Langsung ke konten utama

PRUprime Healthcare Syariah Sebagai Investasi


 Apa yang Anda lakukan jika seseorang menawarkan produk asuransi? Apakah Anda akan meluangkan waktu untuk mendengarkan penjelasannya lebih dulu atau langsung menolak dengan berbagai alasan? 

 Beragam respons muncul saat agen asuransi menawarkan produk yang dinilai tidak berguna bagi sebagian orang. Mengapa demikian? Karena banyak orang yang belum paham atau belum sadar pentingnya asuransi sebagai investasi.

 Asuransi dianggap membuang uang. Sebagian orang lagi merasa tidak punya dana untuk disisihkan setiap bulannya. Ada juga yang menganggap berasurasi sama dengan mengkhawatirkan masa depan. Benarkah demikian? 

 Tentu anggapan tersebut keliru. Berasuransi bukan berarti khawatir terhadap masa depan, melainkan menyiapkan diri dalam menjalani masa depan. Kita takpernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. karena itu, berasuransi menjadi hal yang penting dan perlu.

 Berangkat dari pentingnya mempersiapkan masa depan, beragam asuransi ditawarkan kepada masyarakat. Semakin maju pemikiran masyarakat, semakin peduli mereka terhadap hukum-hukum yang berhubungan dengan asuransi. Untuk itu, di hari jadinya yang ke- 10 tahun, Prudential Syariah sebagai perusahaan asuransi terbaik di Indonesia pada tahun 2017 meluncurkan asuransi syariah yang dinamai PRUprime healthcare syariah.
 PRUprime healthcare syariah merupakan produk asuransi jiwa rawat inap komprehensif yang berbasis syariah. Produk asuransi syariah terbaru dari Prudential Syariah tersedia dalam mata uang Rupiah adalah solusi komprehensif untuk perlindungan kesehatan dengan pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit untuk berbagai manfaat yang ditawarkan PRUprime healthcare syariah.

  Produk ini memiliki fasilitas PRUprime limit booster, yaitu sejumlah dana tambahan yang dapat digunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah terpakai. Terdapat juga manfaat Santunan Dana Marhamah atau santunan kasih sayang yang diberikan jika peserta yang diasuransikan meninggal. 
   
  Dalam rangka memperkenalkan produk PRUprime healthcare syariah kepada masyarakat, Prudential Syariah meluncurkan produk ini di Trans Hotel, Bandung, pada hari Sabtu, 10 Mei 2017. Acara yang juga bertepatan dengan syukuran usia ke-10 Prudential Syariah ini menghadirkan tiga panelis, yaitu Nini Sumohandoyo, Corporate Communications and Sharia Director, Prudential Indonesia; Ahmad Nuryadi, anggota Dewan Pengawas Syariah, Prudential Indonesia; Paradikma Subawa, Product Developmen, Prudential Indonesia.
          
           
   Panelis Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing Communication and Sharia Director Prudential Indonesia, menjelaskan bahwa PRUprime healthcare syariah merupakan produk asuransi rawat inap yang berbasis syariah yang membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan dengan jangkauan global dan manfaat yang dapat berkembang. “Produk ini diluncurkan karena Prudential senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan perlindungan berdasarkan prinsip dan nilai-nilai universal syariah,” tambah Nini.

  
    Sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah, Prudential Indonesia mencatat lebih dari 510.000 polis syariah yang aktif dan aset sebesar Rp 3,4 triliun. Berdasarkan catatan keberhasilan itu, Prudential syariah mengembangkan sayapnya di bidang asuransi jiwa syariah dengan menawarkan beragam keunggulan inovatif bagi nasabahnya dalam PRU prime healthcare syariah.
           

   Target utama PRUprime healthcare syariah adalah masyarakat Indonesia yang percaya pada nilai-nilai universal syariah. Para calon nasabah disarankan berkonsultasi dengan tenaga pemasar PRUprime healthcare syariah untuk lebih memahami dan memilih perlindungan terbaik yang bisa didapatkan sesuai kebutuhan mereka. Asuransi sebagai investasi agar masa depan tertata rapi.

Komentar

  1. Iyaa banget.
    Aku juga gitu deeh...kalo ada telp dari bank yang menawarkan jasa asuransi.

    Padahal mah...penting.
    Paling engga, kita diskusikan dulu seperti apa akad dan tujuannya.

