Langsung ke konten utama

Pos

Mari Menjaga Indonesia

Pos terbaru

PRUprime Healthcare Syariah Sebagai Investasi

Apa yang Anda lakukan jika seseorang menawarkan produk asuransi? Apakah Anda akan meluangkan waktu untuk mendengarkan penjelasannya lebih dulu atau langsung menolak dengan berbagai alasan? 
 Beragam respons muncul saat agen asuransi menawarkan produk yang dinilai tidak berguna bagi sebagian orang. Mengapa demikian? Karena banyak orang yang belum paham atau belum sadar pentingnya asuransi sebagai investasi.
 Asuransi dianggap membuang uang. Sebagian orang lagi merasa tidak punya dana untuk disisihkan setiap bulannya. Ada juga yang menganggap berasurasi sama dengan mengkhawatirkan masa depan. Benarkah demikian? 
 Tentu anggapan tersebut keliru. Berasuransi bukan berarti khawatir terhadap masa depan, melainkan menyiapkan diri dalam menjalani masa depan. Kita takpernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. karena itu, berasuransi menjadi hal yang penting dan perlu.
 Berangkat dari pentingnya mempersiapkan masa depan, beragam asuransi ditawarkan kepada masyarakat. Semakin maju pemikira…

Tentang Ibu

Takbanyak kenangan manis yang kusimpan tentang ibu. Sebagian besar jejak yang tertinggal dalam ingatan tentang ibu adalah kebiasaan mengomel yang bagiku sangat menyebalkan. Takbanyak kenangan manis tentang perempuan yang telah bersusah payah melahirkanku puluhan tahun silam itu.

Kuakui, aku memang tidak dekat dengan ibu. Ingatan tentang kebersamaanku dengan ibu pun takbanyak. Bukan karena ibu sibuk bekerja, melainkan karena ibu lebih sering memarahiku ketimbang bersikap lembut seperti kisah-kisah tentang ibu yang sering kubaca.

Ada juga kenangan tentang betapa heroiknya ibuku saat aku sakit. Waktu itu aku duduk di kelas 2 SMP. Ibu menggendongku dari tempat praktik dokter sampai rumah karena aku takkuat berjalan. Kenapa ibu tidak memanggil becak waktu itu ya? Apakah karena ibu takpunya uang? Bisa jadi begitu karena ibu harus sangat cermat dan hemat mengelola keuangan setelah bapak meninggal saat aku duduk di kelas 1 SMP. Ingatan lain adalah saat ibu harus bersusah payah mengantar aku k…

Makna Headline bagi Kompasianer

Lama sekali saya tidak menulis di kompasiana. Saking lupanya, saya tidak ingat kapan terakhir menulis di sana. Seperti yang lain, ide menulis sebenarnya kerap muncul, tapi eksekusinya yang sering gagal. Akibatnya, ide-ide itu menguap tanpa bekas. Yang tersisa hanya sisa-sisa kata yang taktahu bagaimana merangkai alurnya. 
Mulanya saya sangat semangat menulis tentang kemenangan Trump di Pilpres Amerika November silam. Namun, kesempatan fokus menulis yang tak kunjung disempatkan membuat ide berikut gambaran tentang alur tulisan itu menguap pelahan hingga hilang. Akhirnya, ya sudah, tak ada ide menarik lagi untuk ditulis. Saya agak menyesal sebetulnya karena momentum menulis tentang Trump saat itu sedang hangat-hangatnya. Di koran langganan saya, hampir tiap hari opini yang dimuat bicara tentang Trump dari berbagai sudut pandang. Saya memang tidak atau lebih tepatnya belum berencana mengirimkan tulisan itu -kalau sudah jadi- ke media cetak. Cukuplah saya posting di Kompasiana. Mengapa Kom…

Renungan Kematian

Hari Minggu kemarin, saya dan keluarga menjenguk tetangga sebelah yang dirawat di Rumah Sakit Kebon Jati, Bandung. Karena terbiasa memanggil `Mbah`, setibanya di rumah sakit, mulanya saya bingung juga nama beliau saat bertanya pada satpam lokasi ruangan Bougenville tempat beliau dirawat. Setelah menelepon Ibu RT, akhirnya saya tahu nama beliau, `Ibu Supiah`. Duh, hampir dua tahun kami bertetangga, saya takpernah mengetahui nama beliau. Betapa saya tetangga yang payah karena terlalu sibuk bekerja. Ruang Bougenville terletak di lantai 2 gedung ini. Saya baru dua kali menjenguk relasi di rumah sakit ini. Kali pertama kalau tidk aslah semasa SMP, waktu itu, saya bersama teman-teman sekelas menjenguk wali kelas kami. Bangunan rumah sakit ini kusam, terkesan tidak terawat. Kesan lain yang tertangkap adalah bagnunan ini seperti sedang direnovasi.  Semoga kesan kedua yang benar. Entah karena bangunan tua entah karena kusamnya, jika kelak terpaksa harus dirawat di rumah sakit, semoga dirawat…

Lalu Lalang Pikiran

Selamat pagi . . . 
Cukup cerah Kamis pagi ini. Kecerahannya tidak menyurutkan berbagai pikiran yang lalu lalang di kepala saya. Banyak hal minta diurai agar takjadi beban. Bagaimana pun klasifikasi masalah atau tugas itu perlu dilakukan.
Ada dua naskah yang sudah ditunggu penerbit. Saya menjanjikan akhir minggu ini selesai. Sayangnya, inkonsistensi menghambat lagi. Dua hari kemarin saya keasyikan membaca Intelegensi Embun Pagi-nya Dee. Buku ini saya beli April 2016 silam dan baru dibaca dua hari kemarin. Sebelum 2016 berakhir, buku ini harus selesai. Resensinya menyusul. Akan saya tulis setelah resensi Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto karya Mitch Albom saya selesaikan. Sebelum 2016 berakhir, harus ada resensi yang saya kirim ke media. Dimuat atau tidak, itu urusan lain. 
Nah, karena keasyikan membaca itu, slogan "tar sok..tar sok..." melanda saya. Di hari Kamis ini, kesadaran itu menyeruak lagi. INGAT! modal penulis freelance adalah kepercayaan agar ada proyek-proyek lanju…

Praktis Menulis dengan Keyboard Wireless Super Slim

Alhamdulillah keyboard bluetooth baruku bisa berfungsi. Setelah tadi pagi sempat khawatir karena sulit menghubungkan bluetooth antara tablet lenovo yoga dan keyboardnya, malam ini aku berhasil menghubungkan keduanya. Yippieee... Senangnya! Impianku punya keyboard bluetooth untuk mempermudah pekerjaan menulisku terwujud sudah. Ini penantian yang panjang lho. Hampir setahun lamanya. Mempertimbangkan berulang kali untuk membeli keyboard bluetooth karena keyboard bawaan lenovo yoga tidak bisa dipakai lagi. Sayang banget padahal. Kabel chargernya nggak ada makanya pas baterai keyboard habis, ya sudah dia pun nggak bisa dipakai untuk selamanya.
Mulanya, aku mau beli keyboard bluetooth Logitech yang harganya Rp 388.000,00, tapi masih maju mundur alias ragu-ragu. Beli nggak ya, sayang duitnya. Kuputuskan tidak membelinya dengan alasan aku masih bisa pakai notebookku, Si Abu, yang setia menemaniku sejak Desember 2011 silam. Alhasil kuabaikan keinginan punya keyboard bluetooth baru. Yah, meskipu…