Wednesday, October 10, 2018

Review Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Neo Study

www.siswiyantisugi.com


Internet of Things mempermudah hampir semua urusan kita. Salah satunya satunya kemudahan belajar bahasa Inggris. Sebagai pengajar, blogger, juga penulis buku, kemampuan berbahasa Inggris sangat perlu. Yah, minimal bisa memahami isi teks berbahasa Inggris. Lebih bagus lagi kalau bisa cas cis cus berbahasa Inggris.

Nah, untuk bisa meng-up grade kemampuan bahasa Inggris, saya merasa harus ikut kursus bahasa ini. Namun, waktu saya tidak banyak. Apalagi saya masih punya bayi. Jadi, apa yang harus saya lakukan? Kebetulan ada aplikasi bahasa Inggris baru, Neo Study. Yang membedakan Neo Study dengan aplikasi lain adalah adanya fitur voice recognition untuk belajar pronunciations dan sudah bersertifikat. Jadi, bukan aplikasi belajar bahasa Inggris abal-abal.

Saya mengunduhnya di Google Playstore. Aplikasi ini memang berbayar, tapi sebanding lah dengan materi yang disampaikan. Setelah mengunduhnya, kita akan masuk ke halaman pertama Neo Study. Ada pilihan placement test, study now, dan sign in. Tentu saja pilih Sign In lebih dulu. Setelah itu, kita akan masuk ke bagian Study Now. Ada dua bagian pembelajaran, A1 dan B2. Ada pilihan belajar sendiri (study) dan ada pilihan dibimbing pelatih (coach). Namun, saya tidak bisa masuk ke pilihan coach. Mungkin karena saya masih pakai edisi gratisan. Hehehe…

Fitur – Fitur Aplikasi Neo Study


Pelajaran pertama berisi tentang perjalanan wisata di Kota Paris. Yang menarik di pelajaran pertama itu, ada sesi listening kemudian sesi speaking. Pada sesi speaking, sistem meminta kita mengulangi kata-kata yang sudah diucapkan sebelumnya dengan tepat. Kita diberi kesempatan mengulang sebanyak dua kali. Jika dua kali tetap salah pengucapannya, pelajaran terhenti. Kita harus mulai dari awal lagi.


Pada pelajaran kedua, tetap listening, tapi lebih banyak materinya. Dimulai dari perkenalan nama dan asal negara. Setelah perkenalan selesai, kita diberi pertanyaan seputar materi perkenalan itu. Yang menarik, saat ditanyakan asal negaranya, yang ditampilkan adalah pilihan peta bukan nama Negara. Kalau tidak fokus menyimak dan tidak hapal peta dunia, nilainya bisa kecil. Di sesi ini, kesempatan memperbaiki jawaban juga dua kali. Setiap satu pertanyaan terjawab akan ada hasil nilainya.

Sesi selanjutnya adalah dialog. Dialognya pun hanya tentang nama dan asal Negara. Di sesi ini pun sama, ada tes yang harus dijawab seputar dialog. Kesempatan memperbaiki jawaban juga dua kali. Dialog selesai dilanjutkan pelajaran tentang jenis kelamin dan posisi, yaitu sebelah kanan dan kiri. Nanti ada pertanyaannya juga setelah materi itu.


Pronouncation juga ada di pelajaran kedua. Namanya sesi speaking. Kita harus bisa mengulangi setiap kata yang diucapkan dengan tepat. Ada dua kali kesempatan untuk memperbaiki pengucapan yang menurut sistem tidak pas.

Waktu sesi speaking ini, saya berkali-kali salah. Pelajaran pun terhenti. Saya harus kembali dari awal untuk mengulanginya. Saya tidak bisa kembali pada sesi tertentu saja. Ini agak merepotkan menurut saya. Oh ya, sesi dialog ada dua kali dan isinya sama. Seandainya tokoh-tokohnya berbeda, pasti lebih menarik.


