Sunday, August 25, 2019

Mental Positif Orangtua Modal Komunikasi dengan Remaja

Adakah orangtua yang bisa amat santai menyikapi perubahan sikap anak - anaknya ketika mereka menginjak usia remaja? Kalau ada, saya angkat topi setinggi - tingginya. Saluut!

Dulu, semasa saya masih rutin mengajar siswa SMP dan SMA, seringkali saya membatin melihat polah tingkah sebagian anak yang tidak lazim. "Ini orangtuanya gimana sih? Anaknya ngga santun banget, anaknya malas, dan centil sekali."

Waktu itu, anak saya masih duduk di bangku SD dan masih amat penurut. Dari buku - buku parenting yang saya baca, anak masih bisa dibentuk hingga usia 12 tahun. Karena pada usia remaja, pengaruh lingkungan sangat kuat. Berangkat dari pemahaman itu, saya menjaga si sulung agar mempunyai 'bekal' cukup untuk perkembangan psikologisnya di usia remaja.

Ternyata, bekal dua belas tahun masih harus bersaing dengan pengaruh peer groupnya sejak ia duduk di kelas 7. Sejak itulah, berbagai kompromi dimulai, salah satunya pemakaian pewarna kuku, alat pelurus rambut, penjepit bulu mata, hingga liptint. Saat sedang mentok, seorang teman berkabar ada kelas parenting dengan tema Menjalin Komunikasi Asyik dengan Remaja di SMP Hikmah Teladan, Cimahi. Kelas parenting ini merupakan kerja sama antara Komite SMP Hikmah Teladan Cimahi dan Rumah Parenting.

Lisna Jaelani Albarqie (dokpri)
Tentu saja saya sangat antusias dengan kabar itu. Pada hari Jumat pagi, dengan penuh harapan dan semangat 45, saya bergegas menuju SMP Hikmah Teladan. Kelas Parenting dimulai pukul 09.00 WIB. Selain saya, hadir pula para orangtua siswa SMP Hikmah Teladan. Pembicara pada kelas ini adalah Ibu Lisna Djaelani Albarqie. Beliau merupakan salah seorang pendiri Rumah Parenting. Sebuah lembaga yang fokus pada bimbingan konseling pada remaja. Lembaga ini berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

Tiga Unsur Ketahanan Keluarga


Pembahasan dimulai dengan tiga unsur ketahanan keluarga. Menurut Ibu Lisa, ketahanan keluarga tercipta dengan tiga unsur :

1. adanya visi dan misi keluarga
Saat dua orang berniat membangun rumah tangga, seyogyanya keduanya sudah mempunyai modelling keluarga yang akan dibangun.

2. adanya komunikasi yang efektif  dengan pasangan dan anggota keluarga
Komunikasi efektif adalah komunikasi dua arah; ada timbal balik.

3. terlaksananya fungsi pokok keluarga
delapan fungsi pokok keluarga menurut BKKBN :
fungsi agama, fungsi kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan.

Ketiga unsur ketahanan keluarga ini menentukan peran orangtua dalam tahapan perkembangan anak. yang terbagi atas tujuh tahapan. Sejauh mana orangtua berperan menjadi teladan dalam kehidupan sehari -hari berdasarkan delapan fungsi pokok keluarga.

Dokpri

Pada tahap masa pubertas hingga masa remaja akhir, 70% pengaruh datang dari lingkungan dan 20% masih ada pada orangtua. Persentase pengaruh orangtua bisa lebih bisa apabila pada usia 1 - 9 tahun, kedekatan antara anak dan orangtua maksimal.

Problem Komunikasi pada Remaja

Orangtua sering mengeluhkan betapa sulitnya berbicara pada remaja agar mereka mau mendengarkan dan patuh. Sementara itu, remaja pun mempunyai keluhan yang kurang lebih sama. Orangtua cenderung memerintah dan menuntut agar ia selalu mau menurut padahal sebagai individu, ia pun punya pandangan dan pendapat sendiri yang ingin dihargai.

Menurut Ibu Lisa, problem komunikasi pada remaja biasanya disebabkan oleh ketidakpahaman akan tugas perkembangan dan karakteristik remaja serta pola asuh yang diterapkan orangtua dalam keluarga. belajar membuat keputusan merupakan salah satu contoh tugas perkembangan utama remaja. Pada usianya, ia harus bisa menentukan akan makan apa, akan pergi ke mana, dan berteman dengan siapa.

Kemampuan anak membuat keputusan menandakan ia sudah mandiri secara mental. Agar kondisi ini berjalan dengan baik, orangtua harus menghindari delapan hal berikut ini :
  • menyalahkan
  • menyindir
  • bersikap sinis
  • mengungkit - ungkit
  • membuat remaja menangis karena dimarahi habis - habisan
  • menceramahi
  • mengganggu
  • bersikap berlebihan

Tiga Sikap Mental Positif Orangtua

Mendidik remaja bukan perkara sederhana. Orangtua remaja harus mempunyai tiga sikap mental positif, yaitu kesabaran, ketabahan, dan stamina. Tiga faktor utama yang bisa membangun pola pikir dan kesadaran untuk memahami dan memberi ruang remaja menjadi individu bermental mandiri dan menghargai.