    Nice sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. esok-besok kalo ada yang telpon dari asuransi, didengerin dulu berarti ya :-D

      Hapus
  2. Senangnya sekarang sudah ada asuransi berbasis syariah yang menawarkan banyak manfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semakin yakin karena syariah juga ya :-)

      Hapus
  3. Berasuransi bukan berarti khawatir terhadap masa depan, melainkan menyiapkan diri dalam menjalani masa depan. Which is sama dengan investasi.. Yang dapet manfaatnya bukan cuma diri sendiri, tapi juga keluarga kita.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, asal kita bilang juga sama keluarga kalau kita berasuransi biar cepet klaim dan lancar mengurus persyaratan administrasinya :)

      Hapus
  4. kayaknya lebih sering nolak deh, ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha...abis nulis tentang Prudential Syariah,mungkin berubah pikiran,Mbak

      Hapus
  5. sekarang memang sudah zamannya kembali ke syariah ya biar tenang bertransaksi pun

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Renungan Kematian

Hari Minggu kemarin, saya dan keluarga menjenguk tetangga sebelah yang dirawat di Rumah Sakit Kebon Jati, Bandung. Karena terbiasa memanggil `Mbah`, setibanya di rumah sakit, mulanya saya bingung juga nama beliau saat bertanya pada satpam lokasi ruangan Bougenville tempat beliau dirawat. Setelah menelepon Ibu RT, akhirnya saya tahu nama beliau, `Ibu Supiah`. Duh, hampir dua tahun kami bertetangga, saya takpernah mengetahui nama beliau. Betapa saya tetangga yang payah karena terlalu sibuk bekerja. Ruang Bougenville terletak di lantai 2 gedung ini. Saya baru dua kali menjenguk relasi di rumah sakit ini. Kali pertama kalau tidk aslah semasa SMP, waktu itu, saya bersama teman-teman sekelas menjenguk wali kelas kami. Bangunan rumah sakit ini kusam, terkesan tidak terawat. Kesan lain yang tertangkap adalah bagnunan ini seperti sedang direnovasi.  Semoga kesan kedua yang benar. Entah karena bangunan tua entah karena kusamnya, jika kelak terpaksa harus dirawat di rumah sakit, semoga dirawat…

Makna Headline bagi Kompasianer

Lama sekali saya tidak menulis di kompasiana. Saking lupanya, saya tidak ingat kapan terakhir menulis di sana. Seperti yang lain, ide menulis sebenarnya kerap muncul, tapi eksekusinya yang sering gagal. Akibatnya, ide-ide itu menguap tanpa bekas. Yang tersisa hanya sisa-sisa kata yang taktahu bagaimana merangkai alurnya. 
Mulanya saya sangat semangat menulis tentang kemenangan Trump di Pilpres Amerika November silam. Namun, kesempatan fokus menulis yang tak kunjung disempatkan membuat ide berikut gambaran tentang alur tulisan itu menguap pelahan hingga hilang. Akhirnya, ya sudah, tak ada ide menarik lagi untuk ditulis. Saya agak menyesal sebetulnya karena momentum menulis tentang Trump saat itu sedang hangat-hangatnya. Di koran langganan saya, hampir tiap hari opini yang dimuat bicara tentang Trump dari berbagai sudut pandang. Saya memang tidak atau lebih tepatnya belum berencana mengirimkan tulisan itu -kalau sudah jadi- ke media cetak. Cukuplah saya posting di Kompasiana. Mengapa Kom…

Lalu Lalang Pikiran

Selamat pagi . . . 
Cukup cerah Kamis pagi ini. Kecerahannya tidak menyurutkan berbagai pikiran yang lalu lalang di kepala saya. Banyak hal minta diurai agar takjadi beban. Bagaimana pun klasifikasi masalah atau tugas itu perlu dilakukan.
Ada dua naskah yang sudah ditunggu penerbit. Saya menjanjikan akhir minggu ini selesai. Sayangnya, inkonsistensi menghambat lagi. Dua hari kemarin saya keasyikan membaca Intelegensi Embun Pagi-nya Dee. Buku ini saya beli April 2016 silam dan baru dibaca dua hari kemarin. Sebelum 2016 berakhir, buku ini harus selesai. Resensinya menyusul. Akan saya tulis setelah resensi Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto karya Mitch Albom saya selesaikan. Sebelum 2016 berakhir, harus ada resensi yang saya kirim ke media. Dimuat atau tidak, itu urusan lain. 
Nah, karena keasyikan membaca itu, slogan "tar sok..tar sok..." melanda saya. Di hari Kamis ini, kesadaran itu menyeruak lagi. INGAT! modal penulis freelance adalah kepercayaan agar ada proyek-proyek lanju…