat tak pernah lagi maskeran pakai madu dan havermut, Sayang, mending buat dimakan. Hehehe.. 
 
Apakah masih malas belajar? Mungkin ya, tapi tuntutan akademik di kampus membuat ia harus menyelesaikan banyak tugas tepat waktu. Yang kulihat sih ia sudah sangat jarang membaca buku. Waktunya kebanyakan abis untuk scroll medsos sambil rebahan. Kalo ini sepertinya sudah jadi habit global.
 
Setelah mahasiswa, apakah Lintang masih manja dan cengeng? Tentu tidak, tapi ia masih mudah marah dan moody. Mudah marah pada adiknya, moody kalau disuruh bantu beres-beres rumah. Bagian marah ini kukira bagian dari kesalahanku yang sering marahin dia semasa kanak-kanak. Ia bilang aku keras dan kaku. Aku sebal dibilang gitu meski sebenernya memang gitu sih.
 
By the way, kenapa aku keras dan kaku? Pasti ada sebabnya. Sekalipun sudah accept and change, tetep aja kalo ter-trigger, si kaku dan keras akan muncul lagi. Gimana cara menghindari si trigger? Jangan dekat-dekat pemicunya. Sayangnya pemicunya ada di sekitarku..Butuh kebesaran jiwa dan keikhlasan untuk menelannya. Begitulah..Kalo ngga paham dengan yang kusampaikan, skip aja :D 
  

Gelap Terang Perjalanan

Tahun ini Lintang 22 tahun. Ia sudah bukan anak-anak lagi. Pasti sudah banyak peristiwa hidup yang dialaminya. Ada banyak yang tidak kutahu. Sisi-sisi gelap yang ia simpan sendiri. Aku pun tak perlu tahu banyak kukira. Biarkan dia berproses dengan perjalanannya. Semoga ia banyak belajar dari yang sudah lewat termasuk masalah pelik yang ia ceritakan padaku dan kini harus ia bereskan sendiri. Aku tak bisa bantu banyak karena kondisiku juga. Namun, setidaknya aku tetap support agar masalah itu bisa selesai bertahap.
 
Selepas ayahnya meninggal Agustus tahun lalu, aku kadang sedih mengingat perjalanan hidup yang ia alami. Penuh onak duri di usia balita hingga kanak-kanak. Ia tidak mengalami masa penuh kebahagiaan seperti Arinah. Hal itu membuatku selalu merasa bersalah sepanjang hidup. Tak bisa memberinya pengalaman penuh bahagia di masa keemasannya.
 
Anyway, yang sudah biarlah lewat. Aku menerimanya dan terus bergerak untuk mengubah yang buruk agar tak terjadi lagi di kehidupan sekarang. Meski ternyata memang dalam hidup tidak melulu bahagia, seperti juga kita tidak selalu berkelindan dengan kesedihan. Yang pasti kebijaksanaan rasanya datang dan pergi. Pemakluman pun kesabaran. Saat ini semua terasa berat karena aku sedang tak bisa berpikir jernih dan menelan yang sedang kujalani. Salam...

10 Keutamaan Bulan Ramadan Yang Wajib Kita Ketahui

Alhamdulillah, Ramadan kembali menyapa kita. Tinggal hitungan hari, rutinitas penuh ibadah akan mewarnai hari-hari kita selama sebulan. Apa saja yang sudah kamu siapkan? Hal utama yang wajib kita siapkan adalah kesiapan fisik dan mental. Salah satunya tentu saja pengetahuan tentang keutamaan bulan Ramadan.

Sejak duduk di bangku sekolah, kita pasti sudah banyak membaca tentang keutamaan bulan Ramadan. Pada bulan ini, semua muslim berlomba-lomba melakukan kebaikan dan beribadah sekhusuk mungkin, Tujuannya tentu berharap rahmat dan ampunan-Nya.

10 keutamaan bulan Ramadan

Untuk menyegarkan ingatan, saya sampaikan kembali keutaman bulan Ramadan. Semoga menambah semangat dan motivasi kita menyambut dan menjalani ibadah di bulan suci ini.

10 Keutamaan Bulan Ramadan

1. Puasa di bulan Ramadan adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada hamba-Nya.
Beberapa hari sebelum dan selama Ramadan, kita akan sering mendengar surah Al-Baqarah ayat 183 dibacakan. Ayat ini dibaca berulang kali agar umat Muslim senantiasa mengetahui dan memahami perintah puasa sebagai kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.

2. Al Quran diturunkan pada tanggal 17 Ramadan
Allah menurunkan Al Quran sebagai kitab suci umat Islam pada bulan Ramadan. Al Quran sebagai pedoman dan pegangan hidup umat Islam. Malam ke-17 di bulan Ramadan selanjutnya disebut sebagai malam Nuzulul Quran.

