Monday, July 8, 2019

Impian dan Harapan Kesibukan Kehidupan


https://www.siswiyantisugi.com


"Hidupkan terus impian dan harapan karena itulah kesibukan kehidupan"

- Kahlil Gibran -


Quotes penyair asal Lebanon ini saya baca semasa duduk di bangku kuliah semester pertama. Quotes yang membuat saya berpikir bahwa hidup adalah kumpulan harapan dan impian yang satu per satu menunggu diwujudkan.

Impian dan Harapan 

Semangat mewujudkan impian dan harapan terasa menggebu di usia dewasa muda hingga usia saya memasuki kepala tiga. Entah karena terlalu sibuk dengan pekerjaan yang monoton entah karena lingkungan sekitar yang sudah nyaman dengan kondisi saat itu, saya sempat merasa impian dan harapan sudah selesai. 

Saat itu saya memang merasa semua yang saya impikan sudah saya raih. Bagi saya, parameter kesuksesan bukan materi, melainkan kepuasan hati. Saya mengecek satu per satu impian yang pernah saya catat dalam hati dan pikiran. Satu per satu impian sudah diwujudkan, menjadi jurnalis, dosen, dan penulis buku. Yah, meskipun kalau dalam parameter pencapaian karier, yang saya raih itu belum apa-apa. Minimal saya sudah pernah menjalani ketiganya. Hati saya sudah bahagia. Saya ucapkan selamat pada diri sendiri. Selamat! Abis ini ngapain? ujar saya dalam hati.

Pertanyaan itu cukup mengagetkan. Waktu itu saya memasuki usia kepala tiga. Saya mengingat-ingat kembali adakah impian yang belum diupayakan untuk diwujudkan? Aha! satu lagi. Saya belum mencoba seleksi beasiswa S-2 ke luar negeri. Saya ingin ke Jerman untuk melanjutkan belajar ilmu filsafat sekaligus berziarah ke makam filsuf favorit saya, Immanuel Kant.

Sayangnya, saya gagal pada tahapan kedua. Seharusnya saat itu, saya mencoba lagi di tahun berikutnya, tetapi kesibukan pekerjaan sebagai guru bimbel membuat saya dengan sangat terpaksa melepas keinginan mengikuti seleksi lagi dan mewujudkan impian mendapat beasiswa kuliah ke Jerman. Saya pun menghibur diri dengan fokus pada menulis buku-buku soal, belajar menulis dongeng, menulis blog, dan mengajar.

Impian dan Harapan di Ambang 40 


Pada awal tahun 2019, kegelisahan kembali menyapa saya. Saat itu saya mulai berpikir untuk melakukan sesuatu; menciptakan sesuatu. Apa itu? Setelah berdiskusi dengan teman baik, kami memutuskan berkolaborasi membentuk event organizer yang bergerak di dunia penulisan. Untuk itu, kami harus banyak belajar tentang cara menyelenggarakan berbagai kegiatan. Selain itu, saya sebagai individu juga harus mengasah skill manajerial dan negosiasi. 

Dua hal itu yang sedang saya pelajari saat ini. Selain membaca buku-buku seputar manajemen dan negosiasi, saya pun mulai tergerak untuk mengikuti workshop dengan tema ini. Saya berharap ilmu-ilmu baru ini bisa menjadi bekal bagi saya dan tim untuk mengembangkan event organizer yang sedang kami rintis. 

Yah, meskipun merintisnya di sela-sela kesibukan sebagai ibu, istri, dan pekerjaan yang lain. Saya yakin kekuatan impian dan harapan bisa menjadi energi amat besar yang mampu mengalahkan kelelahan dan kejenuhan ketika dalam perjalannya banyak hal tak terduga menjadi alangan dan rintangan. Yang penting terus berusaha, tetap bekerja, dan berdoa tanpa henti.










No comments:

Post a Comment