Tuesday, July 9, 2019

Belajar Sejarah dari Film-Film Klasik




Banyak jalan menuju Roma,
banyak cara untuk belajar sejarah

Apa yang menarik dari film klasik?

Kalau ini film klasik dalam pengertian tahun pembuatannya, seperti Oshin, Little House in The PrairieOliver Twist, dan Annie, yang menarik adalah settingnya atau latar ceritanya, baik waktu, tempat, maupun suasana. Karena ia klasik, semua tertata secara alami bukan rekayasa. Takkan kita jumpai pemasangan properti yang kurang pas akibat kealpaan kru properti. 

Teknologi yang menjadi bagian dari latar film menunjukkan pada kita tentang tahapan-tahapan kemajuan zaman. Misalnya film Les Miserables yang dibintangi Hugh Jackman dan Anne Hathaway. Di film itu digambarkan transisi masyarakat di era Revolusi Industri.  

Film klasik juga secara langsung menyampaikan sejarah peradaban manusia dari waktu ke waktu. Film petualangan romantis Far and Away yang dibintangi Tom Cruise dan Nicole Kidman merupakan salah satu contoh. Berlatar tahun 1890an, Tom Cruise dan Nicole Kidman ikut serta dalam perjuangan mendapatkan lahan dengan cara siapa cepat, dia dapat atau yang dikenal dengan Land Run.

Perjuangan kaum kulit hitam mendapat hak-hak politiknya dalam sejarah peradaban Amerika kita jumpai dalam film yang saya lupaa banget judulnya. Kisah-kisah perbudakan ini bisa dijumpai juga dalam film klasik produksi Amerika Latin, seperti Little Missy dan Isaura. Nah, di film ini, saya suka lihat gaun-gaun cantik yang dikenakan tokoh-tokohnya. Sila googling untuk informasi lebih lanjut ;)

Dari film klasik pula, saya belajar tentang intrik-intrik politik perebutan tahta yang rumit pada keluarga kerajaan. Mungkin ada yang pernah nonton Curse of  The Golden Flower? film yang diceritakan berlatar belakang Dinasti Tang pada tahun 928 ini megah luar biasa. Jutaan bunga seruni gugur kala putra-putra Sang Kaisar tewas begitu juga sang permaisuri yang ternyata punya affair dengan anak pertama kaisar dari istri sebelumnya. Ruwet banget konfliknya, tapi properti film ini glamour banget.

Dari Korea, ada drama keren banget dengan tokoh utama juru masak Jang Geum dalam Jewel in The Palace. Tema utama drama serial ini adalah  gambaran tentang budaya Korea yang tradisional, termasuk makanan serta obat-obatan istana kerajaan Korea. Saya menjadi tahu tentang cara tradisional Korea mengawetkan makanan.
Oh ya, film-film klasik Cina, seperti Pendekar Rajawali, Pedang Pembunuh Naga, dan sebagainya pernah saya tonton sampai selesai. Selain ceritanya yang menarik, saya sekaligus belajar tentang silsilah dinasti di Cina. Termasuk perubahan model rambut pria di zaman itu. 

Jangan lupa juga dengan film-film klasik anak-anak yang tidak kalah menariknya. Saya paling suka kisah Henzel dan Gretel yang pergi ke hutan lalu terpesona melihat rumah yang terbuat dari kue-kue, permen, dan cokelat. Ternyata pemilik rumah itu adalah nenek jahat yang suka makan anak-anak. Ini sebenarnya jenis film thriller anak-anak ya? Cuma dulu belum paham genre film :D

Film Klasik Indonesia 

Bagaimana dengan film klasik Indonesia? Ada Sitti Nurbaya dan Sengsara Membawa Nikmat. Dua film ini sebenarnya termasuk sinetron ya? Kalau film, ada Naga Bonar yang amat legendaris sampai dibikin sekuelnya Naga Bonar Jadi 2. 

Saya inget pernah nonton film Sunan Kalijaga di bioskop bersama keluarga waktu masih SD. Tokoh utama Sunan Kalijaga diperankan Deddy Sutomo (alm.). Yang paling teringat dari film itu adalah scene Sunan Kalijaga muda bersemedi di dalam sungai hingga ia menua. Saya sangat terkesan pada film itu hingga hari ini. Film Sunan Kalijaga ini menceritakan proses masuknya Islam ke Jawa Tengah dan sekitarnya

Karena sejak usia kanak-kanak sering menonton film-film klasik, saya jadi sangat menyukai sejarah. Film-film klasik menyajikan berbagai pengetahuan tentang peradaban masyarakat di masanya. Wawasan dan pengetahuan saya bertambah dan mendorong saya belajar lebih banyak untuk melengkapi informasi yang belum lengkap dari film yang saya tonton.


