Tuesday, October 30, 2018

Rencana Berakhir Tahun di Sapporo, Jepang



www.siswiyantisugi.com

Jepang merupakan salah satu destinasi wisata yang ingin saya kunjungi sejak remaja. Mengapa? Ini pengaruh dari komik-komik Jepang yang saya baca dan drama-drama Jepang yang saya tonton zaman SMP dulu.

Sebagian besar setting komik dan drama itu ada di Tokyo, Osaka, dan Sapporo. Tidak heran kalau saya pun berandai-andai bisa mengunjungi salah satu dari tiga kota itu. Syukur-syukur bisa mengunjungi ketiganya. Alangkah bahagia hati saya kalau impian itu terwujud.

“Di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” peribahasa ini sering menyentil saya saat saya merasa pergi ke Jepang hanyalah impian. Tidak mau disentil terus, saya pun berjuang keras menabung agar bisa mewujudkan mimpi mengunjungi negeri Sakura.

Bulan lalu, saya mengintip isi tabungan. Saldonya bisalah untuk jalan-jalan ke Jepang barang seminggu. Penginnya sih lebih lama, tapi kalau ingin lebih lama, tabungan saya masih kurang. Itu artinya saya takbisa liburan ke Jepang akhir tahun ini. Umur siapa yang tahu, saya pikir takperlulah kemaruk kelamaan di sana.

Selain mengurus paspor dan visa, hal penting yang saya lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kota-kota yang akan saya kunjungi. Terutama waktu yang tepat mengunjungi Jepang. Emm…lebih tepatnya sih, waktu yang sesuai dengan anggaran berlibur ke sana. Hehehe...

Ternyata, bulan Desember bukan bulan favorit wisatawan yang ingin berkunjung ke Jepang. Mengapa? karena pada bulan Desember sudah masuk musim dingin. Mungkin wisatawan enggan jalan-jalan sambil kedinginan. Namun, di bulan Desember ini, harga tiket pesawat cenderung lebih murah.

Saya merasa mendapat dukungan penuh dari kondisi itu. Pertama, saya memang mengagendakan berlibur ke Jepang akhir tahun ini. Kedua, saya ingin melihat salju. Ketiga, harga tiket murah ini sangat membahagiakan. Hihihi…Tak apa tidak bisa menikmati keindahan bunga sakura yang legendaris itu. Toh, pasti ada banyak objek wisata yang tidak kalah menariknya di musim dingin.

Langkah selanjutnya, pesan tiket. Saya mengecek berbagai tawaran harga tiket di internet. Agen-agen penjualan tiket makin canggih menawarkan dagangannya. Semua berupaya memberikan pelayanan terbaik dan terlengkap. Setelah menelusuri satu per satu dengan sangat cermat, saya putuskan membeli tiket di Traveloka.

Mengapa saya memilih Traveloka? Pertama, tag iklannya menenangkan hati customer, “Traveloka dulu, liburan kemudian”. Kedua, kita leluasa memilih maskapai dengan harga tiket dan fasilitasnya cocok di kantong dan sesuai ekspektasi kita. Ketiga, waktu kami sekeluarga berlibur ke Bali beberapa tahun lalu, saya juga menggunakan jasa Traveloka untuk membeli tiket dan memesan penginapan. Pelayanannya memuaskan.

Berbekal tiga hal itu, saya mulai berselancar mencari tiket Jakarta - Sapporo yang sesuai dengan budget saya. Saya memilih Sapporo sebagai tujuan wisata pada akhir tahun ini. Mengapa bukan Tokyo,Osaka, atau Kyoto? Sapporo), ibu kota Hokkaido, adalah kota terbesar kelima di Jepang. Namun, kota ini tenang dan aman. Penduduknya sangat ramah dan lingkungannya pun teduh.


Beberapa tujuan utama yang akan saya kunjungi adalah Akarenga, yang artinya bangunan dari batu bata merah, yang merupakan pusat kegiatan pemerintah Kota Sapporo. Di seberang Akarenga, kita bisa mengunjungi Former Hokkaido Government Office, yaitu gedung pusat pemerintahan lama yang sekarang dijadikan museum. Oh ya, Historical Village dan Shiroi Koibito Park juga menjadi tujuan wisata kami.


