Thursday, October 4, 2018

BRIncubator Menyiapkan UMKM Indonesia Siap Bersaing di Era Industri 4.0

Inkubator Bisnis

Saat saya masih kinyis-kinyis di awal usia 20an, saya pernah bergabung dengan pusat inkubator bisnis milik salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Bandung. Lembaga ini memberikan fasilitas dan pendampingan kepada anak-anak muda yang merintis usaha di berbagai bidang. Ada sekira sepuluh tenant di lembaga itu. Semuanya merintis usaha sesuai minat dan basic ilmu masing-masing.

Saya yang berkecimpung di bidang jurnalistik sejak semester pertama kuliah bergabung dengan kawan-kawan yang  merintis usaha di bidang media. Nama media kami Entrepreneur Indonesia (EI). EI merupakan majalah yang fokus di dunia usaha. Kami bahu-membahu belajar mengelola usaha. Harapannya, setelah lima tahun ada di lembaga ini, EI bisa mandiri dan melesat menjadi media yang diterima masyarakat Indonesia.

Sayang, majalah kami tidak bertahan lama. Kabarnya, ada majalah di Amerika dengan nama Entrepreneur  juga yang menggugat majalah EI. Atas nama HAKI, majalah Amerika itu menggugat EI sekian miliar rupiah. Tentu saja kami takpunya dana sebanyak itu. Akhirnya dengan sangat berat hati, kami angkat koper dari lembaga itu dan meneruskan perjalanan sendiri-sendiri.

Beberapa teman tetap konsisten menjadi entrepreneur. Mereka kini bisa berbangga hati menjadi pengusaha sukses. Seorang teman malah sukses menjadi pengusaha di bisnis media. Menurut para pengusaha ini, pusat incubator bisnis sangat berjasa bagi perjalanan usaha mereka. Begitu pula bagi saya.

Saat  PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. meluncurkan program inkubasi bisnis untuk UMKM dan mengundang blogger untuk meliputnya, saya sangat mengapresiasi undangan itu. Ini seperti napak tilas ke masa lalu. Pokoknya kalau ada label incubator bisnis, saya teringat masa muda. So sentimentil . . .

Launching BRIncubator

www.siswiyantisugi.com
Supriatna dan Rina dari RKB serta Bambang dari BRIncubator (dari kiri ke kanan)
Peluncuran BRIncubator tanggal 3 Oktober 2018 di Kota Bandung merupakan penyelenggaraan ketiga. Sebelumnya di Kota Solo, 28 September silam. Program inkubasi ini fokus kepada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion, dan kriya. Tujuannya agar UMKM yang dibina lebih terstruktur berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Tujuan BRIncubator  ini sejalan dengan derap industri 4.0 : Go Online; Go Digital.  Karena itu, pada peluncurannya, pihak BRIncubator juga mengajarkan cara menggunakan e-banking. E-banking ini merupakan salah satu upaya BRIncubator untuk membimbing pelaku UMKM agar menjadi UMKM unggulan yang well literate.  Artinya, pelaku UMKM diharapkan memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan. 
www.siswiyantisugi.com
produk e-banking BR

baca juga Pentingnya UKM Melek E-commerce

Secara umum, peserta BRIncubator adalah para pelaku usaha berusia sangat matang. Jadi, banyak yang masih merasa ribet kalau harus pakai e-banking, termasuk saat diminta menggunakan instagram untuk mempromosikan produknya. “Saya nggak sempat promosi di Instagram. Sudah sibuk banget ngurus produksi,”curhat Ibu Diva pemilik usaha makanan olahan daging,ikan, dan susu.

Ibu Diva adalah salah satu peserta dari 110 pelaku UMKM yang terpilih untuk ikut BRIncubator. Sebagian dari peserta ini adalah nasabah BRI. Namun, BRIncubator ini tidak eksklusif untuk nasabah BRI saja, tetapi terbuka untuk semua pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya dengan pendampingan dari BRIncubator.

Rumah Kreatif BUMN BRI Kota Bandung

Bagaimana caranya bergabung dengan BRIncubator? Caranya mudah saja. Pelaku UMKM di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi Sumedang, dan sekitarnya bisa menghubungi Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI Kota Bandung. Semua pelaku UMKM bisa mendaftar, baik pemula maupun yang usahanya sudah berjalan lama. RKB Bandung berlokasi di jalan Jurang No. 50, Pasteur Sukajadi, Kota Bandung. Nomor kontaknya 02282602848. Di sana, pelaku UMKM akan mendapat pelatihan, seminar, dan temu komunitas. Semuanya cuma-cuma.

Ketua RKB Bandung, Supriatna, menjelaskan ada 1200 pelaku UMKM yang terdaftar sejak berdiri bulan Juni 2017 lalu. BIdang usahanya antara lain craft, kuliner, fashion, dan kesehatan. RKB berharap bisa menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui berbagai pelatihan. Selain itu, di RKB, para pelaku UMKM bisa saling memperkenalkan produknya agar terbuka peluang kolaborasi di antara mereka.

Selama setahun berdiri, RKB sudah menyelenggarakan seratus sepuluh pelatihan. Pelatihan itu di antaranya adalah manajemen, pembukuan, pemasaran,dan  digital marketing, desain produk, dan peng emasan. Untuk pelatihan desain dan pengemasan produk, RKB bekerja sama dengan Fakultas Desain Komunikasi Visual, Unikom.  
UMKM kriya (craft ) binaan RKB Bandung

UMKM kriya (craft) binaan RKB Bandung 
Setelah pelatihan, anggota RKB akan diajak mengikuti berbagai pameran. 

Pameran terbaru yang akan diikuti Oktober ini adalah Trade Export Indonesia (TEI) di salah satu mall di Tangerang. Di sana anggota RKB Bandung akan mempraktikkan hasil pelatihan tentang materi ekspor-impor yang sudah diterima sebelumnya.



Meskipun pelatihannya tidak berbayar, RKB berharap anggotanya mempunyai komitmen kuat untuk mengembangkan usaha mereka. “Kalau mereka tidak punya komitmen, semua pelatihan yang diterima tidak ada gunanya,” jelas Supriatna.

Sebagai informasi, BRIncubator merupakan program pertama yang diluncurkan RKB milik BRI. 

Jadi, semua BUMN punya RKB, tapi baru RKB milik BRI yang meluncurkan program BRIncubator. Solo, Bandung, Makassar, Malang, dan Padang adalah lima kota yang menjadi pilot project BRIncubator. Ke depannya, program ini akan diperluas sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta dan kota di seluruh wilayah Indonesia. 

Hal yang tidak kalah penting adalah mekanisme pemilihan UMKM terbaik pada BRIncubator. Pada tahap akhir program BRIncubator,akan dipilih tiga puluh UMKM di program inkubasi dan program akselerasi. Selanju
tnya, tiga UMKM terbaik akan menerima hadiah berupa award untuk pengembangan usahanya. Ngatari, Pemimpin Wilayah BRI Bandung,  menyampaikan dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak untuk memajukan para pelaku UMKM Indonesia agar siap bersaing di kancah global pada era digital. 





1 comment:

  1. Semoga dengan adanya BRIncubator ini semakin banyak wirausahawan terbantu ya :)

    ReplyDelete