Tentang Rumah Parenting

Kelas parenting yang diselenggarakan di SMP Hikmah Teladan ini merupakan salah satu program yang dimiliki Rumah Parenting dalam memfasilitasi pendidikan, pembinaan, dan konseling bagi orangtua dan keluarga.

Sejak berdiri 6 November 2006, Rumah Parenting sudah menyelenggarakan berbagai program, seperti pelatihan, seminar / workshop, Forum Bunda, dan konseling keluarga serta pernikahan. Selain itu, lembaga swadaya masyarakat ini juga mmpunyai divisi literasi untuk anak, remaja, dan dewasa. Lembaga ini juga bekerja sama dengan eRTeKa Giga dalam memberikan penyuluhan / sosialisasi tentang gaya hidup remaja yang benar agar terhindar dari perilaku dan
penyimpangan sosial yang akhir -akhir ini banyak menimpa remaja di Indonesia. Tujuan kerja sama ini adalah membangun pola pikir dan sikap remaja agar mempunyai seksualitas yang sehat dan lurus.

Rumah Parenting dan Komite SMP Hikmah Teladan (dokpri)




14 comments:

  1. Orangtua bermental positif berarti orangtua yang bisa mengendalikan diri saat menyikapi perubahan sikap remaja yang seringkali tidak sesuai harapan.

    ReplyDelete
  2. Komunikasi dengan anak remaja memang harus benar-benar hati2. Orangtua kadang harus dituntut memposisikan diri jadi jiwa yang labil, merasakan kembali gimana galaunya mencari jati diri.
    Aku salut dengan orangtua yang bisa menjadi teman bagi anak2nya, jadi anaknya gak merasa harus cari teman diluar untuk cerita dan curhat.

    ReplyDelete
  3. Menghadapi remaja itu memang butuh kesabaran ya, Teh. Bukan masanya mereka bisa diatur-atur lagi. Memang sebaiknya memposisikan sebagai teman, supaya mereka bisa lebih terbuka ya...

    ReplyDelete
  4. edukasi kaya gini nih penting bgt krn ga semua ibu punya latar pendidkan perenting secara mendalam, jadi menghindari trauma pada anak

    ReplyDelete
  5. Iya ya. Orangtua harus ekstrakeras neh kalau punya anak remaja. Ini saya lagi kebat-kebit jugs.

    ReplyDelete
  6. Sudah berdiri sejak lama tapi aku baru tau deh soal ini. Ide rumah parenting ini menarik. Bisa jadi solusi dari masalah keluarga. Tapi ini kayaknya lebih condong mencegah masalah ya daripada mengatasi

    ReplyDelete
  7. Aah...remaja itu begitu yaa...sensitif.
    Jadi ingat masa-masaku dulu...seriing banget gak nurut sama Ibu.
    Ya Allah, astaghfirulloh~

    Semoga Allah mudahkan dalam mendidik amanahMu ini, ya Allah~

    **sekarang baru kerasa setelah jadi orangtua.

    ReplyDelete
  8. Pasti banyak sekalintantangan mendidik remaja apalagi disaat mereka lebih percaya teman dari orang tua. Gejolak muda mereka harus mampu diarahkan orang tua menuju hal positif sehingga perkembangan pribadi terarah sesuai kebutuhan

    ReplyDelete
  9. Apapun itu yang namanya keluarga paling utama adalah komunikasi. Terutama memiliki anak remaja, generasi millennials yang butuh teman curhat terpercaya ya keluarga ya mba.

    ReplyDelete
  10. Tantangannya luar biasa ya mbak. Dulu kupikir setelah anak gedean dikit ortu udah bisa enak bisa ke mana2 tanpa rengekan bayi atau balita. Kenyataannya begitu anak udah remaja justru rasa khawatir berlipat2 hehe. Betul kudu membangun komunikasi efektif sama anak terus yaaa

    ReplyDelete
  11. Ini Rumah Parenting sejenis komunitas kah? Aku suka sih dengan pergerakan dan kegiatannya yang dijelaskan di atas.

    Kalo boleh usul, coba sering adakan bimbingan konseling bagi remaja secara berkala. Soalnya remaja zaman now banyak yang sering depresi akibat medsos. Aku salah satu yang pernah jadi korbannya 😑

    ReplyDelete
  12. Gimana gak efektif.. Orang Tua merupakan guru pertama dan terbaik fari...

    ReplyDelete
  13. Aku nih lagi tahap menghadapi anak remaja, salah komunikasi dikit bakal kehilangan mereka. Susah susah gampang tapi sungguh rumit

    ReplyDelete
  14. Teh Smp Hikmah Teladan belah mana yah? asa baru denger ternyata di Cimahi? hehehe sebagai orang Cimahi aku merasa kuper..

    Ngomongin VISI MISI keluarga, jadi inget sempet diskusi sama suami mau dibawa kemana keluarga kita. Sampe akhirnya suami nyontek visi misi keluarga berencana wkwkwk yang isinya baku banget tapi memang visi misi penting banget teh jadi ayah dan ibu akan membawa kendali atas anak dan keluarganya

    ReplyDelete