Akarenga Sapporo (dok. hokkaido-asean.org)

historical village (dok.willflyforfood.net)

Shiroi Koibito Park (dok.wisatajepang.co.id)



Odori Park (dok.good-hokkaido.info)


Setiap tahun di Sapporo diadakan Festival Salju di Taman Oodori. Saat festival, kita tidak hanya bisa melihat manusia salju, tetapi juga patung salju menyerupai tokoh-tokoh terkenal dari berbagai franchise populer dunia seperti Star Wars dan Final Fantasy. Etapi, fest

Rencananya kami akan berangkat tanggal 26 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. Tentu saja saya tidak sendiri. Ada Paksu dan anak-anak yang ikut serta. Petualangan setelah menikah adalah petulangan berjamaah :D

Penerbangan ke Sapporo dari Jakarta tidak sebanyak penerbangan dari Jakarta ke Tokyo atau Osaka. Takapa, yang penting ada dan Traveloka tetap memberikan beragam pilihan mulai dari yang paling mahal hingga yang ekonomis.

Setelah dapat tiket, Paksu bertugas memesan hotel. Pesannya tetap di Traveloka karena ada banyak pilihan mulai hotel bintang lima sampai hotel melati. Kami memilih hotel melati sebagai tempat menginap supaya lebih hemat. Lagipula uangnya kan bisa dipakai untuk keliling Sapporo dan wisata kuliner. Dari referensi tepercaya, Sapporo terkenal dengan hidangan lautnya yang komplit dan sedaap.

Ada tiga hal penting yang harus dicermati saat akan berlibur ke Jepang, yaitu tiket pesawat, penginapan, dan transportasi selama di sana. Dari berbagai artikel liburan ke Jepang yang say abaca, transportasi di Jepang terhitung sangat mahal. Sekali jalan bisa menghabiskan sekian juta rupiah. Padahal itu sudah pakai kereta api. Apalagi naik taksi, bisa wow banget harganya.

Untuk itu, saya memilih menggunakan Japan Rail Pass. Japan Rail Pass adalah tiket transportasi khusus yang berlaku untuk Wisatawan dari luar negeri yang mengunjungi Jepang untuk berwisata. Ada beberapa macam Japan Rail Pass dengan kategori Green (seat lebih luas) dan Ordinary, dengan masa berlaku Japan Rail Pass mulai dari 7 Hari, 14 Hari, sampai 21 Hari.

dok.cekhargaindonesia.biz.id

Japan Rail Pass ini dipakai untuk :

1. Semua jenis shinkansen kecuali Nozomi dan Mizuho

2. Pemakaiannya unlimited selama tiket yang dibeli masih valid dengan jenis JR Pass yang dibeli

3. Bisa digunakan di beberapa bus dan ferry di kota tujuan.

Kami juga membeli Japan Rail Pass di Traveloka. Semua dilakukan dalam satu waktu tanpa buang waktu dan biaya. Traveloka untuk semua kebutuhan. Bener memang, Traveloka dulu, liburan kemudian.





Saturday, October 20, 2018

Anak Sulit Makan? Ini Solusinya


Bunda pernah mengalami ini?  Sudah capek-capek memasak ini itu, pakai acuan buku resep menu khusus anak pula. Eh, pas disuapi atau disajikan, anak menolak makan. Ada yang buka mulut, tapi saat makanan masuk, dikeluarkan lagi. Duh..duh…

Saya berulangkali mengalaminya. Waktu si sulung masih berusia 18 bulan, ia sangat mudah bosan pada jenis makanan. Baru makan 2-3 suap, sudah tidak mau makan lagi. Saya sempat bingung harus pakai metode apa agar ia mau makan. Gara-gara itu juga, dokter mengultimatum saya. “Kalau berat badan Lintang bulan depan tidak naik, Lintang harus diopname,”katanya. 

Waduh, saya makin bingung dan khawatir. Ibu mertua pun langsung turun tangan. Beliau mengambil alih memasak dan menyuapi Lintang. Alhamdulillah dengan resep-resep andalan ibu, berat badan Lintang naik dalam sebulan. Leganya  ia tidak perlu diopname. Sayangnya, sampai usianya remaja, Lintang tetap picky eater. Saya? Pasrah, hehehe…

www.siswiyantisugi.com
Arin doyan banget pepaya

Agar tidak terulang lagi pada si bungsu, saat ia mulai masuk tahap MPASI, saya mempraktikkan aneka tips dari berbagai artikel yang saya baca tentang membentuk pola makan teratur bagi anak. Berikut ini saya rangkum beberapa hal krusial yang menyebabkan anak sulit makan.

