5 Hal Yang Harus Dilakukan untuk Menjadi Penulis



Kata Umar Kayam, “Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Mengapa demikian? Jawabannya bisa beragam. Salah satunya bisa kita baca pendapat Kak Steffi di blognya. Kalau menurut saya, dengan menulis, kita meninggalkan jejak untuk orang – orang di masa kita hidup dan setelah kita meninggalkan dunia ini. Jangan dulu membayangkan kita sebagai penulis besar, seperti Umar Kayam yang saya kutip quote-nya, JK. Rowling, Dan Brown, Tere Liye, Eka Kurniawan atau Dee Lestari. Cukuplah dulu membayangkan anak cucu kita membaca isi blog kita atau pembaca buku – buku yang sudah kita tulis meski tidak masuk kategori best seller. 

Penulis bukan profesi biasa. Itu menurut saya. Dunia menulis yang amat luas ini memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengembangkan pemikirannya. Dengan menulis pula, seseorang mencatat perjalanan hidupnya sebagai sejarah kehidupannya. Caranya bisa beragam, medianya bisa bermacam – macam. Terlebih di era internet of things saat ini, profesi penulis tidak melulu menggunakan media buku, tetapi juga blog, caption di berbagai platform, dan sebagainya. 
Penulis merupakan profesi yang diimpikan banyak orang. Profesi yang seringkali menimbulkan decak kagum bagi orang sekitar. Jadi, wajar kan kalau dari zaman ke zaman, semakin banyak orang yang ingin menjadi penulis? Apa indikasinya? Kursus menulis bertebaran baik secara daring maupun luring. Ada yang menawarkan kursus menulis opini, caption untuk digital marketing atau copywriting, aneka karya fiksi, bahkan kursus menjadi ghost writer bisa kita jumpai. 

Begitu pula dengan beragam tawaran menerbitkan buku secara indie, yakni penulis membiayai penerbitan bukunya sendiri. Dunia menulis kini semakin popular dan memikat semua kalangan. Nah, kalian yang membaca tulisan ini, sebagian besar pasti sudah terbiasa menulis atau saat ini sedang membiasakan diri menulis. Betul ngga? 

Meskipun sudah amat banyak tulisan yang membahas tentang tips menjadi penulis, saya tetep ingin membagi tips bertema sama juga untuk teman – teman. Ini selain tips, juga pengingat abadi untuk saya yang masih belum terlalu fokus di dunia ini. 

Sebesar apa keinginanmu menjadi penulis? Apa saja yang sudah kamu lakukan agar ada di jalur yang tepat? Semoga 5 Tips ini bisa menjadi masukan buatmu. 

Lakukan 5 Hal Ini untuk Menjadi Penulis 

1. Menulis setiap hari 

Walaupun dalam sehari kita hanya menulis 1 – 2 paragraf, yang penting takada hari yang kita lewatkan tanpa menulis. Bagaimana dengan menulis caption di Instagram, misalnya? Itu pun takapa. Saya yakin jika passion kita menjadi penulis, pasti tulisan kita tidak akan berhenti di caption saja. Besok bisa saja 1 – 2 paragraf di caption itu kita kembangkan menjadi tulisan di blog; menjadi tulisan opini yang bisa kita kirimkan ke media lain, seperti mojok, IDN Times, detik.com, Kedaulatan Rakyat, Kompas, Tempo, dsb. 

2. Bacalah Karya – karya Terbaik 



Penilaian terhadap kualitas karya memang subjektif. Karya bagus menurut saya bisa jadi berbeda dalam pandanganmu. Itu bukan masalah. Yang penting temukan buku yang menurutmu bagus dan kamu menyukainya. Selanjutnya lakukan perbandingan, coba ukur tulisanmu sudah sampai mana? Mendekati sekian persen atau masih ribuan kilo jauhnya? 

3. Kenali potensimu 

Tulisan apa yang paling sreg dengan dirimu? Apakah fiksi atau nonfiksi? Apakah tulisan motivasi atau perjalanan? Gali potensimu seluas mungkin. Mulailah dari mengamati lingkungan sekitar. Otak kita akan menyeleksi secara otomatis setiap peristiwa yang sesuai dengan minat kita terhadap suatu tema dalam kehidupan. Selanjutnya uraikan kembali semua hal yang sudah direkam otak kita pada tulisan. Itulah salah satu fungsi menulis setiap hari. Merekam ingatan secara permanen. 

4. Ikutlah kelas atau workshop menulis 

Investasikan passion menulismu melalui kelas atau workshop menulis. Banyak penulis sukses belajar menulis secara otodidak. Namun, takada salahnya kita mengikuti kelas menulis. Untuk apa? Selain mengasah keterampilan menulis hingga mahir, kita juga bisa mendapatkan feedback dari trainer atau mentor menulis kita. Kelas menulis berbayar pasti fasilitasnya tidak main – main. Selain materi menulis yang sistematis, hal penting lain yang bisa kita dapat dari kelas menulis adalah feedback berkualitas. Tentu saja kuncinya memilih kelas menulis dengan mentor berkualitas. Dari mana kita tahu mentor ini berkualitas? Cek potrtofolionya dan siapa penyelenggaranya. 

5. Berani Gagal 

Sekalipun penulis termasuk profesi yang langgeng karena tak mengenal usia, perjalanan menjadi penulis tidak mudah. Ketika kita memutuskan menjadi penulis, kita harus berani menerima beragam penolakan. Akan ada yang bilang tulisan kita jelek. Padahal bisa saja itu soal selera. Belum tentu secara objektif, tulisan kita memang jelek. Apalagi kalau kita ikut lomba. Kualitas tulisan kadangkala mengikuti subjektivitas juri. 

Apa pun kendala yang kita hadapi, kita harus terus menulis. Tidak semua tulisan berhasil dengan sekali ‘tembak’, bisa jadi tulisan kita meleset dulu. Mungkin kita harus berkali – kali menembak sebelum akhirnya mencapai sasaran yang tepat. 

--- 

Faktor utama untuk menjadi penulis bergantung pada latihan; pada kerja keras. Meskipun ia berbakat menulis, tanpa kerja keras ia tetap kesulitan menghasilkan tulisan berkualitas. Menjadi penulis berarti mengasah kepekaan kita pada lingkungan, pada kejujuran diri sendiri, dan konsisten untuk terus - menerus mencoba. 

Selamat ‘bekerja keras’, teman - teman :)



No comments