Secara garis besar, aplikasi Neo Study ini mudah dioperasikan. Gambar-gambarnya menarik dan yang utama ada sesi speaking. Sesi ini sangat membantu saya melatih pengucapan kosa kata bahasa Inggris supaya lebih pede saat praktik secara lisan. Neo Study juga punya fasilitas tes bahasa Inggris gratis, caranya masuk ke myneo.space. Di link ini, ada placement test yang bisa kita ikuti. Isinya kumpulan soal listening dan mengisi bagian rumpang.

Aplikasi ini sangat membantu siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya, terutama para eksekutif. Dengan fasih berbahasa Inggris lisan dan tulisan, karier pasti melesat lebih cepat.





Thursday, October 4, 2018

BRIncubator Menyiapkan UMKM Indonesia Siap Bersaing di Era Industri 4.0

Inkubator Bisnis

Saat saya masih kinyis-kinyis di awal usia 20an, saya pernah bergabung dengan pusat inkubator bisnis milik salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Bandung. Lembaga ini memberikan fasilitas dan pendampingan kepada anak-anak muda yang merintis usaha di berbagai bidang. Ada sekira sepuluh tenant di lembaga itu. Semuanya merintis usaha sesuai minat dan basic ilmu masing-masing.

Saya yang berkecimpung di bidang jurnalistik sejak semester pertama kuliah bergabung dengan kawan-kawan yang  merintis usaha di bidang media. Nama media kami Entrepreneur Indonesia (EI). EI merupakan majalah yang fokus di dunia usaha. Kami bahu-membahu belajar mengelola usaha. Harapannya, setelah lima tahun ada di lembaga ini, EI bisa mandiri dan melesat menjadi media yang diterima masyarakat Indonesia.

Sayang, majalah kami tidak bertahan lama. Kabarnya, ada majalah di Amerika dengan nama Entrepreneur  juga yang menggugat majalah EI. Atas nama HAKI, majalah Amerika itu menggugat EI sekian miliar rupiah. Tentu saja kami takpunya dana sebanyak itu. Akhirnya dengan sangat berat hati, kami angkat koper dari lembaga itu dan meneruskan perjalanan sendiri-sendiri.

Beberapa teman tetap konsisten menjadi entrepreneur. Mereka kini bisa berbangga hati menjadi pengusaha sukses. Seorang teman malah sukses menjadi pengusaha di bisnis media. Menurut para pengusaha ini, pusat incubator bisnis sangat berjasa bagi perjalanan usaha mereka. Begitu pula bagi saya.

Saat  PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. meluncurkan program inkubasi bisnis untuk UMKM dan mengundang blogger untuk meliputnya, saya sangat mengapresiasi undangan itu. Ini seperti napak tilas ke masa lalu. Pokoknya kalau ada label incubator bisnis, saya teringat masa muda. So sentimentil . . .

Launching BRIncubator

www.siswiyantisugi.com
Supriatna dan Rina dari RKB serta Bambang dari BRIncubator (dari kiri ke kanan)
Peluncuran BRIncubator tanggal 3 Oktober 2018 di Kota Bandung merupakan penyelenggaraan ketiga. Sebelumnya di Kota Solo, 28 September silam. Program inkubasi ini fokus kepada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion, dan kriya. Tujuannya agar UMKM yang dibina lebih terstruktur berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Tujuan BRIncubator  ini sejalan dengan derap industri 4.0 : Go Online; Go Digital.  Karena itu, pada peluncurannya, pihak BRIncubator juga mengajarkan cara menggunakan e-banking. E-banking ini merupakan salah satu upaya BRIncubator untuk membimbing pelaku UMKM agar menjadi UMKM unggulan yang well literate.  Artinya, pelaku UMKM diharapkan memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan. 
www.siswiyantisugi.com
produk e-banking BR

baca juga Pentingnya UKM Melek E-commerce

Secara umum, peserta BRIncubator adalah para pelaku usaha berusia sangat matang. Jadi, banyak yang masih merasa ribet kalau harus pakai e-banking, termasuk saat diminta menggunakan instagram untuk mempromosikan produknya. “Saya nggak sempat promosi di Instagram. Sudah sibuk banget ngurus produksi,”curhat Ibu Diva pemilik usaha makanan olahan daging,ikan, dan susu.