Mengapa Anak Sulit Makan?

  1. rasa makanan
Dari salah satu artikel yang saya baca, dijelaskan bahwa mulai usia 18 bulan, bayi sudah mengenal berbagai rasa. Karena itu, ia sudah bisa membedakan makanan bercita rasa yang cocok atau tidak di lidahnya. Oh, pantesan…Kalau pas makanannya ga berasa, Arin melepeh makanannya. Melepeh ini bahasa Indonesianya apa ya?

Jadi, sama seperti kita, memasak untuk anak-anak tidak bisa asal kasih gula dan garam saja. Pernahkah Bunda mencampur berbagai jenis makanan dalam satu wadah kemudian disajikan? Asumsinya, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui. Ternyata makanan campur-campur gitu bikin anak-anak merasa eneg.
  
       2. porsi makanan  

Porsi makanan yang terlalu banyak bisa membuat anak sulit diajak makan. Apalagi banyak orangtua berpikir bahwa menambahkan prosi makanan untuk anak bisa menambah gizi mereka. Menurut pakar gizi, Tuti Soenardi, kualitas gizi bukan ditentukan banyaknya porsi makanan, melainkan kandungan nutrisi yang ada pada makanan. Jadi, penting banget untuk orangtua mengetahui informasi gizi setiap makanan yang disajikan untuk anak-anaknya.

       3.       kondisi anak sebelum makan
 
Orangtua sebaiknya memperhatikan kondisi anak sebelum makan. Jika dalam kondisi lelah, anak bisa jadi tidak punya nafsu makan. Apalagi jika makanannya terlalu berminyak, ini akan membuat anak mual. Hal lain bisa juga karena makanan terlalu panas atau potongan makanan tak sesuai ukuran mulut anak.

Anak juga akan menolak makan apabila ia sudah mengudap camilan atau minum susu sebelum jam makannya. Kadang rengekan anak atau kebaikan hati anggota keluarga lain yang  memberinya cemilan membuat program disiplin membentuk pola makan terkendala. Dari beberapa sumber yang saya baca, selama camilan yang dimakannya bernutrisi baik, kita tidak perlu khawatir. Jadi, sebaiknya Bunda selalu sediakan camilan sehat di rumah.
  
beri jeda antara waktu cemilan dan makan berat (resepkoki.id)
  
Solusi untuk Anak Sulit Makan 

Untuk mengatasi anak yang sulit makan, ada beberapa solusi yang bisa diterapkan :
  1.  berikan makana n dengan porsi kecil
Kita bisa mencoba memberikan makanan kepada anak dalam porsi kecil. Ada anak yang bisa makan banyak dalam sekali waktu makan. Namun, anak-anak saya masuk dalam kelompok makan sedikit, tapi sering. Agar lebih antusias, sajikan pula dalam bentuk dan hiasan yang menarik. Oh ya, alangkah bagusnya jika alat makannya menarik juga.


     2. berikan motivasi

Ketika anak sedang makan, jangan lupa memberinya pujian. Namun, sebaiknya kita memuji bukan karena anak makan dalam jumlah banyak.  Katakan padanya, saat-saat makan bersamanya adalah saat yang menyenangkan. Dengan catatan, waktu anak sulit makan, kita nggak marah-marah ya,Bun.hehehe..

      3. sediakan 2 – 3 jenis makanan
 
Biasanya anak akan sangat senang dan bangga jika ia diizinkan memilih makanannya. Ia tentu akan lebih tertarik melahap makanan yang dipilihnya sendiri, bukan? Selain itu, sebaiknya kita memasak makanannya  dengan cara yang berbeda. 

Tidak harus setiap hari sih, cukup dua atau tiga kali seminggu. Selain dimasak dengan cara biasanya, kita bisa memasak nasi dengan cara ditim atau digoreng. Begitu pula dengan ikan, ayam, tempe, tahu, atau sayuran. Buah-buahan pun bisa disajikan dengan cara berbeda, bisa dijus, dipotong biasa, atau dicampur dalam puding.

Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Kesabaran dan kreativitas adalah kunci mengatasi masalah anak sulit makan. Good luck, Bunda.

Wednesday, October 10, 2018

Review Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Neo Study

www.siswiyantisugi.com


Internet of Things mempermudah hampir semua urusan kita. Salah satunya satunya kemudahan belajar bahasa Inggris. Sebagai pengajar, blogger, juga penulis buku, kemampuan berbahasa Inggris sangat perlu. Yah, minimal bisa memahami isi teks berbahasa Inggris. Lebih bagus lagi kalau bisa cas cis cus berbahasa Inggris.

Nah, untuk bisa meng-up grade kemampuan bahasa Inggris, saya merasa harus ikut kursus bahasa ini. Namun, waktu saya tidak banyak. Apalagi saya masih punya bayi. Jadi, apa yang harus saya lakukan? Kebetulan ada aplikasi bahasa Inggris baru, Neo Study. Yang membedakan Neo Study dengan aplikasi lain adalah adanya fitur voice recognition untuk belajar pronunciations dan sudah bersertifikat. Jadi, bukan aplikasi belajar bahasa Inggris abal-abal.

Saya mengunduhnya di Google Playstore. Aplikasi ini memang berbayar, tapi sebanding lah dengan materi yang disampaikan. Setelah mengunduhnya, kita akan masuk ke halaman pertama Neo Study. Ada pilihan placement test, study now, dan sign in. Tentu saja pilih Sign In lebih dulu. Setelah itu, kita akan masuk ke bagian Study Now. Ada dua bagian pembelajaran, A1 dan B2. Ada pilihan belajar sendiri (study) dan ada pilihan dibimbing pelatih (coach). Namun, saya tidak bisa masuk ke pilihan coach. Mungkin karena saya masih pakai edisi gratisan. Hehehe…

Fitur – Fitur Aplikasi Neo Study


Pelajaran pertama berisi tentang perjalanan wisata di Kota Paris. Yang menarik di pelajaran pertama itu, ada sesi listening kemudian sesi speaking. Pada sesi speaking, sistem meminta kita mengulangi kata-kata yang sudah diucapkan sebelumnya dengan tepat. Kita diberi kesempatan mengulang sebanyak dua kali. Jika dua kali tetap salah pengucapannya, pelajaran terhenti. Kita harus mulai dari awal lagi.


Pada pelajaran kedua, tetap listening, tapi lebih banyak materinya. Dimulai dari perkenalan nama dan asal negara. Setelah perkenalan selesai, kita diberi pertanyaan seputar materi perkenalan itu. Yang menarik, saat ditanyakan asal negaranya, yang ditampilkan adalah pilihan peta bukan nama Negara. Kalau tidak fokus menyimak dan tidak hapal peta dunia, nilainya bisa kecil. Di sesi ini, kesempatan memperbaiki jawaban juga dua kali. Setiap satu pertanyaan terjawab akan ada hasil nilainya.

Sesi selanjutnya adalah dialog. Dialognya pun hanya tentang nama dan asal Negara. Di sesi ini pun sama, ada tes yang harus dijawab seputar dialog. Kesempatan memperbaiki jawaban juga dua kali. Dialog selesai dilanjutkan pelajaran tentang jenis kelamin dan posisi, yaitu sebelah kanan dan kiri. Nanti ada pertanyaannya juga setelah materi itu.


Pronouncation juga ada di pelajaran kedua. Namanya sesi speaking. Kita harus bisa mengulangi setiap kata yang diucapkan dengan tepat. Ada dua kali kesempatan untuk memperbaiki pengucapan yang menurut sistem tidak pas.

Waktu sesi speaking ini, saya berkali-kali salah. Pelajaran pun terhenti. Saya harus kembali dari awal untuk mengulanginya. Saya tidak bisa kembali pada sesi tertentu saja. Ini agak merepotkan menurut saya. Oh ya, sesi dialog ada dua kali dan isinya sama. Seandainya tokoh-tokohnya berbeda, pasti lebih menarik.


Secara garis besar, aplikasi Neo Study ini mudah dioperasikan. Gambar-gambarnya menarik dan yang utama ada sesi speaking. Sesi ini sangat membantu saya melatih pengucapan kosa kata bahasa Inggris supaya lebih pede saat praktik secara lisan. Neo Study juga punya fasilitas tes bahasa Inggris gratis, caranya masuk ke myneo.space. Di link ini, ada placement test yang bisa kita ikuti. Isinya kumpulan soal listening dan mengisi bagian rumpang.

