Thursday, July 5, 2018

Memuliakan Ramadan agar Allah Makin Sayang

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)


Setiap muslim pasti mengetahui perintah Allah untuk berpuasa di bulan suci Ramadan. Ketika ia mematuhinya, in sya Allah predikat takwa melekat pada dirinya. Namun, seperti apa melekatnya? hanya hatinya yang mengetahui itu. Karena ibadah puasa yang dijalani akan terasa hambar jika sekadar menahan lapar dan dahaga belaka.

Ramadan tahun ini bagi saya adalah Ramadan yang sangat sibuk. Mengapa saya menyebutnya demikian? Pada Ramadan tahun ini, saya masih menyusui meskipun bayi saya sudah mulai mendapat mpasi. Di hari-hari terakhir bulan Sya'ban, saya ragu-ragu akan berpuasa atau tidak. Saya tahu banyak ibu menyusui yang bisa berpuasa sebulan penuh. Namun, banyak juga ibu menyusui yang memutuskan tidak berpuasa demi bayinya. Dari referensi fiqih yang saya baca, tidak apa-apa jika ibu memutuskan tidak berpuasa demi bayinya. Sebagai gantinya, ibu harus berpuasa di lain hari setelah Ramadan.

Puasa yang Putus-Putus

Saya pun mengamati kondisi bayi saya. Apakah ia cukup kuat jika saya berpuasa sehari penuh selama satu bulan? Di hari pertama, saya berpuasa. Tidak ada masalah. Ia memang minum asi lebih banyak dari biasanya, tapi semua baik-baik saja. 

Di hari kedua, ia agak rewel karena pilek. Entahlah, pilek datang tiba-tiba. Karena ia pilek, saya memutuskan tidak berpuasa dulu. Dua hari kemudian, saya puasa lagi. Eh, baru puasa beberapa hari, bayi saya masuk angin. Saya tidak puasa lagi. Begitu terus kondisinya. Belum lagi saat tamu bulanan datang. Libur lagi puasanya. Puasa saya pun rasanya geje. 

Tidak hanya puasanya, ibadah lain pun rasanya tak selapang tahun-tahun sebelumnya. Waktu ibadah terasa amat sempit. Bayi selalu ikut bangun saat sahur dan ia mengantuk ketika azan subuh berkumandang. Alhasil, saya harus meninabobokan lebih dulu. Harapan salat subuh tepat waktu pun pupus. Untungnya itu terjadi saat di awal Ramadan. Setelah seminggu berlalu, bayi saya bisa kembali tidur nyenyak saat kami makan sahur hingga subuh tiba.


foto : www.hrc.org

Amalan Ramadan

Sepakat dengan Mak Ade, Ramadan yang datang setahun sekali ini jangan sampai sia-sia. Karena itu, di tengah padatnya kesibukan saya mengurus bayi, rumah, dan pekerjaan lain, saya berusaha keras agar bisa melakukan ibadah-ibadah ini :
1. Salat sunnah sebanyak-banyaknya
Salat sunnah rawatib, salat dhuha, dan salat tarawih atau tahajud menjadi andalan setiap muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa agar puasanya semakin bermakna.
2. Tadarusan
Maksud hati sih ingin bisa One Day One Juz, tapi apa daya, yang bisa dicapai one week one juz. Tapi tak apa, yang penting rutin mengaji setiap hari. Bukankah ibadah yang Allah sukai adalah ibadah yang rutin dilakukan setiap hari meski hanya sedikit. Yang penting rutin.
3. Salat tepat waktu
Ini tantangan sekaligus kebahagiaan bagi saya saat saya bisa menunaikannya tepat waktu. Bergegas salat begitu azan berkumandang. Di kondisi sekarang, kadangkala baru saja berwudhu, bayi tidak mau ditinggal salat sebentar. Atau saat sudah akan salat, ia pup sehingga harus bersih-bersih dulu. Atau saat azan, saya tengah menyuapi bayi makan. Mau ditinggal, nanti malah tidak mau makan lagi. Banyak alasan? hiks...saya tidak berapologi.
4. Menyampaikan permohonan saat berbuka puasa
Ada hadits yang mengatakan berdoalah saat hujan dan saat berbuka puasa. Maka Allah akan mengabulkan doamu. Saya camkan hadits itu dalam hati. Jadi, hati dan mulut saya berbagi konsentrasi saat berbuka puasa. Masya Allah :)
5. Memperbanyak sedekah
Sebisa mungkin, baik saat lapang maupun sempit, usahakan tetap bersedekah. Bukankah dengan bersedekah Allah akan semakin membuka pintu-pintu rezeki kita? Sedekah takhanya uang, bisa banyak hal.Yang penting dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Terlebih saat Ramadan, in sya Allah kasih sayang-Nya makin berlipat-lipat kepada kita.