Saturday, March 31, 2018

Lima Alasan Saya Sulit Move On dari Restoran Royal Kashimura Shabu



Hari Sabtu, 24 Maret lalu, saya bersama teman-teman blogger berkesempatan datang ke acara launching restoran masakan Jepang baru. Restoran ini berlokasi di jalan Lombok nomor 45, Bandung. Namanya Royal Kashimura.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Masakan Jepang adalah favorit saya. Saat diberi kesempatan datang ke launching restoran Jepang, ini sesuatu banget. Hati saya senang bukan kepalang.

 Jadi, meskipun pagi itu cuacanya mendung. Belum lagi angin bertiup lumayan kencang, membuat badan saya yang sedang meriang makin terasa panas dinginnya. Namun, semua tidak berarti apa-apa. Mengapa? karena Royal Kashimura Shabu mengobati semuanya.

Ini lima alasan saya untuk kembali datang lagi dan lagi ke Royal Kashimura Shabu :

1.  Semua produk makanannya dijamin HALAL

     Jujur, selama ini saya sangat berhati-hati dengan masakan Jepang. Meskipun saya tergila-gila pada sushi dan shabu, saya tetap takbisa sembarangan memutuskan restoran Jepang yang akan saya kunjungi. Saya harus mencari informasi kehalalan produk makanan yang disajikan. Kalau belum ada sertifikat dari MUI, saya skip aja deh.

GM Royal Kasimura Shabu, Yanto Riyanto, berkemeja biru
   Nah, saat pengenalan restoran, GM Royal Kashimura Shabu, Yanto Riyanto, menjelaskan semua bahan makanan yang digunakan di restoran ini dipasok dari supplier yang sudah bersertifikat halal. Hati saya lega dan bahagia mendengarnya. eaa...

2. Bahan makanannya berkualitas alias segar dan sehat.

sayuran segar mengundang selera

buah-buahan pembuka


bakso ikan, udang, kepiting, dsb.



aneka saus dan pelengkap shabu
3. Harga terjangkau

Pada soft launchingnya ini, harganya murah banget. Hanya dengan Rp 109 ribu, kita bisa nyabu sepuasnya. Nyabu yang ini halal dan sehat. Dijamin nagihnya ngga nyusahin kantong dan kesehatan kita. Ciyus!

Masa promo ini berlangsung mulai tanggal 24 Maret 2018 sampai dengan 1 April 2018. Seminggu memang sekejap. Makanya, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seru kali ya, selama seminggu ini, maksinya ke Kashimura. hahaha...

Nah, mulai 2 April mendatang, harga yang berlaku ada di daftar menu di bawah ini :


baca teliti sebelum membeli ya,guys :)

4. Tempatnya luas & instagramable


halamannya aja luas, gimana bagian dalamnya ya?



Mulanya, saya mengira restoran baru ini halamannya mungil saja. Ternyata di luar dugaan, Halamannya luas. Ini tentu memudahkan pengunjung memarkirkan kendaraannya.

Melangkah ke dalam restoran, saya dan teman-teman blogger dibuat kagum oleh desain interior ruangannya.




Tak habis-habis kami abadikan setiap sudut ruangannya. Mulai dari penataan kursi,meja, hiasan dinding hingga perpaduan warna di setiap ruangan semua memikat hati. Instagramable banget deh

interior favorit saya
smoking room di balkon.
lantai 1 





salah satu sudut di lantai 1

suasana di lantai 2


See? keren banget kan ruangan-ruangannya? keren dan luaas. Ada gazebonya juga di luar ruangan. Saya nggak sempat memotretnya karena waktu itu gazebo-gazebonya masih dibereskan, belum siap dipakai. Dari penjelasan General Manager Kashimura, restoran ini menyediakan 397 kursi. Ratusan kursi lho!

5. Lokasi mudah diakses

Jalan Lombok 45 gampang dicari. Mau pakai kendaraan pribadi, pakai ojol atau taksi online, bahkan pakai angkutan umum pun, nggak susah cari lokasi Kashimura Shabu. Oh ya, angkutan umum yang lewat persis di depan resto ini adalah Sthall - Sadang Serang. Jadi, patokannya kalau mau pulang atau datang, bisa dari Stasiun Bandung. Bangunannya yang besar dengan lapangan parkir yang luas memudahkan pengunjung menemukan tempat ini.

Yuk rame-rame ke Royal Kashimura Shabu ^^

Monday, March 19, 2018

NIkmatnya Sambal Nusantara, Inovasi Terbaru Hokben untuk Keluarga Indonesia


"Panta Rhei, Yang Abadi Adalah Perubahan," kata Herakleitos, filsuf Yunani Kuno ratusan ribu tahun silam. Pernyataan itu memang terbukti benar. Tak ada yang luput dari perubahan. Jika ingin survive, kita harus mau berubah. Itu adalah pernyataan yang mengikutinya.