Aplikasi ini sangat membantu siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya, terutama para eksekutif. Dengan fasih berbahasa Inggris lisan dan tulisan, karier pasti melesat lebih cepat.





Friday, October 5, 2018

Brayy Makaroni, Braay!

www.siswiyantisugi.com

Siapa yang takkenal makaroni? Sejak dibawa Marcopolo keliling dunia, pasta khas Itali ini sekarang sudah sangat populer di Indonesia, termasuk Bandung tentu. Kenyal-kenyalnya makaroni membuat orang susah lupa. 

Makaroni biasanya diolah menjadi schotel atau menjadi bahan tambahan dalam sup. Ada juga yang merebusnya lebih dulu lalu mencampurnya dengan cabai bubuk atau bumbu gurih lain. Pengolahan makaroni yang dikukus atau direbus juga dilakukan di banyak negara, sebutlah di Finlandia, Swedia, bahkan di negeri asalnya, Italia, makaroni direbus dulu baru dinikmati.

Mungkin ide mengolah makaroni dengan digoreng hanya ada di Indonesia, khususnya di Bandung. Mungkin lho ya, besok lusa kalau ternyata ada yang menemukan tempat lain selain di Indonesia yang mengolah makaroni dengan cara langsung digoreng, kabari saya yaa...Penting banget hehehe...

Di Bandung, kita bisa menjumpai banyak sekali orang menjual makaroni goreng. Rasanya kriuk-kriuk ditambah bumbu-bumbu gurih, bikin kita ga bisa berhenti. Berbagai merek makaroni goreng dengan aneka kemasan mudah ditemukan di pasaran. Ada yang mengemas seadanya. Ada pula yang serius mendesain kemasan produknya sehingga menarik minat konsumen.

Salah satu produk cemilan makaroni kering dengan kemasan menarik, menurut saya, adalah Brayy Makaroni . Mereknya saja sudah mengundang kita untuk mencicipinya. Braay! panggilan untuk kawan-kawan akrab. Secara tersirat, produk ini memanggil kita untuk mengudapnya. Ini lho, ada makaroni, Braay!

www.siswiyantisugi.com
Brayy Makaroni Keju
www.siswiyantisugi.com
Brayy Makaroni Pedas Seblak

Kemasannya mengesankan pemilik produk sangat serius mendesain packagingnya. Bahannya antiair dengan warna kuning dan hitam yang elegan. Seandainya ada klip di bungkusnya, pasti akan lebih keren. Maksudnya, adanya klip supaya tidak mudah melempem setelah dibuka. Jadi, setelah digunting,bisa direkatkan lagi dengan klip. Tanpa harus disimpan di toples dan tidak perlu pakai karet setelah dibuka. 

Makaroni Braay mempunyai tiga varian rasa, yaitu pedas seblak, pedas bawang jeruk, dan keju. Pertimbangannya pasti agar Makaroni Braay bisa dinikmati oleh siapa pun termasuk mereka yang tidak suka pedas.

Saya memilih rasa pedas bawang jeruk sebagai pilihan pertama. Penasaran, ada rasa jeruknya nggak ya? Kriuuk..kriuuk..owh, maksud jeruk itu ternyata daun jeruk. Aroma daun jeruk lebih terasa ketimbang pedasnya. Adik saya doyan banget rasa bawang jeruk ini. Mungkin karena dia tidak terlalu suka pedas. Makaroni 110 gram ini habis dalam tempo sesingkat-singkatnya. Pas mau foto produk, eh isinya sudah habis hehehe...