22 comments:

  1. Aku suka film kalsik mbak, seru aja. Aku juga banyak belajar sejarah dari nonton

    ReplyDelete
  2. Yang pernah aku tonton Jewel in the palace itu mbak, etapi nggak sampai habis, cuman beberapa episode aja hheee
    Henzel dan Greetel juga bagus hehhee

    ReplyDelete
  3. Waktu kecil aku nonton film di layar tancap di lapangan. Film rhoma irama. Hahaha.. membekas banget di ingatan.pake anti nyamuk dulu namanya sari puspa.duh ada jang geum pula.. awal2 aku kenal drakor

    ReplyDelete
  4. Aku juga suka banget menonton film-film klasik untuk mengetahui peradaban masyarakat Indonesia jaman dulu. Tapi menurut aku terlalu banyak vulgar ya.

    ReplyDelete
  5. kalau saya pribadi daripada nonton film klasik luar negeri, saya lebih suka film klasik Indonesia, terlepas dari efek atau asil editing yang biasa, dari cerita, pesan moral, dan kebudayaan luhur bangsa sangat tersemat.

    ReplyDelete
  6. Bener sekali, untuk belajar sejarah tidak harus text book.Bisa juga belajar sejarah dari film yang kita lihat. Banyak film klasik yang menampilkan peradaban masyarakat di zaman dulu.

    ReplyDelete
  7. Aku juga suka, bahkan yang sampai 3 jam wkwkwk tapi kadang perlu baca lagi sih kan ada yang berubah alurnya

    ReplyDelete
  8. Film klasik selalu menyimpan kisah tersendiri karena memang kita terlahir dari peristiwa atau sejarah sebelumnya. Kalau aku sih pengen nonton film pertama yang diproduksi di Indonesia yaitu Loetoeng Kasaroeng..

    ReplyDelete
  9. Hehehe, masa kecil saya dihiasi film-film keren ini Oshin, Little House in The Prairie, Oliver Twist, dan Annie. Sayangnya sekarang seperti dilupakan ya

    ReplyDelete
  10. Tosss, film klasik itu mempunyai alur cerita yang berkesan sampai sekarang. Oya TVRI sedang menayangkan oshin dan little house loh

    ReplyDelete
  11. Hmmmm kalau saya karena memang tidak terlalu suka dengan dunia perfilman..jadi gak bisa bedain deh mana yang klasik mana yang bukan klasik...tapi yang saya tahu film film dulu lebih keren dan berbobot ketimbang film sekarang

    ReplyDelete
  12. Stasiun tv sekarang udah gak ada yg nyiarin film film klasik lagi. Masih inget jaman kecil nonton oshin, little missy, atau mahabrata hehehe

    ReplyDelete
  13. aku suka film klasik yg cerita thriller macam psycho mbak hehe
    kalau indonesia suka banget rano karno jaman kecil lucu sih

    ReplyDelete
  14. aku hanya ingat beberapa film klasik. kalau zaman sekarang disuruh lihat lagi, mau sih tapi milih. enggak semuanya aku suka, ehe

    ReplyDelete
  15. Film klasik itu jadi tau tempat2 jadul, Budaya jadul, uang jadul, susahnya orang jadul. Jadi harus lebih bersyukur skarang

    ReplyDelete
  16. Kalau aku bukan ke klasiknya sih tapi ke latar belakang filmnya. Kayak film dengan latar tahun 50 atau 60an gitu aku suka lihat fashion dan ceritanya. He

    ReplyDelete
  17. Ehiya..sama ...film Sunan Kalijaga tu nempelnya yang bertapa di sungai..sampe penuh sarang laba2 yak..heheh. Pengen deh film klasik diremake jadi lebih kinclong dan menarik buat ditonton anak jaman now...

    ReplyDelete
  18. Belum tertarik nonton filn klasik Indonesia. Tapi baca ini kok jadi menarik. Kalau mau mulai dari mana nih?

    ReplyDelete
  19. Sengsara Membawa NIkmat ini bahkan masih terngiang-ngiang OST nya pas Datuk Maringgih melamar Siti Nurbaya.
    **bener gak?
    Yang ada tabuhan alat musik khas Minang.

    ReplyDelete
  20. Film klasik memang asyik ditonton mbak. Btw, tentang Siti Nurbaya, satu hal yg paling keinget adalah kawin paksa. Dan jadi ingat juga dengan emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh Ibu Kartini. Hehe

    ReplyDelete
  21. Saya dan suami sama-sama suka dengan film klasik terlebih yang mengulas tentang sejarah, peradaban, budaya dan agama. Kami bisa awet banget yang nonton, hehehe.

    ReplyDelete
  22. Setuju sekali. Banyak film-film yang diangkat dari kisah bersejarah dan itu seakan dapat menggambarkan suasananya

    salam
    kidalnarsis.com

    ReplyDelete