Friday, November 2, 2018

Jajan Sepuasnya di Pucuk Coolinary Festival


Tidak ada yang meragukan popularitas Kota Bandung sebagai kota kuliner. Apa pun bisa diolah menjadi kudapan atau hidangan lezat yang disukai berbagai kalangan. Kepopuleran itulah yang meyakinkan Teh Pucuk Harum menyelenggarakan festival kuliner besar-besaran di Kota Kembang. Besar-besaran karena diikuti 100+ tenant kuliner dari berbagai penjuru Kota Bandung.


Terik matahari menyengat Lapangan Pussenif di daerah Supratman,Bandung. Panasnya nggak usah ditanya, puanass banget. Mata spontan menyipit setiap memandang ke segala arah. Namun, semua itu tidak menyurutkan niat saya, teman-teman food blogger, dan masyarakat Kota Bandung lainnya berwisata kuliner.


Sabtu - Minggu ini, 27-28 Okt 2018, Pucuk Coolinery Festival digelar di Kota Bandung. Festival kuliner ini disebut-sebut sebagai festival kuliner terbesar yang pernah ada di Bandung. Ada 106 tenant yang sanggup memuaskan lidah para foodies.

Setelah opening ceremony oleh tarian daerah, para pemangku kepentingan menyampaikan sambutannya.  Rimbunan balon kemudian dilepas sebagai penanda dimulainya Pucuk Coolinary Festival (PCF) Bandung. Sayang, mereka takingin terbang tinggi, balon-balon itu turun lagi. Para pengunjung langsung menyambutnya dengan meriah. Seru, tapi crowded banget, hahaha..

Begitu pintu masuk dibuka, pengunjung berdesak-desakan ingin saling mendahului. Heran deh, kenapa nggak antre sih? Semua pasti kebagian. Ini kan baru dibuka. Tenant-tenant kuliner itu pun pasti masih fulltank jualannya. Revolusi mental yang masih belum kelihatan hasilnya, tradisi antre.

Pucuk Coolinary Festival yang digawangi brand Teh Pucuk Harum adalah festival kuliner pertama yang saya datangi. Saya pun sangat antusias. Terlebih mengetahui ada ratusan tenant yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Wah, saya sangat penasaran ada apa saja di dalam. Pembagian zona berdasarkan tiga rasa utama, yaitu manis, pedas, dan gurih membuat saya galau menentukan pilihan.
zona gurih di pintu masuk

Zona gurih menyambut pengunjung di pintu masuk. Yang bagus dari acara ini pintu keluar dan masuknya hanya satu. Jadi, pengawasan terhadap pengunjung lebih fokus. Ada yang menarik di pintu masuk. Petugas keamanan dengan cermat mengecek bawaan pengunjung. Takada yang diizinkan membawa makanan dan minuman dari luar. Karena itu, saya lihat berjejer botol air mineral di luar pintu masuk. Selain itu, ada makanan ringan yang terpaksa harus dititipkan pemiliknya kepada petugas. Alasannya tentu agar pengunjung bisa khusuk jajan di dalam. Betul apa betul? :)

Tenant pertama yang saya lihat adalah CFC di sebelah kanan dan Ayam Madu Cibangkong di sebelah kiri. Sebelum menjelajah Lapangan Pussenif, kami, foodie blogger, mengikuti konferensi pers di Tenda Media Centre. Dickie dari Pucuk Harum akan menyampaikan penjelasan seputar acara festival kuliner ini.

Menurut Dickie, Pucuk Coolinary Festival diselenggarakan bertujuan untuk memberi kesempatan pada banyak UMKM di bidang kuliner memperkenalkan dirinya pada khalayak. Saking antusiasnya UMKM kuliner di Bandung merespons acara ini, Teh Pucuk Harum sampai kewalahan. Karena keterbatasan tempat, terpaksa sebagian pendaftar takbisa mengikuti festival kuliner ini.

Apa sih yang membedakan PCF dengan festival kuliner sebelumnya? Seperti yang dijelaskan Dickie, PCF tidak hanya menyajikan berbagai jajanan populer di Bandung, tetapi juga mengadakan berbagai challenge yang bisa diikuti pengunjung dengan hadiah sangat menarik, yaitu satu unit NMax yang diundi setiap hari.

