Sunday, May 6, 2018

Yakin Tidak Stress? Kenali Dulu Gejala Stress Berikut Ini


www.apa.org

Berapa banyak dari kita yang mau mengakui bahwa dirinya sedang stress? Dan berapa banyak dari kita yang reaksioner langsung mengelak?

Nah, sebelum mengakui diri stress atau sebaliknya, baca dulu ciri-ciri penanda stress berikut ini :

1. Energy low/lelah sepanjang hari/lebih sering merasa lelah.
Rasanya sudah tidur cukup, makan cukup, tapi badan kok rasanya letih, lelah, lesu, lunglai.

2. Tidur, tetapi masih bisa mendengar suara-suara di sekitarnya/sering mimpi buruk saat tidur.
Mata terpejam,; tubuh tidak bergerak. Namun pikirannya lalu lalang ke mana-mna. Suara-suara orang atau kendaraan masih terdengar jelas.

3.  Cemas terhadap berbagai hal; mudah curiga kepada orang lain
Takut ini, takut itu. Tidak percaya si A khawatir dia bakal begini, begitu, dan lain-lain.

4. Enggan bertemu banyak orang; sulit bergaul dengan banyak orang
Merasa tidak percaya diri jika harus bertemu dengan banyak orang,; merasa terbebani jika harus berurusan dengan orang banyak. 

5. Sulit tertawa lepas
Segala sesuatu dipandang serius. Hati terasa sempit sehingga sulit bahagia.



Bandingkan dengan ciri-ciri orang yang bahagia berikut:

www.pixabay.com
1. Mudah tersenyum
2. Tidur nyenyak
3. Fresh saat bangun tidur
4. Semangat memulai aktivitas
5.  Emosi stabil dan sabar

Anda cenderung yang mana? Apakah penanda stress lebih dominan dibandingkan ciri-ciri orang bahagia atau sebaliknya? Atau malah fifty fifty?

Kalau penanda stress banyak Anda temukan pada diri Anda, sudah waktunya Anda menemukan sumber stress itu. Sebab jika dibiarkan, lambat laun, stress yang dipendam di hati dan pikiran akan menjalar ke bagian tubuh. 

Jangan dikira asthma, nyeri lambung alias maag, bahkan migrain datang hanya karena kedinginan, terlambat makan, atau kelelahan. Sakit-sakit pada bagian tubuh yang bisa melumpuhkan semua aktivitas kita itu akarnya adalah teriakan minta tolong dari hati dan pikiran yang sedang sakit.



Sebelum teriakan hati dan pikiran semakin menjadi, segera lakukan ini :

1. Lakukan pola manajemen stress yang tepat untuk tubuh Anda.
Sebenarnya setiap orang mempunyai pola manajemen stress masing - masing. Akan tetapi, ada manajemen stress standar yang bisa diterapkan pada semua orang. Beberapa hal yang bsa dilakukan, antara lan :

  • identifikasi sumber stress. 
Mengenali sumber stress bisa dilakukan dengan menyusun daftar prioritas yang harus Anda kerjakan. Susunlah mulai dari yang mendesak hingga yang sangat tidak penting untuk dikerjakan.  Setelah itu, sisihkan hal-hal tidak penting yang menganggu pikiran Anda. Biasakan juga melepaskan kekhawatiran dengan melakukan automatic writing.
  • jalin komunikasi dengan orang-orang terdekat
Meskipun pada sebagian kasus, relasi dengan orang-orang terdekat, seperti pasangan, bisa menjadi sumber stress. Namun, kepedulian dan kasih sayang yang tulus dari orang-orang terdekat, selain pasangan jika sumber masalahnya itu, sangat membantu mengurai benang kusut dalam pikiran kita. Bisa jadi saran atau support mereka membantu kita menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
  • menjauhlah saat mulai marah
Tarik napas dan embuskan pelahan dalam 10 hitungan. Menyingkir dari penyebab kemarahan dengan melakukan aktivitas fisik bisa meredakan hati yang panas.                                                                                                                                                                   
2.  cukup olahraga dan istirahat
Stress memaksa kita terjaga sepanjang malam. Agar bisa tidur malam 7 - 8 jam, hindari kafein sebelum tidur.  Pun juga dengan televisi, ponsel, dan komputer harus dijauhkan dari tempat tidur. Yang tidak kalah penting, jam tidur yang sama setiap hari sangat membantu meredakan stress.                                                                     

Selain itu, riset para ahli kesehatan membuktikan bahwa yoga atau relaksasi lain tidak hanya bisa mengurangi stress, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh.


3. cukup nutrisi
Makan makanan bergizi setiap hari. Tidak harus mahal, tetapi nutrisi yang masuk sesuai dengan kebutuhan tubuh. Protein hewani umumnya dibutuhkan saat pertumbuhan. Bagi orang dewasa, disarankan lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur dengan protein hewani secukupnya.

4. rajin melakukan pemeriksaan laboratorium hormon untuk pencegahan dini.
Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk mengecek kadar stress kita :
1. progesteron
2. cortisol
3. insulin puasa pagi



referensi:

http://www.apa.org/helpcenter/stress.aspx / 06Mei2018

dr. David Budi Wartono, Sembuh trauma dengan Natural Trauma Healing, Seminar Kesehatan di Klinik Lineation, Bandung/21042018



No comments:

Post a Comment