Friday, August 3, 2018

Misi Kemanusiaan Rumah Zakat untuk Meringankan Beban Sesama


www.siswiyantisugi.com

Menolong sesama umat manusia tanpa memperhitungkan asal-usulnya adalah kewajiban setiap orang. Prinsip kemanusiaan universal ini menjadi dasar pemikiran Rumah Zakat dalam menjalankan program-programnya sebagai lembaga nirlaba. 

Sejak berdiri tahun 1998, lembaga ini beberapa kali mengalami perubahan nama. Hingga pada tahun 2010, namanya menjadi Rumah Zakat. Dengan mengusung tiga brand value baru, yaitu trusted, progressive, dan humanitarian. Rumah Zakat menajamkan karakter menuju World Class Socio-Religious Non Governance Organization (NGO).

Selanjutnya transformasi ketiga terjadi pada 5 April 2010, RUMAH ZAKAT diresmikan menggantikan brand sebelumnya RUMAH ZAKAT INDONESIA. Dengan mengusung tiga brand value baru : Trusted, Progressive dan Humanitarian, organisasi ini menajamkan karakter menuju “World Class Socio-Religious Non Governance Organization (NGO)”.

Dalam menjalankan program-programnya, Rumah Zakat bergerak berdasarkan tiga misi ini :
1. Berperan aktif dalam membangun jaringan filantropi Internasional
2. Memfasilitasi kemandirian masyarakat
3. Mengoptimalkan seluruh aspek sumber daya melalui keunggulan insani

Rumah Zakat merealisasikan misi kemanusiaannya dalam berbagai program, salah satunya adalah Superqurban. Program ini mengoptimalkan daging qurban menjadi cadangan pangan bagi masyarakat Desa Berdaya di 34 provinsi. 



www.siswiyantisugi.com



Daging qurban sebagai sumber protein hewani sebagian diolah menjadi daging kalengan atau yang dikenal sebagai korned. Cara pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya Rumah Zakat agar daging qurban dapat dimanfaatkan lebih lama dan berkelanjutan. Dengan diolah menjadi korned, daging qurban bisa didistribusikan ke tempat-tempat yang lebih jauh sehingga lebih banyak orang yang dibantu meringankan bebannya.

Melalui Superqurban, setiap anggota masyarakat dapat berpartisipasi dalam program penyediaan energi berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia. Superqurban bisa menjadi inovasi dalam menyalurkan bantuan daging qurban kepada berbagai pihak yang membutuhkan. Berkaitan dengan misi tersebut, pada tanggal 30 Juli 2018, bertempat di Jalan Turangga nomor 33, Bandung, Rumah Zakat mengadakan konferensi pers dalam rangka pelepasan relawan untuk mengirimkan bantuan ke Yordania dan Yerusalem. Lebih tepatnya, di perbatasan Yordania dan Yerusalem. Bantuan yang disampaikan adalah bahan pangan pokok, salah satunya berupa korned. Selain itu, ada juga hygiene kit dan hewan qurban untuk disembelih pada hari raya Idul Adha nanti.

Rumah Zakat juga bekerja sama dengan peternakan di salah satu wilayah di Palestina. Kerja sama ini dilakukan dalam pengadaan hewan qurban yang akan dipotong langsung di lokasi. "Ada donatur yang minta dikirim dalam bentuk korned, ada juga donatur yang minta dipotong langsung di sana, " jelas Nur Effendi, CEO Rumah Zakat. 


Pengiriman bantuan ke perbatasan Yordania dan Yerusalem sebagai wujud peran aktif dalam membangun jaringan filantropi internasional. Filantropi atau nama lainnya adalah kedermawanan merupakan bentuk kesadaran untuk memberi bantuan dalam rangka mengatasi kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat secara luas dalam berbagai kehidupan. Filantropi jika diterjemahkan dalam pandangan Islam bisa dijumpai pada amalan zakat yang wajib hukumnya, infaq, sedekah, waqaf, hibah, dan pemberian-pemberian lainnya.


Lalu bagaimana dengan komentar yang muncul di masyarakat, "Nyumbang kok jauh-jauh? Di Indonesia juga banyak yang kelaparan." Nur Efendi menjelaskan tentu saja prioritas tetap di dalam negeri. Persentasenya 80% dalam negeri, 20% ke luar negeri.




No comments:

Post a Comment