Ibu Diva adalah salah satu peserta dari 110 pelaku UMKM yang terpilih untuk ikut BRIncubator. Sebagian dari peserta ini adalah nasabah BRI. Namun, BRIncubator ini tidak eksklusif untuk nasabah BRI saja, tetapi terbuka untuk semua pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya dengan pendampingan dari BRIncubator.

Rumah Kreatif BUMN BRI Kota Bandung

Bagaimana caranya bergabung dengan BRIncubator? Caranya mudah saja. Pelaku UMKM di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi Sumedang, dan sekitarnya bisa menghubungi Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI Kota Bandung. Semua pelaku UMKM bisa mendaftar, baik pemula maupun yang usahanya sudah berjalan lama. RKB Bandung berlokasi di jalan Jurang No. 50, Pasteur Sukajadi, Kota Bandung. Nomor kontaknya 02282602848. Di sana, pelaku UMKM akan mendapat pelatihan, seminar, dan temu komunitas. Semuanya cuma-cuma.

Ketua RKB Bandung, Supriatna, menjelaskan ada 1200 pelaku UMKM yang terdaftar sejak berdiri bulan Juni 2017 lalu. BIdang usahanya antara lain craft, kuliner, fashion, dan kesehatan. RKB berharap bisa menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui berbagai pelatihan. Selain itu, di RKB, para pelaku UMKM bisa saling memperkenalkan produknya agar terbuka peluang kolaborasi di antara mereka.

Selama setahun berdiri, RKB sudah menyelenggarakan seratus sepuluh pelatihan. Pelatihan itu di antaranya adalah manajemen, pembukuan, pemasaran,dan  digital marketing, desain produk, dan peng emasan. Untuk pelatihan desain dan pengemasan produk, RKB bekerja sama dengan Fakultas Desain Komunikasi Visual, Unikom.  
UMKM kriya (craft ) binaan RKB Bandung

UMKM kriya (craft) binaan RKB Bandung 
Setelah pelatihan, anggota RKB akan diajak mengikuti berbagai pameran. 

Pameran terbaru yang akan diikuti Oktober ini adalah Trade Export Indonesia (TEI) di salah satu mall di Tangerang. Di sana anggota RKB Bandung akan mempraktikkan hasil pelatihan tentang materi ekspor-impor yang sudah diterima sebelumnya.



Meskipun pelatihannya tidak berbayar, RKB berharap anggotanya mempunyai komitmen kuat untuk mengembangkan usaha mereka. “Kalau mereka tidak punya komitmen, semua pelatihan yang diterima tidak ada gunanya,” jelas Supriatna.

Sebagai informasi, BRIncubator merupakan program pertama yang diluncurkan RKB milik BRI. 

Jadi, semua BUMN punya RKB, tapi baru RKB milik BRI yang meluncurkan program BRIncubator. Solo, Bandung, Makassar, Malang, dan Padang adalah lima kota yang menjadi pilot project BRIncubator. Ke depannya, program ini akan diperluas sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta dan kota di seluruh wilayah Indonesia. 

Hal yang tidak kalah penting adalah mekanisme pemilihan UMKM terbaik pada BRIncubator. Pada tahap akhir program BRIncubator,akan dipilih tiga puluh UMKM di program inkubasi dan program akselerasi. Selanju
tnya, tiga UMKM terbaik akan menerima hadiah berupa award untuk pengembangan usahanya. Ngatari, Pemimpin Wilayah BRI Bandung,  menyampaikan dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak untuk memajukan para pelaku UMKM Indonesia agar siap bersaing di kancah global pada era digital. 





Wednesday, October 3, 2018

Kebahagiaan Anak Kunci Keberhasilannya di Masa Depan

www.siswiyantisugi.com
doc : MajalahKartini.co.id

Bisakah anak bahagia jika orangtuanya penuh konflik dan trauma?

Bisakah anak bahagia jika ibu dan ayah tak melibatkan diri dalam setiap aktivitas bersama?

Jawabannya : Tidak!