Sebelum mencicipi makaroni kering rasa seblak, saya memilih yang rasa keju. Di gigitan pertama, gurihnya bubuk keju sudah terasa. Arin yang sedang mengeksplorai berbagai rasa melihat ibunya ngemil, minta juga. Hm..kalau sedikit, bolehlah, anggap aja kenalan, pikir saya. Saya kasih beberapa buah dan Arin suka. Nyam..nyam...kriuk..kriuuk...


www.siswiyantisugi.com

Giliran icip-icip makaroni pedas seblak, baru terasa deh pedasnya. Untuk saya penyuka pedas level sedang, habis makan makaroni pedas seblak, saya perlu minum barang seteguk dua teguk. Jadi, aktivis cemilan bisa pilih sesuai selera. Yang cuma perlu pedas di ujung lidah, bisa ambil Brayy Makaroni pedas bawang yang rasanya seger gurih pedas samar-samarjeruk. Penyuka pedas, bisa ngemil Brayy Makaroni pedas seblak. Hemat saya sih lebih oke kalau varian pedas ini ada level-levelnya. Penyuka cemilan gurih bebas pedas, bisa pilih Braay Makaroni rasa keju. Gurihnya pas, kejunya terasa.  

Awalnya saya kira harganya mahal karena kemasannya keren. Ternyata makaroni renyah bikin pengin nambah terus ini dibanderol Rp 15.000,00/ pcs. Cucok lah kalau begitu. Saya bisa belanja banyak untuk stok cemilan di rumah atau di perjalanan. 

Oh ya, ternyata ada penelitian yang mengungkapkan bahwa makaroni mengandung serotonin, hormon yang menimbulkan rasa bahagia setelah memakannya. Jadi, kalau ingin tersenyum lega dan selalu bahagia, coba deh makan makaroni tiga kali seminggu. Cucok banget, bisa pilih Brayy Makaroni untuk bahagia. eaaa...

Thursday, October 4, 2018

BRIncubator Menyiapkan UMKM Indonesia Siap Bersaing di Era Industri 4.0

Inkubator Bisnis

Saat saya masih kinyis-kinyis di awal usia 20an, saya pernah bergabung dengan pusat inkubator bisnis milik salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Bandung. Lembaga ini memberikan fasilitas dan pendampingan kepada anak-anak muda yang merintis usaha di berbagai bidang. Ada sekira sepuluh tenant di lembaga itu. Semuanya merintis usaha sesuai minat dan basic ilmu masing-masing.

Saya yang berkecimpung di bidang jurnalistik sejak semester pertama kuliah bergabung dengan kawan-kawan yang  merintis usaha di bidang media. Nama media kami Entrepreneur Indonesia (EI). EI merupakan majalah yang fokus di dunia usaha. Kami bahu-membahu belajar mengelola usaha. Harapannya, setelah lima tahun ada di lembaga ini, EI bisa mandiri dan melesat menjadi media yang diterima masyarakat Indonesia.

Sayang, majalah kami tidak bertahan lama. Kabarnya, ada majalah di Amerika dengan nama Entrepreneur  juga yang menggugat majalah EI. Atas nama HAKI, majalah Amerika itu menggugat EI sekian miliar rupiah. Tentu saja kami takpunya dana sebanyak itu. Akhirnya dengan sangat berat hati, kami angkat koper dari lembaga itu dan meneruskan perjalanan sendiri-sendiri.

Beberapa teman tetap konsisten menjadi entrepreneur. Mereka kini bisa berbangga hati menjadi pengusaha sukses. Seorang teman malah sukses menjadi pengusaha di bisnis media. Menurut para pengusaha ini, pusat incubator bisnis sangat berjasa bagi perjalanan usaha mereka. Begitu pula bagi saya.

Saat  PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. meluncurkan program inkubasi bisnis untuk UMKM dan mengundang blogger untuk meliputnya, saya sangat mengapresiasi undangan itu. Ini seperti napak tilas ke masa lalu. Pokoknya kalau ada label incubator bisnis, saya teringat masa muda. So sentimentil . . .

Launching BRIncubator

www.siswiyantisugi.com
Supriatna dan Rina dari RKB serta Bambang dari BRIncubator (dari kiri ke kanan)
Peluncuran BRIncubator tanggal 3 Oktober 2018 di Kota Bandung merupakan penyelenggaraan ketiga. Sebelumnya di Kota Solo, 28 September silam. Program inkubasi ini fokus kepada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion, dan kriya. Tujuannya agar UMKM yang dibina lebih terstruktur berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Tujuan BRIncubator  ini sejalan dengan derap industri 4.0 : Go Online; Go Digital.  Karena itu, pada peluncurannya, pihak BRIncubator juga mengajarkan cara menggunakan e-banking. E-banking ini merupakan salah satu upaya BRIncubator untuk membimbing pelaku UMKM agar menjadi UMKM unggulan yang well literate.  Artinya, pelaku UMKM diharapkan memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan. 
www.siswiyantisugi.com
produk e-banking BR

