Tuesday, October 30, 2018

Rencana Berakhir Tahun di Sapporo, Jepang



www.siswiyantisugi.com

Jepang merupakan salah satu destinasi wisata yang ingin saya kunjungi sejak remaja. Mengapa? Ini pengaruh dari komik-komik Jepang yang saya baca dan drama-drama Jepang yang saya tonton zaman SMP dulu.

Sebagian besar setting komik dan drama itu ada di Tokyo, Osaka, dan Sapporo. Tidak heran kalau saya pun berandai-andai bisa mengunjungi salah satu dari tiga kota itu. Syukur-syukur bisa mengunjungi ketiganya. Alangkah bahagia hati saya kalau impian itu terwujud.

“Di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” peribahasa ini sering menyentil saya saat saya merasa pergi ke Jepang hanyalah impian. Tidak mau disentil terus, saya pun berjuang keras menabung agar bisa mewujudkan mimpi mengunjungi negeri Sakura.

Bulan lalu, saya mengintip isi tabungan. Saldonya bisalah untuk jalan-jalan ke Jepang barang seminggu. Penginnya sih lebih lama, tapi kalau ingin lebih lama, tabungan saya masih kurang. Itu artinya saya takbisa liburan ke Jepang akhir tahun ini. Umur siapa yang tahu, saya pikir takperlulah kemaruk kelamaan di sana.

Selain mengurus paspor dan visa, hal penting yang saya lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kota-kota yang akan saya kunjungi. Terutama waktu yang tepat mengunjungi Jepang. Emm…lebih tepatnya sih, waktu yang sesuai dengan anggaran berlibur ke sana. Hehehe...

Ternyata, bulan Desember bukan bulan favorit wisatawan yang ingin berkunjung ke Jepang. Mengapa? karena pada bulan Desember sudah masuk musim dingin. Mungkin wisatawan enggan jalan-jalan sambil kedinginan. Namun, di bulan Desember ini, harga tiket pesawat cenderung lebih murah.

Saya merasa mendapat dukungan penuh dari kondisi itu. Pertama, saya memang mengagendakan berlibur ke Jepang akhir tahun ini. Kedua, saya ingin melihat salju. Ketiga, harga tiket murah ini sangat membahagiakan. Hihihi…Tak apa tidak bisa menikmati keindahan bunga sakura yang legendaris itu. Toh, pasti ada banyak objek wisata yang tidak kalah menariknya di musim dingin.

Langkah selanjutnya, pesan tiket. Saya mengecek berbagai tawaran harga tiket di internet. Agen-agen penjualan tiket makin canggih menawarkan dagangannya. Semua berupaya memberikan pelayanan terbaik dan terlengkap. Setelah menelusuri satu per satu dengan sangat cermat, saya putuskan membeli tiket di Traveloka.

Mengapa saya memilih Traveloka? Pertama, tag iklannya menenangkan hati customer, “Traveloka dulu, liburan kemudian”. Kedua, kita leluasa memilih maskapai dengan harga tiket dan fasilitasnya cocok di kantong dan sesuai ekspektasi kita. Ketiga, waktu kami sekeluarga berlibur ke Bali beberapa tahun lalu, saya juga menggunakan jasa Traveloka untuk membeli tiket dan memesan penginapan. Pelayanannya memuaskan.

Berbekal tiga hal itu, saya mulai berselancar mencari tiket Jakarta - Sapporo yang sesuai dengan budget saya. Saya memilih Sapporo sebagai tujuan wisata pada akhir tahun ini. Mengapa bukan Tokyo,Osaka, atau Kyoto? Sapporo), ibu kota Hokkaido, adalah kota terbesar kelima di Jepang. Namun, kota ini tenang dan aman. Penduduknya sangat ramah dan lingkungannya pun teduh.


Beberapa tujuan utama yang akan saya kunjungi adalah Akarenga, yang artinya bangunan dari batu bata merah, yang merupakan pusat kegiatan pemerintah Kota Sapporo. Di seberang Akarenga, kita bisa mengunjungi Former Hokkaido Government Office, yaitu gedung pusat pemerintahan lama yang sekarang dijadikan museum. Oh ya, Historical Village dan Shiroi Koibito Park juga menjadi tujuan wisata kami.