Kebahagiaan adalah dasar bagi setiap orang untuk menjalani kehidupannya. Apabila ia bahagia, ia pasti bisa menikmati hidupnya. Bahagia tidak muncul begitu saja. Bahagia harus diciptakan. Bagaimana caranya?

Pada kesempatan yang sangat berharga, pada hari Rabu, 26 September 2018 lalu, dalam worksop bertema Grow Happy Parenting bersama Nestle Lactogrow, Psikolog Elizabeth Santoso, M.Psi, SFP, ACC, berbagi ilmu tentang gaya pola asuh. Psikolog cantik dan cerdas ini mengajak hadirin berbincang tentang pola asuh yang membentuk anak-anak bahagia. 

Sunday, September 23, 2018

Akhir Pekan Berfaedah Bersama Azalea Hijab Care dan Bandung Hijab Blogger

Apa masalah rambut yang paling sering dialami hijaber? Jawabannya pasti kerontokan rambut. Mengapa saya seyakin itu? Keyakinan ini berasal dari membaca dan mendengar berbagai keluh kesah hijaber tentang rambutnya.

Saya bersyukur, saya tidak sendiri. Rambut rontok ini sering membuat saya merasa tidak nyaman. Bukan kebotakan yang saya khawatirkan, melainkan rasa sebal karena selalu saja ada helaian-helaian rambut di lantai setiap hari. beum lagi helaian rambut yang tertinggal di gigi-gigi sisir.

Dari tulisan tentang kerontokan rambut yang pernah saya baca, dijelaskan bahwa rambut rontok sebenarnya peristiwa alami belaka. Helaian rambut akan rontok setiap hari karena terjadi regenerasi. Seratus heai rambut yang rontok setiap hari merupakan jumlah yang wajar. Maksimal memang seratus helai.

Saya belum pernah menghitung berapa helai rambut yang rontok setiap hari. Namun, dari banyaknya helaian yang jatuh ke lantai dan yang tertinggal di gigi-gigi sisir, bisa jadi ada seratus helai lebih yang rontok setiap hari.

Selama itu pula, saya mengamati banyak iklan shampoo khusus hijaber ditawarkan di berbagai media. Saya belum menjatuhkan pilihan pada salah satu merek hingga pada suatu akhir pekan, salah satu pendiri Bandung Hijab Blogger, Rara Febtarinar, mengajak saya hadir di acara Azalea Hijab Dating with Bandung Hijab Blogger.


www.siswiyantisugi.com
pengisi materi acara dan MC (dok.pribadi))


Saya langsung tertarik untuk hadir. Saya pikir ini adalah kesempatan bagus untuk mengenal lebih banyak tentang Azalea Shampoo sebagai salah satu brand shampoo hijab dan shampoo halal. Saya berharap semoga ada wawasan baru seputar perawatan rambut pada acara tersebut. 

Tidak hanya membahas seputar perawatan rambut dari Azalea yag diwakili Teh Sarah, event Azalea Hijab Dating with Bandung Hijab Blogger ini juga berisi workshop fotografi dan teknik penulisan untuk blogger. Dua hal yang sangat krusial bagi blogger karena idealnya seorang blogger bisa menulis kalimat efektif dan memperkaya isi tulisannya dengan foto-foto bercerita.


Sekilas Tentang Bandung Hijab Blogger

Acara ini berlokasi di Rumah Makeupuccino pada hari Sabtu, 15 September 2018. Rara dan Nesa membuka acara sekaligus menceritakan secara singkat tentang komunitas Bandung Hijab Blogger. Bermula dari banyaknya permintaan minta diajari ngeblog, dua gadis ini pun membagi ilmu blogging mereka melalui Bandung Hijab Blogger (BHB). Mereka menyebutnya berbagi ilmu, bukan mengajari. 

www.siswiyantisugi.com
Rara dan Nesa (dok. @alteregovaxproduction)

Komunitas BHB berdiri tahun 2018 digagas oleh Rara Febtarinar. Dalam misinya, BHB bermaksud menjadi fasilitator bagi para blogger perempuan Bandung, khususnya yang berhijab untuk terus meningkatkan kemampuan blogging mereka. BHB terbuka untuk siapa pun yang ingin belajar blogging, bahkan kalau belum punya blog juga tetep bisa gabung di @bandunghijabblogger.



