Sunday, April 22, 2018

Pentingnya Manajemen Waktu bagi Ibu


Sebagai ibu dua anak, yang satu masih bayi, seringkali waktu bergerak sangat cepat. Tau-tau sudah siang. Tau-tau sudah maghrib. Saat merencanakan akan menulis begitu bayi sudah tidur, eh malah saya sibuk dengan pekerjaan rumah tangga. Atau di malam hari, saya malah bablas ikut tidur karena kelelahan. Tau-tau sudah subuh. Di titik itu, saya sering merasa gemas sendiri. Waktu memang bagaikan pedang. Dan saya berkali-kali terlibas olehnya.

Pentingnya Skala Prioritas

Padahal, kata orang bijak, bukan waktunya yang pendek, melainkan kita yang tidak pandai mengelola waktu. Seharusnya setiap orang mempunyai skala prioritas dalam kesibukannya. Kita harus membagi 24 jam itu untuk beribadah, pekerjaan kantor, suami, anak-anak, pekerjaan rumah tangga, sahabat, diri sendiri, dan komunitas. Untuk sebagian orang, bisa saja urusannya lebih banyak dari yang sudah saya sebutkan. 

Nah, dari sekian banyak pengelompokkan itu, manakah yang menjadi prioritas kita? Apakah pekerjaan kantor, keluarga, pekerjaan rumah tangga, sahabat, diri sendiri atau ibadah? Sebagai orang dewasa, tentu seharusnya kita sudah bisa memilahnya dengan matang.

Belajar dari pengalaman terlibas pedang waktu, saya mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahan saya dalam mengelola waktu. Saya tidak ingin menyesal kehilangan kesempatan menyelesaikan banyak hal karena terlalu santai atau salah mengelola waktu. Dari hasil introspeksi itu, saya kemudian menyusun manajemen waktu yang pas untuk saya. 

Ini lima prinsip manajemen waktu versi saya :

1. Saya menyusun agenda per bulan, per minggu, dan per hari.

Setiap bulan maksimal ada tiga agenda besar yang harus saya selesaikan. Pada setiap minggu, hanya ada tiga agenda yang harus saya kerjakan. Begitu juga agenda harian; hanya ada tiga agenda penting yang harus saya selesaikan. Saya memilih tiga karena realistis menurut saya, tidak terlalu sedikit, tidak terlalu banyak juga. 

2. Untuk pekerjaan rumah tangga, saya membaginya dalam seminggu.

Saya mencuci pakaian pada hari Rabu dan Sabtu. Saya memasak saat saya tidak mencuci pakaian. Agenda mengganti sprei, membereskan perabotan rumah, dan pekerjaan sejenis saya lakukan seminggu sekali, antara hari Rabu atau Sabtu. Hanya mengepel yang saya lakukan setiap hari karena bayi saya bermain di lantai berikut remah-remah makanan yang disebar olehnya.

3. Saya membuat jadwal untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Saya meluangkan waktu sebulan sekali berbelanja kebutuhan kering rumah tangga, seperti sabun, pasta gigi, deterjen, dan sejenisnya. Seminggu sekali saya berbelanja kebutuhan dapur yang awet, seperti telur, pasta, bumbu-bumbu jika ada yang habis. Sementara untuk lauk, sayuran dan buah, saya berbelanja tiga hari sekali. Bagi saya, pembagian waktu seperti itu menghemat uang dan tenaga.

4. Hari Minggu adalah hari kebebasan

Hari Minggu bagi saya adalah reward. Ada suami dan anak yang membantu pekerjaan rumah tangga. Pada hari ini juga, saya bisa bercengkerama lebih lama dengan anak-anak dan suami. Namun, tidak harus saklek juga sih. Kadangkala saya harus bekerja ke luar rumah di hari ini. Kalau tidak ada kegiatan di luar, saya menghabiskan waktu membaca koran favorit saya, Kompas. Biasanya sih saya akan mengecek ulang isi koran enam hari ke belakang.

Kudapan Menemani Padatnya Aktivitas 

Di setiap kesibukan, saya tidak pernah bisa lepas dari cemilan. Pagi hari, sebelum sarapan, biasanya saya mengudap biskuit, kue basah, gorengan, atau beberapa potong cake bersama secangkir teh atau kopi. Kebiasaan mengudap ini sudah menjadi tradisi keluarga kami.

Sejak kenal Julie's Peanut Butter Sandwich, kami memilihnya sebagai kudapan di pagi hari atau kapan saja saat kami ingin ngemil. Rasa gurih dari kacang dan butternya membuat kami ketagihan ingin lagi..lagi..dan lagi. Apalagi sekarang ada promo beli 2 gratis 1 di Indomaret. Makin semangat saya menyetok Julie's Peanut Butter Sandwich di rumah. 

Tidak hanya promonya yang menarik hati, lomba foto dari Julie's hadiahnya pun menggiurkan. Ada microwave, alat masak, dan voucher belanja senilai jutaan rupiah. Info lombanya saya baca di http://bit.ly/BuahTanganPenuhCintaDariJulies. Bisa juga dicek di Facebook Julie's atau di IG-nya @julies.ind. 

nyam..nyam..Julie's Peanut Butter Sandwich enyaak..
Saya sih berharap memenangkan voucher belanjanya supaya bisa belanja Julie's Peanut Butter Sandwich yang banyaak :) Stok Julie's di rumah cepet abis soalnya. Gimana nggak cepet abis, putri sulung saya doyan banget. Bahkan dia sekarang menularkannya pada adiknya yang umurnya masih 14 bulan :)  

pasangan yang pas
Bagi saya sendiri, biskuit gurih renyah ini kerap menemani saya di segala suasana. Saat saya sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, saya mencomot 1-2 keping Julie's sebagai pengganjal lapar.

Di kesempatan lain, saya menikmati Julie's Peanut Butter Sandwich bersama segelas teh hangat. Me time yang benar-benar berharga. Maka nikmat mana lagi yang saya dustakan?