Wednesday, October 3, 2018

Kebahagiaan Anak Kunci Keberhasilannya di Masa Depan

www.siswiyantisugi.com
doc : MajalahKartini.co.id

Bisakah anak bahagia jika orangtuanya penuh konflik dan trauma?

Bisakah anak bahagia jika ibu dan ayah tak melibatkan diri dalam setiap aktivitas bersama?

Jawabannya : Tidak!



Kebahagiaan adalah dasar bagi setiap orang untuk menjalani kehidupannya. Apabila ia bahagia, ia pasti bisa menikmati hidupnya. Bahagia tidak muncul begitu saja. Bahagia harus diciptakan. Bagaimana caranya?

Pada kesempatan yang sangat berharga, pada hari Rabu, 26 September 2018 lalu, dalam worksop bertema Grow Happy Parenting bersama Nestle Lactogrow, Psikolog Elizabeth Santoso, M.Psi, SFP, ACC, berbagi ilmu tentang gaya pola asuh. Psikolog cantik dan cerdas ini mengajak hadirin berbincang tentang pola asuh yang membentuk anak-anak bahagia. 


Apa Itu Bahagia?

Bahagia adalah rasa damai. Bahagia adalah rasa aman. Bahagia adalah rasa tidak terbebani. Tiga definisi ini merupakan  hasil pemaparan studi Child Happines yang diumumkan Nestle Lactogrow pada Juli lalu di Jakarta. Kehadiran Nestle Lactogrow di Bandung sendiri merupakan yang pertama kalinya.

Tiga definisi itu sifatnya abstrak; opini orang dewasa. Lalu, bagaimana anak-anak mendefinisikan bahagia? Ternyata bahagia bagi anak-anak hanya satu : bermain bersama orangtuanya. Bagi anak-anak, kehadiran orangtua saat mereka menonton televisi, membaca buku, bermain games, bermain di taman, atau saat mendengarkan cerita mereka tentang apa saja adalah peristiwa yang membahagiakan. 

www.siswiyantisugi.com
Psikolog Elizabeth Santosa (dok.pribadi)

Sederhana ya? Kita sebagai orangtua cukup menemani mereka dan mereka bahagia. Oh, ternyata maksudnya tidak demikian. Yang benar bukan hanya menemani, melainkan juga melibatkan diri. Apalah artinya anak-anak menonton film favoritnya bersama kita yang fokus dengan gadget di tangan. Adakah maknanya menyuruh anak membaca buku sementara kita asyik mengobrol dengan teman-teman di WAG. Kita hanya menemani. Kita sebenarnya masih membiarkan anak bermain sendiri. Kita ada, tapi tidak berarti. Ow..ini jleb sekali.

Bersyukurlah orangtua yang hapal jalan cerita film favorit anaknya, kenal teman-teman bermain anak mereka, dan menjadi tempat pulang anak-anaknya dalam kondisi apa pun juga. Artinya mereka melibatkan diri dalam aktivitas anak-anaknya. Apakah saya sudah? Jujur, saya belum sepenuhnya melibatkan diri.

Lalu, mengapa penting tumbuh bahagia bagi anak?

www.siswiyantisugi.com

Kebutuhan psikologis yang memadai pada tumbuh kembang anak menjadi prioritas orangtua. Agar orangtua bisa fokus membahagiakan anak, ia harus bahagia juga. Pasangan yang melulu berkonflik pasti tidak bahagia. Ibu atau ayah yang belum selesai dengan trauma masa lalunya, secara langsung atau tidak, akan menularkan emosi-emosi negatif pada anaknya. Hal-hal semacam itu sebenarnya sudah meninggalkan jejak        ketidakbahagiaan pada anak-anaknya. Belum lagi tekanan hidup modern yang tidak dikelola dengan tepat bisa menimbulkan ketidakbahagiaan pada orangtua.

Apa saja contoh pola asuh yang mencerminkan ketidakbahagiaan orangtua? Beberapa di antaranya adalah orangtua yang overprotective disebabkan perasaan tidak aman. Pola asuh semacam ini akan menghasilkan anak-anak yang mudah curiga dan sering merasa tidak aman dengan lingkungan sekitarnya. Orangtua yang permisif karena tidak berani mengontrol anaknya atau ibu yang dipenuhi rasa bersalah karena harus bekerja.

Untuk mengecek tingkat kebahagiaan peserta workshop yang mayoritas adalah orangtua, Elizabeth membagikan selembar kertas berisi tabel yang harus diisi tentang emosi-emosi yang kami rasakan selama tiga bulan terakhir. Apabila kami banyak menjawab sering atau selalu pada emosi positif, artinya kami bahagia. Luar biasa ya? Kadangkala kita takpunya waktu untuk menelisik kondisi psikologis kita sendiri. Ternyata saat ada kesempatan menelisiknya, banyak "oo...saya begini ya.."