Tips Perawatan Rambut dari Azalea Hijab Care

Usai acara perkenalan, mulailah Teh Sarah menjelaskan Azalea Hair Hijab dan Body Mist sebagai rangkaian perawatan rambut bagi hijaber. Azalea Shampoo merupakan sister brand dari produk perawatan rambut Natur. Makanya ada tulisan Inspired by Natur di goodie bag-nya. 

Sebagai The Real Hijab Hair Care, Azalea Shampoo mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan rambut agar senantiasa sehat dan indah. Kandungan itu di antaranya adalah minyak zaitun dan ginseng. Teh Sarah juga menjelaskan cara mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan. Agar rambut rontoknya tidak lebih dari seratus helai, biasakan rambut disisir dulu sebelum keramas. Jangan menyisir rambut saat basah karena rambut akan mudah patah dan rontok. Gunakan shampoo yang mengandung ginseng untuk menguatkan akar rambut. Selain itu, perhatikan juga nutrisi makanan yang dikonsumsi.

www.siswiyantisugi.com
dok.pribadi


Rangkaian Azalea hijab care adalah Azalea Shampoo dan hijab mist. Saya suka wangi shampoo dan hijab mist-nya. Segar dan tahan lama. Rambut saya menjadi tidak lepek, tapi juga tidak terlalu mengembang. Dengan pemakaian teratur, kandungan ginseng di dalamnya akan menguatkan akar rambut saya. Hari-hari dengan helaian rambut yang rontok pun akan teratasi.




Kiat Menulis bagi Blogger

Rangkaian acara selanjutnya adalah kiat menulis dari Dyah Prameswari. Mbak Dyah, biasa saya menyapanya, awalnya adalah seorang penulis buku. Salah satu bukunya yang pernah saya baca adalah novel drama berjudul Dua Kisah di Mata Fe. Dua kisah atau dua dunia, saya lupa persisnya. Ia juga banyak menulis buku anak. Buku terbarunya berkisah tentang kuliner berjudul Djuru Masak. Buku fiksi Djuru Masak ini juga meneguhkan posisinya sebagai foodie blogger yang andal. Saya suka banget lihat foto-foto makanan di blognya. ^^

www.siswiyantisugi.com
Rara Febtarinar dan Dyah Prameswari (dok. pribadi)
Mbak Dyah menekankan pentingnya blogger menulis sesuai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Selain itu, blogger juga harus bisa membedakan kata depan dan kata imbuhan. Penulisan di sebagai kata depan tentu berbeda dengan di  sebagai kata berimbuhan. Kiki diterima bekerja di perusahaan multinasional. Silakan dicermati penggunaan di  sebagai kata depan dan kata imbuhan pada contoh kalimat di atas. 

Tips Fotografi untuk Blogger


www.siswiyantisugi.com
Nadia Putri dari Lensa Kreatif Bandung (dok.pribadi)
Nah, tibalah waktunya menyimak tips fotografi dari Teh Nadia Putri. Dari sekian banyak tips yang ia jelaskan, ada tiga tips yang paling saya ingat. 
  • Pemilihan waktu memotret, yaitu pukul 8-9 pagi dan 4-5 sore. Mengapa? karena pada jam-jam tersebut, pencahayaan alaminya bagus untuk foto kita. 
  • Gunakan repeat colour sebagai bahan tambahan latar foto. Maksimal dua repeat colour dan harus senada dengan objek yang akan kita foto. 
  • Biasakan mengedit foto sebelum diposting di media sosial atau di blog. Kita bisa menggunakan aplikasi edit foto, seperti snapseed, agar hasil foto lebih bagus.
Tiga acara inti selesai, games pun hadir untuk menyegarkan suasana. Kebetulan saya ikutan di salah satu games itu. Permainan menyebutkan tiga kata dengan sangat cepat sebanyak sepuluh kali. Horee..saya berhasil. Hadiahnya paket perawatan rambut dari Natur. Senangnya, saya makin semangat merawat rambut nih ^^

