Monday, August 5, 2019

Daikin Origami Day 2019


Minggu pagi, 4 Agustus 2019, Taman Tengah Balaikota Bandung sudah meriah. Daikin, produsen AC ternama dari Jepang, menyelenggarakan Daikin Origami Day. Acara ini bekerja sama dengan Yayasan Origami Indonesia dan Pemerintah Kota Bandung.

Kincir angin terbuat dari kertas warna - warni menghiasi Taman Tengah Balaikota Bandung. Kincir angin ini ternyata buah karya seni melipat alias origami. Bentuknya yang cantik menyemarakkan cerahnya pagi.

Kincir angin warna - warni (dok.pribadi)

Di tengah taman, tampak panggung acara berdiri kokoh dengan karpet hijau terhampar di depannya. Anak - anak usia sekolah dasar sudah berkumpul di sana. Mereka membawa meja jinjing dan alat mewarnai. Sementara di panggung, tampak seorang pria berpakaian kasual mengajak anak - anak menari diiringi musik ceria.

lomba origami dan mewarnai (dok.pribadi)

Usai menari, anak - anak duduk lesehan. Meja dipasang dan kertas - kertas dibagikan. Maya Hirai selaku founder Yayasan Origami Indonesia memimpin anak - anak melipat kertas membentuk kincir angin.

https://www.siswiyantisugi.com
Maya Hirai (dok. pribadi)

Daikin Origami Day

Kepedulian Daikin terhadap tumbuh kembang anak Indonesia diwujudkan dalam Daikin Origami Day. Tujuan kegiatan ini adalah mengajak anak - anak kembali ke permainan tradisional, salah satunya adalah seni melipat kertas atau yang dikenal luas sebagai origami.

Origami merupakan aktivitas yang sangat sederhana. Karena itu, semua orang dari berbagai usia bisa origami. Origami bisa diperkenalkan pada anak sejak ia berusia dua tahun. Kertas warna sebagai "Origami melatih ketekunan dan kreativitas," jelas Maya Hirai, founder Yayasan Origami Indonesia. 

Daikin hasil origami (dok.pribadi)
Aktivitas origami ini akan membangun kreativitas dan mental percaya diri pada anak - anak. Meskipun kita ada pada era industri 4.0 yang serba digital, anak - anak tetap harus mengenal berbagai seni permainan tradisional agar mereka tetap bersosialisasi, aktif, dan kreatif saat bermain. 

Daikin dan Kincir Angin



Sejalan dengan itu, Bapak Budi Mulya, perwakilan Daikin, menjelaskan ada tiga alasan memilih kincir angin dalam event ini.
  • kincir angin mewakili bisnis AC Daikin. 
  • kincir angin termasuk penghasil energi gerak, yaitu angin.  
  • kincir angin merupakan salah satu prakarya hasil seni melipat yang berhubungan dengan kecerdasan dan kreativitas anak.
Oh, pantesan sejak kincir angin warna - warni berbagai ukuran dipasang banyak dijumpai di Taman Tengah Balaikota Bandung. Warna - warninya nyegerin mata banget. 

AC Daikin (dok.pribadi)

Bandung menjadi kota pilihan Daikin Origami Day karena Bandung merupakan kota pelajar yang berpotensi melahirkan generasi kreatif berbudaya positif.  "Saya melihat di Lembang masyarakat masih banyak memasang kincir angin," cerita Pak Budi Mulya. 




Setelah Bandung, Daikin Origami Day rencananya akan diselenggarakan di kota - kota lain di Indonesia tempat empat belas cabang Daikin Indonesia. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut demi menyebarkan semangat kreativitas dan kepercayaan diri bagi anak - anak Indonesia. 






3 comments:

  1. Moga warga Bandung semakin kreatif dan bisa terus melestarikan budaya tradisional di tengah-tengah dunia digital

    ReplyDelete
  2. Bagus nih acaranya....dan menarik juga tentang kincir angin sebagai penghasil energi gerak. Kalo tiap kota ada kincir anginnya maka penghasil gerak alternatif akan mampu mensubsidi energi listrik.

    ReplyDelete
  3. Wah menarik sekali, sayang saya gatau biasanya main di balkot juga heheu duh bagus ya origaminya kalo saya sih ngga bisa bikin origami, hiks

    ReplyDelete