Akarenga Sapporo (dok. hokkaido-asean.org)

historical village (dok.willflyforfood.net)

Shiroi Koibito Park (dok.wisatajepang.co.id)



Odori Park (dok.good-hokkaido.info)


Setiap tahun di Sapporo diadakan Festival Salju di Taman Oodori. Saat festival, kita tidak hanya bisa melihat manusia salju, tetapi juga patung salju menyerupai tokoh-tokoh terkenal dari berbagai franchise populer dunia seperti Star Wars dan Final Fantasy. Etapi, fest

Rencananya kami akan berangkat tanggal 26 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. Tentu saja saya tidak sendiri. Ada Paksu dan anak-anak yang ikut serta. Petualangan setelah menikah adalah petulangan berjamaah :D

Penerbangan ke Sapporo dari Jakarta tidak sebanyak penerbangan dari Jakarta ke Tokyo atau Osaka. Takapa, yang penting ada dan Traveloka tetap memberikan beragam pilihan mulai dari yang paling mahal hingga yang ekonomis.

Setelah dapat tiket, Paksu bertugas memesan hotel. Pesannya tetap di Traveloka karena ada banyak pilihan mulai hotel bintang lima sampai hotel melati. Kami memilih hotel melati sebagai tempat menginap supaya lebih hemat. Lagipula uangnya kan bisa dipakai untuk keliling Sapporo dan wisata kuliner. Dari referensi tepercaya, Sapporo terkenal dengan hidangan lautnya yang komplit dan sedaap.

Ada tiga hal penting yang harus dicermati saat akan berlibur ke Jepang, yaitu tiket pesawat, penginapan, dan transportasi selama di sana. Dari berbagai artikel liburan ke Jepang yang say abaca, transportasi di Jepang terhitung sangat mahal. Sekali jalan bisa menghabiskan sekian juta rupiah. Padahal itu sudah pakai kereta api. Apalagi naik taksi, bisa wow banget harganya.

Untuk itu, saya memilih menggunakan Japan Rail Pass. Japan Rail Pass adalah tiket transportasi khusus yang berlaku untuk Wisatawan dari luar negeri yang mengunjungi Jepang untuk berwisata. Ada beberapa macam Japan Rail Pass dengan kategori Green (seat lebih luas) dan Ordinary, dengan masa berlaku Japan Rail Pass mulai dari 7 Hari, 14 Hari, sampai 21 Hari.

dok.cekhargaindonesia.biz.id

Japan Rail Pass ini dipakai untuk :

1. Semua jenis shinkansen kecuali Nozomi dan Mizuho

2. Pemakaiannya unlimited selama tiket yang dibeli masih valid dengan jenis JR Pass yang dibeli

3. Bisa digunakan di beberapa bus dan ferry di kota tujuan.

Kami juga membeli Japan Rail Pass di Traveloka. Semua dilakukan dalam satu waktu tanpa buang waktu dan biaya. Traveloka untuk semua kebutuhan. Bener memang, Traveloka dulu, liburan kemudian.





6 comments:

  1. Mba, saya tunggu kisah liburan di Sapporo-nya ya mba. Karena ini salah satu kota impian saya di Jepang. Setelah saya membaca novel Sapporo No Niji karya Hapsari Hanggarini.

    ReplyDelete
  2. waktu di jepang kemarin ingin banget beli tiket japan rail pass, tapi buat mahasiswa kayak saya harganya lumayan mahal hehe jadi urung, akhirnya jalan-jalan hanya di sekitaran kochi, osaka,kyoto. Moga suatu saat balik ke jepang bisa main ke sapporo deh hehe. Btw sudah pernah ke palestina, mesir dan yordania belum mba? kalau belum mampir ke blog saya yuk, ada cerita tentang 3 negara itu, siapa tau jadi pengen hehe

    ReplyDelete
  3. Wahhh bulan depan udah jalan-jalan ke Sapporo, semoga lancar perjalanannya ya mbak... ditunggu lho ulasannya. Soalnya pemilihan lowasi wisata ke Jepang beda dari yang lain, malah saya ga pernah dengan Sapporo sebelumnya, hehe

    ReplyDelete
  4. Wahhh bulan depan udah jalan-jalan ke Sapporo, semoga lancar perjalanannya ya mbak... ditunggu lho ulasannya. Soalnya pemilihan lowasi wisata ke Jepang beda dari yang lain, malah saya ga pernah dengan Sapporo sebelumnya, hehe

    ReplyDelete
  5. Nanti pas ke Sapporo, pas lagi musim apa mba?

    ReplyDelete
  6. wih semoga perjalanannya lancar mbak, pengen rasanya liburan ke jepang juga :D

    ReplyDelete