Saat matahari sudah makin tinggi, acara pun berakhir. Ditutup dengan foto bersama, semua peserta melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Terima kasih BHB dan para pemateri untuk akhir pekan penuh faedah. Sampai jumpa di lain kesempatan ^^

www.siswiyantisugi.com
dok. BHB

Saturday, September 8, 2018

Pentingnya UKM Melek E-Commerce

 
foto : solusiukmcom
Beberapa tahun terakhir, e-commerce menjadi bahasan menarik yang ramai diperbincangkan. Perbincangan ini makin intens ketika online shop bermunculan bak cendawan di musim hujan. Mungkin hampir tiap bulan pasti ada iklan online shop baru di televisi. Itu baru online shop besar, belum online shop kecil-kecil yang muncul tiap hari. Benar kiranya jika era digital sangat menguntungkan mereka yang masuk golongan lazy market.

Golongan lazy market ini mulanya hanya segelintir orang, makin lama virus lazy market makin menyebar. Akhirnya, diakui atau tidak, virus lazy market menyerang hampir semua orang yang hidup di abad ke-22. Virus ini tidak hanya menghinggapi generasi milenial, tetapi juga  generasi baby boomers lho. 

Mengapa demikian? Karena semua orang pasti menyukai kemudahan. Semua orang pasti merasa senang dan nyaman jika hanya dengan sentuhan jari di atas keypad atau keyboard, ia  sudah bisa memenuhi sebagian besar kebutuhannya.

Jadi sebenarnya, apa sih tujuan e-commerce? Ternyata tujuan e- commerce adalah untuk memudahkan orang memenuhi kebutuhannya. E-commerce lahir sekira tahun 1999. Pada tahun itu, masyarakat Indonesia masih sangat awam dengan istilah e-commerce.  Wajar karena hanya segelintir orang yang bisa mengoperasikan internet di masa itu.

Online shopping yang pertama kali muncul adalah toko bagus. Kini berganti nama menjadi olx.co.id. Selain itu, ada kaskus yang menjadi tempat transaksi online terbesar di masanya. Belasan tahun kemudian, pelaku usaha yang membuka online shop semakin banyak. Sebutlah Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee, Blibli, dan sebagainya. 

Semakin banyak online shop, semakin keras persaingan di dunia e-commerce. Persaingan ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Setiap pelaku usaha, baik skala mikro, kecil, maupun menengah harus bergegas menyesuaikan diri dengan perubahan yang datang tanpa henti.

Retail is Detail

Membaca pentingnya pengetahuan pelaku usaha terhadap perkembangan e-commerce, SolusiUKM sebagai rumah digital pelaku UKM di Indonesia yang fokus pada solusi rapi pembukuan bekerja sama dengan Coconut Indonesia mengadakan diskusi untuk para pelaku UKM. Karena diselenggarakan pagi hari, diskusi ini pun dinamai Digital Breakfast #5. Bertajuk Retail is Detail, dua pembicara pada Digital Breakfast #5 mengupas tuntas berbagai faktor yang harus disiapkan para pelaku usaha agar siap menghadapi perubahan tren e-commerce. Tidak hanya itu, para pelaku usaha pun harus survive di tengah persaingan bisnis digital yang ketat. Selain mengenali medan perang (baca: peta persaingan), para pelaku usaha pun harus mempunyai pembukuan yang rapi.