Agar bisa menularkan kebahagiaan pada anak, orangtua harus bahagia lebih dulu. Itu kuncinya. Bagaimana caranya menciptakan sekaligus menjaga kebahagiaan? Elizabeth Santosa menyarankan orangtua membuat jurnal pencapaian.

Jurnal pencapaian yang ditulis setiap hari atau seminggu sekali akan membantu orangtua mengenali sumber-sumber kebahagiaan dalam hidup, seperti positif afektif (tertawa, damai, berkarya), negatif afektif (marah, sedih, curiga), serta kepuasan diri. 

Orangtua yang bisa mengenali sumber-sumber kebahagiaan akan mengajarkan kepada anak-anaknya arti kebahagiaan yang sebenarnya. Bahwa tujuan hidup adalah bahagia dan tumbuh dalam kasih sayang. Membayangkan ini saja hati saya sudah amat lapang.


Gizi untuk Tumbuh Bahagia

Kondisi psikologis sudah dikupas tuntas, kondisi fisik pun takkalah pentingnya. Ungkapan men sana in corpore sano masih valid dalam studi kasus ini. Merespons hal itu, dr. Fatima Safira Alatas, Ph.D, Sp.A(K) mengatakan, "Berdasarkan hasil studi, sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui dan mengerti nutrisi seimbang termasuk susu dengan kandungan gizi yang spesifik untuk melengkapi asupan nutrisi bagi buah hatinya."



www.siswiyantisugi.com


Anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga dapat menyerap nutrisi seimbang dengan baik. Kondisi demikian membentuk pola makan dan pola tidur yang baik pada anak. Inilah yang dibutuhkan anak agar masa tumbuh kembangnya bahagia dan optimal. Piramida makanan berikut ini bisa menjadi gambaran strategi pemberian gizi seimbang bagi orangtua. 

www.siswiyantisugi.com
http://www.frewaremini.com

Meskipun seribu hari pertamanya sudah dilampaui, orangtua tetap harus memperhatikan asupan nutrisi bagi anak-anaknya hingga usia 18 tahun. Mengapa? karena masa pertumbuhan berlangsung hingga usia 18 tahun. Jadi, orangtua harus sangat memperhatikan kualitas makanan anak-anaknya. Anak-anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik. 

Bagaimana caranya agar sistem saluran pencernaan selalu sehat? dr. Fatima memberikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membentuk saluran pencernaan yang sehat,
  • hindari antibiotika tanpa instruksi dokter
  • makan makanan yang difermentasi, seperti yoghurt dan tempe
  • konsumsi suplemen bila perlu
  • kurangi pemanis buatan
  • makan makanan yang bervariasi
  • olah raga
  • kurangi stress

Kampanye Grow Happy dari Nestle Lactogrow

www.siswiyantisugi.com


Melalui kampanye Grow Happy, Nestle Lactogrow ingin membantu orangtua untuk bisa menerapkan kemampuan membangun kebahagiaan dirinya sendiri sehingga dapat menularkannya pada anak dan keluarga. Orangtua juga mampu memberikan strategi untuk menyediakan nutrisi yang optimal bagi anak-anak untuk tumbuh bahagia.

Menurut Brand Manager Nestle Lactogrow, Gusti Kattina Maulani, "Peran orangtua yang semakin menantang di masa yang lebih dinamis dan modern membuat Nestle Lactogrow berusaha membantu orangtua dengan menggelar workshop Grow Happy Parenting."

Workshop ini bertujuan berbagi informasi mengenai pola asuh anak serta tips memberikan nutrisi seimbang lengkap untuk tumbuh bahagia yang mudah diterapkan dalam keseharian. Selain itu, Lactogrow juga memperkenalkan tampilan barunya yang diperkaya dengan kalsium, minyak ikan, dan Lactobasillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang dan kesehatan pencernaan anak.

Selain kandungannya, emoticon senyum lebar berwarna biru sebagai brand Lactogrow memancarkan aura kebahagiaan bagi siapa pun yang melihatnya. Ternyata happy tidak selalu identik dengan kuning. Biru yang tenang pun bisa memancarkan rasa happy karna ada garis senyum lebar di sana.

Epilog

Happy Parents = Resilient Children
Anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang bahagia akan menjadi generasi tangguh di masa depan. Anak-anak bahagia ini kelak akan mampu menyelesaikan setiap masalah dan melewati berbagai tantangan di masa dewasanya. Generasi tangguh yang menjaga Indonesia.

 


No comments:

Post a Comment