Tuesday, July 24, 2018

Open House Museum Biofarma Bandung

https://www.siswiyantisugi

Selalu ada yang baru di Kota Bandung. Selain wisata kuliner yang ngga ada matinya, wisata alam yang memukau, ada juga wisata edukasi yang pasti menambah wawasan dan pengetahuan wisatawan yang datang ke kota ini.

Salah satu wisata edukasi yang baru saja launching di Kota Bandung adalah Museum Bio Farma. Museum ini berlokasi di jalan Pasteur No. 28 Bandung. Bio Farma adalah produsen vaksin yang kini  telah ditunjuk sebagai Center of Excellence untuk pengembangan dan distribusi vaksin di negara berkembang dan negara Islam. 

Sekilas Tentang Bio Farma
Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1980 ini dengan kompetensi ekspertis dan pengalamannya dipercaya untuk mentransfer teknologi produk vaksin bagi negara berkembang dan negara Islam. Dengan prestasinya itu, pada tahun 2009, Bio Farma melangkah menuju perusahaan vaksin kelas dunia yang berdaya saing global. Pencapaian Bio Farma ini membuat saya makin bangga sebagai rakyat Indonesia.

Terlebih ketika saya mendengarkan penjelasan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, pada acara Open House Museum Bio Farma, 19 Juli 2018. “Gedung Bio Farma ini merupakan cagar budaya berklasifikasi A. Gedung ini akan menjadi wisata edukasi dan tentunya wisata museum. Tentu saja ini menambah daftar destinasi wisata di Kota Bandung," jelasnya.

Talk Show

https://www.siswiyantisugi.com












 Open House Museum Bio Farma ini dihadiri berbagai komunitas, seperti Komunitas Aleut, Sahabat Museum, Blogger Bandung, dan akademisi. Sebelum berkunjung ke museum, kami mengikuti talk show. Ada dua pokok bahasan, yaitu sejarah imunisasi di Indonesia dan menjejakkan sejarah museum medis.

www.siswiyantisugi.com
  
Saya sepakat dengan penjelasan dr. Andri Edwin tentang upaya menghidupkan museum sebagai jejak literasi. Keberadaan museum yang menyimpan jejak-jejak sejarah serupa kumpulan catatan yang menggambarkan perjalanan peradaban suatu zaman. Karena itu, museum seharusnya menjadi tempat belajar bagi masyarakat untuk mengenali perjalanan peradaban.

Sementara itu, dr. Luthfi Yondri sebagai ahli sejarah memaparkan bahwa sistem pengobatan sebenarnya bagian dari kebudayaan manusia. Jadi, tidak perlu heran kalau sampai hari ini pengobatan herbal sama populernya dengan pengobatan medis. Keduanya bisa seiring sejalan karena masyarakat kita memercayai keduanya.

Pembicara terakhir adalah Kepala Bagian Pelayanan Unit Klinik dan Imunisasi, dr.Erwin. Ia memaparkan perbedaan antara selesma (batuk pilek) dan influenza. Informasi yang sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Betapa influenza dan gejalanya sangat menghambat aktivitas kita. Untuk itu, seharusnya setiap orang mempunyai kesadaran untuk divaksin influenza. 

Nah, diumumkan juga ada harga khusus bagi hadirin yang ingin divaksin influenza. Harga biasa sekitar 200 ribu lebih, hari itu harganya hanya Rp 160 ribu. Lumayan banget kan? Tapii, saya memutuskan tidak ikut divaksin. Alasannya sepele bin klasik : saya takut disuntik, hehe..

Kunjungan ke Museum Bio Farma

https://www.siswiyantisugi.com
Meja Resepsionis Museum Biofarma

Acara puncak adalah  berkunjung ke museum. Ini sesi yang saya tunggu. Museum Bio Farma terdiri atas satu lantai. Para undangan sangat antusias membaca sejarah yang terpampang di dinding di tiap ruangan. Selain sejarah berdirinya Bio Farma, kita bisa belajar tentang kemunculan smallpox atau cacar api beserta vaksinnya.

Saya jadi ingat serial tv produksi NBC, serial ER. Di serial itu, ada satu episode yang mengangkat masalah smallpox alias cacar api. Saking bahayanya cacar api ini, County Hospital sebagai setting serial ER ini disterilisasi pemerintah selama dua minggu. Tim medis yang sempat memeriksa dan mengobati pasien smallpox pun dikarantina selama dua minggu.

www.siswiyantisugi.com







Masuk pintu utama museum, kami diajak melihat rekaman para pekerja di Bio Farma di masa lalu, pada masa berdirinya Bio Farma. Setelah itu, kami masuk ke ruangan di sebelah kiri. Ada deretan foto-foto dokter-dokter yang pernah memimpin Bio Farma dari masa ke masa.

www.siswiyantisugi.com

www.siswiyantisugi.com

Di ruangan lain, kita bisa melihat perubahan logo Bio Farma sebagai lembaga yang fokus meneliti dan menghasilkan vaksin.
www.siswiyantisugi.com

www.siswiyantisugi.com






Di museum ini, kita juga bisa melihat banyak penghargaan yang sudah diterima Museum Bio Farma dalam perjalanannya.

Di ruangan selanjutnya ada penjelasan berikut foto-foto hasil-hasil penelitian Bio Farma di tiga bidang cultural, geografi, dan biodiversity.

www.siswiyantisugi.com

Selalu ada rasa haru setiap memasuki museum dan mengamati koleksinya. 
Saya kadang merasa terlempar ke masa lalu saat ada di dalam lorong-lorongnya. Bagaimana pun, museum adalah etalase kenangan. Kenangan tentang perjuangan jerih payah manusia membangun peradabannya.

Melihat animo masyarakat yang sangat antusias dalami acara open house kali ini. Head Of Corporate Communication Bio Farma Nurlaela Arief angkat bicara, “Kedepannya berencana akan membuka museum ini untuk umum, tentunya dengan konsep digital serta tak melepaskan unsur edukasinya. Untuk perihal waktunya nanti kami akan menginformasikan kembali secepatnya” Ujar Lala Rabu (18/07).


No comments:

Post a Comment