baca juga Pentingnya UKM Melek E-commerce

Secara umum, peserta BRIncubator adalah para pelaku usaha berusia sangat matang. Jadi, banyak yang masih merasa ribet kalau harus pakai e-banking, termasuk saat diminta menggunakan instagram untuk mempromosikan produknya. “Saya nggak sempat promosi di Instagram. Sudah sibuk banget ngurus produksi,”curhat Ibu Diva pemilik usaha makanan olahan daging,ikan, dan susu.

Ibu Diva adalah salah satu peserta dari 110 pelaku UMKM yang terpilih untuk ikut BRIncubator. Sebagian dari peserta ini adalah nasabah BRI. Namun, BRIncubator ini tidak eksklusif untuk nasabah BRI saja, tetapi terbuka untuk semua pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya dengan pendampingan dari BRIncubator.

Rumah Kreatif BUMN BRI Kota Bandung

Bagaimana caranya bergabung dengan BRIncubator? Caranya mudah saja. Pelaku UMKM di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi Sumedang, dan sekitarnya bisa menghubungi Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI Kota Bandung. Semua pelaku UMKM bisa mendaftar, baik pemula maupun yang usahanya sudah berjalan lama. RKB Bandung berlokasi di jalan Jurang No. 50, Pasteur Sukajadi, Kota Bandung. Nomor kontaknya 02282602848. Di sana, pelaku UMKM akan mendapat pelatihan, seminar, dan temu komunitas. Semuanya cuma-cuma.

Ketua RKB Bandung, Supriatna, menjelaskan ada 1200 pelaku UMKM yang terdaftar sejak berdiri bulan Juni 2017 lalu. BIdang usahanya antara lain craft, kuliner, fashion, dan kesehatan. RKB berharap bisa menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui berbagai pelatihan. Selain itu, di RKB, para pelaku UMKM bisa saling memperkenalkan produknya agar terbuka peluang kolaborasi di antara mereka.

Selama setahun berdiri, RKB sudah menyelenggarakan seratus sepuluh pelatihan. Pelatihan itu di antaranya adalah manajemen, pembukuan, pemasaran,dan  digital marketing, desain produk, dan peng emasan. Untuk pelatihan desain dan pengemasan produk, RKB bekerja sama dengan Fakultas Desain Komunikasi Visual, Unikom.  
UMKM kriya (craft ) binaan RKB Bandung

UMKM kriya (craft) binaan RKB Bandung 
Setelah pelatihan, anggota RKB akan diajak mengikuti berbagai pameran. 

Pameran terbaru yang akan diikuti Oktober ini adalah Trade Export Indonesia (TEI) di salah satu mall di Tangerang. Di sana anggota RKB Bandung akan mempraktikkan hasil pelatihan tentang materi ekspor-impor yang sudah diterima sebelumnya.



Meskipun pelatihannya tidak berbayar, RKB berharap anggotanya mempunyai komitmen kuat untuk mengembangkan usaha mereka. “Kalau mereka tidak punya komitmen, semua pelatihan yang diterima tidak ada gunanya,” jelas Supriatna.

Sebagai informasi, BRIncubator merupakan program pertama yang diluncurkan RKB milik BRI. 

Jadi, semua BUMN punya RKB, tapi baru RKB milik BRI yang meluncurkan program BRIncubator. Solo, Bandung, Makassar, Malang, dan Padang adalah lima kota yang menjadi pilot project BRIncubator. Ke depannya, program ini akan diperluas sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta dan kota di seluruh wilayah Indonesia. 

Hal yang tidak kalah penting adalah mekanisme pemilihan UMKM terbaik pada BRIncubator. Pada tahap akhir program BRIncubator,akan dipilih tiga puluh UMKM di program inkubasi dan program akselerasi. Selanju
tnya, tiga UMKM terbaik akan menerima hadiah berupa award untuk pengembangan usahanya. Ngatari, Pemimpin Wilayah BRI Bandung,  menyampaikan dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak untuk memajukan para pelaku UMKM Indonesia agar siap bersaing di kancah global pada era digital.