3. Salat Tarawih hanya ada di bulan Ramadan
Untuk sebagian orang, merindukan Ramadan di dalamnya juga merindukan rutinitas pergi ke masjid untuk salat Tarawih. Biasanya kita berombongan pergi ke masjid sebelum azan Isya berkumandang. Setelah salat Isya berjamaah, kita melanjutkannya dengan salat tarawih. Suasana perjalanan ke masjid, saat salatnya, lalu bersalaman selepas salat tarawih. Rangkaian kegiatan itu rasanya membuat hati selalu rindu Ramadan. 

Bagaimana dengan tahun ini? Apakah kita sudah bisa leluasa mendirikan salat tarawih berjamaah di masjid? Meskipun pemerintah mengizinkan salat tarawih dan salat Ied digelar di masjid, tahun ini saya masih memilih salat berjamaan di rumah saja dulu. Kondisinya belum kondusif walaupun vaksin sudah dilakukan, tetapi prokes banyak yang mulai lalai. 

4. Malam Lailatul Qadar
Untuk generasi 90an pasti familiar dengan lagu Bimbo. Judulnya Malam Seribu Bulan. Lirik lagunya menurut saya sangat menggetarkan hati. 
"Marga satwa tak berbunyi. Gunung menahan nafasnya. Angin pun berhenti. Pohon-pohon tunduk.."
Kurang lebih liriknya seperti itu. Setiap mukmin yang berpuasa di bulan Ramadan pasti berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar. Malam terbaik dari seribu bulan. Malam saat Allah menebarkan rahmat dan ampunan bagi kita. Semua dosa bagai debu disapu bersih. 

Tak ada yang tahu persisnya malam Lailatul Qadar ini. Rasulullah SAW. memberi petunjuk malam penuh kemuliaan ini akan hadir di 10 hari terakhir Ramadan. Beliau menyempitkan lagi waktunya, yaitu tiga hari terakhir bertanggal ganjil. Malam Lailatul Qadar ada pada pilihan tanggal 25, 27, dan 29 Ramadan. Pernahkah kamu mendapatkannya? 

5. Bulan pengampunan
Allah menyediakan bulan Ramadan sebagian bulan pengampunan dosa. Pada sepuluh hari terakhirnya, Allah memberikan pengampunan seluas-luasnya. Namun, tentu saja tidak ada yang taken for granted. Agar bisa mendapatkan pengampunan Allah SWT, kita harus melaksanakann perintahnya dengan bersungguh-sungguh dan menjauhi larangannya. 

6. Dikabulkannya doa-doa di bulan Ramadan
Rasulullah SAW bersabda :
"Tiga doa yang tidak ditolak adalah : doanya orang berpuasa hingga ia berbuka puasa, pemimpin yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Allah mengangkat doanya hingga ke awan dan membukakan pintu langit. (HR. Ibnu Majah dan At - Tirmidzi)
7. Gelar ketakwaan apabila berpuasa di bulan Ramadan
Puasa menjadi sarana kita untuk mendapatkan gelar ketakwaan. Dalam puasa, kita sepenuhnya menjaga hati dan lisan kita dari berbuat dosa dan kesia-siaan. Puasa juga melatih keteguhan hati dan kekuatan fisik menahan haus dan lapar sejak terbit fajar hingga azan maghrib berkumandang.

8. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka
Pintu surga yang dibuka selebar-lebarnya selama Ramadan artinya adalah puasa membimbing umat Muslim untuk menahan diri dari kesia-siaan dan perbuatan zalim kepada sesama dan dirinya sendiri. Pun dengan perilaku buruk. Biasanya karena berpuasa, orang-orang tak ingin puasanya sia-sia sehingga ia menjauhi perbuatan maksiat yang membatalkan atau merusak kualitas puasanya. 

9. Allah menjanjikan surga Ar-Rayyan 
"Sahal ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya, di surga itu ada sebuah pintu yang disebut Rayyan yang akand ilewati oleh orang-orang yang berpuasa. Pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seorang pun melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akna bangkit segera dan masuk semuanya kemudian pintunya ditutup." (Sahih Bukhari, No. 1896)
10. Puasa adalah ibadah yang paling istimewa.
Dalam hadis qudsi, yaitu hadis atau perkataan Nabi Muhammad SAW berdasarkan firman Allah yang diturunkan pada beliau, dikatakan sebagai berikut ini :
"Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan hawa nafsu serta makanannya karena Aku." (H.R. Bukhari Muslim)
---

Sepuluh keutamaan ini sebenarnya merupakan ringkasan dari begitu banyaknya keutamaan Ramadan yang tak terhitung. Karena begitu istimewanya Ramadan, setiap Muslim bergembira menyambut kedatangannya. Rasanya aura kekhusukan ibadah menyebar ke seluruh penjuru semesta tanpa kecuali.

Marhaban Yaa Ramadhan..Semoga ibadah puasa kita mabrur senantiasa. Aamiin...




Referensi :
1. Al Quran dan Terjemahannya
2. Jauhary, Hamidah. 2019. Anak Rajin Puasa. Jakarta: Penerbit Kanak.
3. Kitab Bukhari Muslim