Perubahan terjadi pada siapa pun dan apa pun. Terlebih di zaman serbacepat seperti sekarang ini. Ketika teknologi informasi menggenggam dunia, kita sebagai penduduk dunia mau tidak mau harus menerimanya. Nah, dari milyaran penduduk dunia, kelompok mana yang paling tanggap mengikuti perubahan?


Tiga menu baru dari Hokben
Dunia usaha, jawabannya. Mengapa? Karena loyalitas konsumen berbanding lurus dengan inovasi.

Hokben sebagai salah satu pelaku usaha di bidang kuliner membaca mekanisme itu. Seperti yang disampaikan Mbak Kartini Mangisi, ComDiv Head Hokben, selama 33 tahun usia Hokben, sudah banyak inovasi yang dilakukan. 

Dari sekian banyak inovasi itu, rebranding Hokben adalah salah satunya. Rebranding Hokben bisa dilihat pada mural yang ada di jendela Hokben. Mural juga bisa dilihat di logo besar yang ada di pintu masuk di Hokben Paskal 160. Mural Hokben itu menggambarkan kehangatan keluarga, keramahtamahan, persahabatan, saling menghargai, dan kebanggaan (parent and kid, welcoming hello, friendship, respect, and pride).

Gambar kecil-kecil warna kuning di bagian bawah itu adalah mural Hokben 
Inovasi terbaru yang diperkenalkan Hokben kepada masyarakat Indonesia adalah sajian sambal khas Nusantara sebagai pelengkap sajian utama dalam menu Hokben. Sambal ini menggantikan mayonaise dalam menu Hokben Suka 1, Hokben Suka 2, dan Hokben Suka 3. Ada tiga jenis sambal yang bisa dinikmati para pecinta pedas, yaitu sambal matah, sambal bawang, dan sambal hijau. 

Kalau kamu pecinta pedas, kamu wajib coba sambal matah. Pedasnya mantap, bikin lidah terbakar, tapi nagih. Sambal bawang juga tidak kalah garang pedasnya. Nah, buat kamu yang nggak terlalu suka pedas, tapi suka nyicip dikit-dikit masakan pedas, sambal hijau cocok nih.


Misalnya kalau kamu merasa sambalnya kurang banyak, kamu bisa nambah sambalnya. tiap sambal dibanderol Rp 5000,00/bungkus. Jadi, bisa di-mix-kan dengan paket Hokben yang lain. Dicampur mayonaise rasanya seru juga kali ya?


Berlokasi di Hokben Paskal 160, Hokben pun mengundang Blogger Bandung untuk mencicipi tiga menu baru Hokben dengan sambal Nusantara. Sebelum icip-icip menu baru, Fanny Natalia sebagai pemandu acara mengajak Blogger Bandung bermain dalam beberapa games berhadiah voucher dari Hokben.

ini para pemenang games, kompetisi kultwit, dan posting foto di IG
Selain games penambah seru acara, ada juga kompetisi kultwit dan posting foto di Instagram.

Baru di acara ini, saya semangat banget ikut kompetisi kultwit dan posting foto di IG.  Ada dua foto yang saya unggah di IG dan sepuluh cuitan saya di Twitter. Sayangnya, Dewi Fortuna belum datang pada saya. Sepertinya saya harus serius belajar copy writing deh :-D
 
Sepanjang acara, kami tidak hanya menikmat menu Hokben Suka yang lezat dan sensasi rasa sambalnya, tetapi juga suasana Hokben Paskal 160 yang nyaman. Cocok banget untuk kumpul keluarga, rapat kecil, atau sekadar kongkow bareng teman-teman.







Acara di hari Selasa, 13 Maret 2018 ini seru banget pokoknya. Selain launching inovasi baru dari Hokben, ada juga sesi berbagi ilmu pembuatan Vlog dari Kang Ali Muakhir. Games sudah, penyerahan hadiah untuk pemenang kompetisi kultwit dan posting foto di IG sudah, makan-makan juga sudah. Yang belum apa yaa? foto-foto dong ^^

Acara pun ditutup paripurna dengan foto bersama di bawah logo keren Hokben. Blogger Bandung pulang dengan hati senang, perut kenyang, dan lidah kepedesan. Semoga Hokben semakin dicintai keluarga Indonesia. Apalagi di tahun 2017, Hokben sudah memeroleh sertifikat sistem jaminan halal dari MUI. Sertifikat itu berlaku selama empat tahun. Maju terus Hokben, semakin inovatif dan semakin enaak makanannya :)




Terima kasih Hokben ( dok. Efi Fitriyyah)