Makna Pojok Warung Blogger bagi Saya

Pada setiap perjalanan, kita pasti melakukan persinggahan. Ada kalanya kita menetap. Ada kalanya kita meninggalkannya. Begitu pula dalam berkomunitas. Ada yang menjadi tempat hati bermukim. Ada pula sekadar muncul lalu pergi begitu saja.

Itu pula yang saya alami di dunia pergaulan blogger. Ketika memutuskan serius menekuni dunia blogging, saya berkenalan dengan banyak komunitas. Ada dua komunitas yang amat berkesan di hati saya. Yang pertama, ia komunitas pertama yang mengenalkan saya pada dunia blogging. Yang kedua, saya belajar tentang 'keras'nya dunia blogger di komunitas itu. 

 Makna Pojok Warung Blogger bagi Saya

Catatan Pertama

Keras? ini bukan tentang kompetisi. Ini tentang aturan - aturan yang harus dipatuhi. Adalah Whatsapp Group Pojok Warung Blogger yang menyentakkan saya tentang aturan berkomentar di blog. Setelah  sebelumnya di beberapa kesempatan blog walking yang saya ikuti, tak ada aturan jumlah kata dalam setiap komentar saat blog walking. Ketika pertama kalinya saya ikut blog walking, saya berkomentar kurang dari sepuluh kata atau berkomentar seadanya di artikel beberapa teman. 

Di hari batas waktu selesai blog walking, beberapa teman itu menggugat saya. Saya kaget, tersentak, terkejut, agak tersinggung, dan rasanya sebal sekali ditegur demikian. Sebagai newbie, saya memendam semua rasa itu. Saya pun perbaiki komentar saya meski dalam hati bilang, "Komen apa yaa? Ga punya chemistry dengan tema ini."

Selepas memperbaiki komentar - komentar itu, saya memilih tidak ikut blog walking dan memilih tidak membaca isi obrolan di grup. Saya pun curhat pada teman blogger yang merekomendasikan saya masuk WAG Pojok WB. Teman baik ini menjelaskan begini dan begitu.

Saya masih merasa gusar, tapi saya mencerna penjelasannya. Saya pun membaca ulang peraturan berkomentar dalam blog walking di Pojok WB. Oalah..ternyata saya yang keliru. Saya tidak membaca teliti peraturan lebih dulu. Karena itu, saya tidak tahu kalau komentar harus minimal sepuluh kata dan ngga basa - basi. 

Catatan Kedua

Sebenarnya memang sangat tidak mudah berlapang dada ketika tahu diri sendiri yang salah. Apakah karena saya Aries? Wallahualam. Namun, peristiwa ditegur ramai - ramai gara- gara komentar tidak sesuai aturan grup, benar - benar jadi pembelajaran bagi saya. 
 
Oh gini ya ternyata dunia blogger. Sadis. hahaha...Tapi memang untuk beberapa hal, karakter ndablek seperti saya memang kadangkala perlu ditegur keras supaya paham; supaya sadar. 
 
Nah, sejak saat itu, saya lebih berhati - hati. Sejujurnya sih, sangat berhati - hati lagi setiap komentar di artikel teman- teman di WAG Pojok WB. Saya cek jumlah kata dan isi komentarnya. Kalo sudah oke sesuai aturan, saya klik 'publish'. Sedisiplin itu yaa..
 
Kehati - hatian ini akhirnya melekat menjadi kebiasaan. Akhirnya, hal yang sama berlaku juga setiap saya ikut blog walking di komunitas lain. Mengecek jumlah kata dan kualitas isi komentar saya. Jangan hanya basa -basi belaka. Meskipun sering saya jumpai banyak teman blogger yang masih begitu dari komunitas lain, ya sudahlah..Mungkin dia masih harus banyak latihan atau tergesa - gesa kejar setoran BW.
 

Catatan Ketiga

Begitu berkesannya agenda blog walking di Pojok WB membuat saya sangat menjaga batas waktu selesai BW. Dua hari yang harus diingat - ingat, jangan sampai lupa. Kalau lupa, ngga selesai tepat waktu, hukumannya beraat : dua minggu dilarang ikut BW. Itu artinya empat kali kesempatan terlewati sia - sia. Padahal BW di Pojok WB ini sangat berarti. Mulai dari komentar teman - teman yang bernas hingga kualitas blog teman - teman di Pojok WB yang sehat -sehat. Menurut pengamatan saya sih begitu.

Hal lain seputar blogging adalah pesan dari salah satu admin yang mengingatkan untuk menaruh link dengan menghilangkan huruf m=1 di akhir link blog. Saya lupa persisnya karena apa. Yang pasti supaya mempermudah siapa pun yang membuka link blog saya. Kurang lebih seperti itu sih. CMIIW :D

Catatan Keempat

Pada masa awal saya bergabung, saya merasa asing di WAG ini. Obrolan - obrolan yang mengalir di antara para penghuni WAG menyiratkan mereka sudah saling kenal amat lama.

Sementara saya, anak baru yang bingung mau bahas apa; menimpali apa. Intinya sih kuatir salah komen; salah menimpali. 

Lambat laun, seiring bergulirnya waktu, dan makin intens menyimak obrolan, saya pun memberanikan diri ikutan ngobrol, ikutan diskusi, atau melempar isu. Ah...ternyata asyik di sini.

Meski mungkin belum bisa ngeblend banget dengan teman - teman yang sering ngobrol di grup, saya merasa kehadiran saya ada di sini. Ow...maksudnya gimana nih? begitulah..😁 

Simpulan

Terima kasih untuk Jiah yang dengan kelugasannya membuka mata saya untuk mau memahami lebih banyak ketimbang menggerutu dan takmau peduli. Semoga kelak bisa ketemu offline ya, Ji 😁

Terima kasih untuk Mas Andika yang mengingatkan untuk menghapus m=1 di setiap link blog hasil copas dr ponsel. 

Terima kasih untuk Mbak Dian yang ceria, kocak, tapi tetep dewasa. Semoga kelak kita bisa meet up dan hang out bareng yaa...Sepertinya seru ngobrol langsung dengan dirimu :)

Terima kasih untuk Kak Marfa dengan tulisan - tulisannya yang menggugah kesadaran. Mbak Susindra yang tekun menulis tentang sejarah, Miftah yang mengajari copy writing,  Mbak Ruli yang periang, dan semua kawan yang dari kalian saya belajar amat banyak hal tentang pergaulan di dunia blogger.

Terima kasih banyak..salam sayang selalu. 
 
 
 


No comments