Kuntowiyoga, Strategic Director Panenmaya Group, memulai pemaparannya dengan menyajikan lima besar online shop di Indonesia berikut total visitornya setiap bulan.

www.siswiyantisugi.com
infografis : https://dailysocial.id

Untuk apa informasi semacam ini kita ketahui? Agar sebagai pelaku usaha kita tahu market place yang tepat untuk produk jualan kita. Berdasarkan hasil survey, pada umumnya orang Indonesia menghabiskan Rp 481.000,00 setiap kali berbelanja online.

www.siswiyantisugi.com
infografis : https://dailysocial.id
Menyikapi besarnya animo masyarakat terhadap keberadaan online shop, para pelaku usaha harus memahami empat hal penting ini :

1. Identify / mengenali

  • identify who you are
  • identify where you are
  • identify what you're good at

Setiap pelaku usaha harus bisa mengenali posisi dirinya di dunia usaha. Apakah sebagai pencipta brand, distributor, atau retail. Untuk itu, ia harus melakukan penelitian pasar lebih dulu sebelum membuka online shop. Jika ia sudah bisa mengenali posisisnya, identifikasi atau kenali hal unik yang dimiliki produknya sehingga memiliki nilai jual. Perhatikan juga cara menetapkan harga barang. Jangan terlalu mage urah karena biasanya customer malah akan curiga. Harga sangat murah mungkin barangnya palsu.

2. Develop / mengembangkan

  • develop a presence
  • develop a solution, not only making product or service
  • develop story before sales
Setiap pelaku usaha harus bisa menjalin kedekatan dengan customer. Bagaimana caranya? Bisa dimulai dengan mendeskripsikan produk yang dijual melalui cerita di balik pembuatan produknya. Selain itu, pelayanan maksimal tetap diberikan pasca pembelian produk. Dengan kata lain, sebagai pelaku usaha, ia harus bisa memberikan solusi, tidak hanya membuat produk atau melayani customer saat belanja produk tersebut.

3. Engage
  • engage a target market
  • engage with a response
Setiap pelaku usaha harus bisa membidik pasar yang jelas. Maksudnya, ia harus mengetahui lebih dulu target pasarnya. Siapa saja yang membutuhkan produknya dan produk macam apa yang mereka inginkan. Platform IG dan FB menyediakan orang-orang yang mencari produk atau jasa yang mereka butuhkan secara spesifik. Inilah yang disebut sebagai big data.

4. Accelerate / percepatan

Setiap pelaku usaha harus selalu mengukur dan menganalisis jumlah modal yang dikeluarkan dengan laba yang diterima. Dengan pengukuran dan penganalisisan yang tepat, pelaku usaha bisa melakukan percepatan mengembangkan usahanya secara cerdas. Salah satu percepatan itu bisa berupa sistem pembukuan yang rapi.

Accurate Online

Menurut Lukman Bijak Bestari, Product Manager Accurate, ada tiga alasan umum pelaku usaha tidak melakukan pembukuan, yaitu :

1. Tidak paham akuntansi
2. Tidak mau ribet
3. Tidak ada waktu

www.siswiyantisugi.com
Tim Accurate Online ( foto:pribadi)

Berangkat dari ingin membantu para pegiat UKM dan UMKM menuntaskan masalah laporan keuangan mereka, Accurate Online diciptakan. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang mampu menyajikan berbagai jenis laporan keuangan. 

Accurate Online sebagai software akuntansi mempunyai banyak kelebihan, di antaranya :
  1. Pegiat UKM dan UMKM tidak harus mahir akuntansi karena Accurate Online bisa menjadi asisten akuntansi yang andal.
  2. Accurate online menyajikan laporan keuangan secara akurat dan realtime.
  3. Accurate Online bisa memantau stok barang dengan mudah tanpa harus mengeceknya secar manual.
  4. Accurate Online terintegrasi dengan Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.
  5. Accurate Online juga terintegrasi dengan internet banking.
  6. Accurate Online pun bisa melakukan pemotongan pajak otomatis pada laporan keuangan perusahaan.
Teknologi pembukuan secanggih ini tentu sangat sayang dilewatkan. Kebetulan selama tiga puluh hari ke depan, Accurate Online memberi fasilitas coba gratis. Setelah selesai masa uji coba gratis, pengguna bisa membayar Rp 200.000,00 untuk berlangganan.

Harga yang sangat ekonomis untuk semua pelayanan laporan keuangan yang ditawarkan. Jadi, tunggu apa lagi? ilmu tahan banting di persaingan e-commerce sudah mumpuni. Jangan sampai usaha kacau hanya karena pembukuan yang salah penanganan.