Kalau NMax untuk pengunjung, tenant pun dapat hadiah sebesar Rp 10juta jika terpilih sebagai tenant favorit pilihan pengunjung. Teh Pucuk Harum berharap hadiah itu bisa digunakan untuk mengembangkan usaha kuliner tenant bersangkutan.

Goyang Lidah di Zona Pedas

2 botol untuk 1porsi batagor gratis

Usai konferensi pers, kami pun menyebar ke tiga zona. Saya sempat singgah di zona pedas. Melihat-lihat semua tenant. Berkali-kali saya menelan ludah melihat aneka makanan yang disajikan di meja-meja tenant. Pengin coba, tapi ntar kepedesan.

Hanya beberapa tenant di zona pedas dipenuhi pengunjung. Sebagian besar masih tampak sepi. Saya singgah ke tenant Ayam Sawce dan Sate Taichan Buahbatu.

Ayam Sawce ini serupa mi titi dari Makassar. Bedanya, mi kering di Ayam Sawce sudah dicampur bubuk cabe. Toppingnya bermacam-macam. Salah satunya topping telur mata sapi.

Perut sudah minta diisi saat saya di zona pedas. Akhirnya setelah lihat sana-sini, pilihan jatuh ke Sate
Taichan Buahbatu. Saya pilih paket B. Isinya origini dan tiga tusuk sate. Harganya Rp 22.000,00.


Duo MC yang kompak hebohnya
kesibukan di tenant Ayam Sawce
mi kering ayam sawce topping telur mata sapi
Sambalnya pedes banget

Meskipun isinya dikit, tetep bikin kenyang. Waktunya hidangan penutup. Saya pun melanjutkan perjalanan menjelajah luasnya Lapangan Pussenif, menuju zona favorit; zona manis.

Lupakan Diet di Zona Manis

Lidah saya berdecak-decak dari satu tenant ke tenant lain. Saya bingung mau jajan yang mana dulu. Dengan bijaksana, halah, saya pilih jajanan yang belum pernah saya cicip sebelumnya. Apa itu? gelato. Sering baca tentang gelato, sering dengar teman menceritakan betapa enak dan lembutnya gelato, saya harus membuktikannya sendiri.

Let's Go Gelato adalah tenant gelato pertama yang saya lihat. Saya putuskan membeli satu scoop saja pakai cone, bukan cup. Biar nggak rugi, pikir saya. Cone-nya kan bisa dimakan.hehehe... Khusus PCF Bandung, Let's Go Gelato menyajikan tiga rasa spesial, yaitu Teh Pucuk Harum, Beng-Beng, dan Better. Mengapa tiga rasa itu? Menurut Teteh Pramusajinya, tiga rasa itu produknya Mayora. Oh, baiklah. 

Saya memilih gelato rasa milkyway. Saya kira rasa coklatnya terasa banget. Ternyata rasa susunya sangat dominan. Saya yang lebih menyukai kopi atau teh ketimbang susu memutuskan tidak menghabiskannya. Saat saya tawarkan pada Kang Afrizal, eh, dia pun sama. Gelato pun berpindah tangan ke teman blogger lain yang menyukai susu.




Petualangan rasa selanjutnya masih gelato. Saya beranjak ke tenant Morenos. Apakah semua gelato memang mempunyai rasa susu yang kuat? Itu yang ingin saya buktikan. Dari sumber yang saya baca, gelato sangat lembut di lidah. Let's Go Gelato memang lembut di lidah.

Di Morenos, saya memilih rasa tiramisu dan sirsak. Bagaimana rasanya? it's delicious...lidah saya sangat terkesan dengan rasanya. Rasa kopi susu dalam tiramisu uenak banget. Begitu pula dengan gelato sirsak. Saya seperti makan sirsak yang dihaluskan, manis menyegarkan. Thank you, Morenos. Kesan saya sebelumnya pada gelato rasa susu, musnah sudah.

Kebetulan setelah Morenos saya habis, di meja masih banyak makanan milik teman-teman. Semuanya mm..mengundang selera. Ada sushi, Roti John, batok isi sup buah, colenak, dan klapertaart basah dari Evieta Klapertaart. Ada pie juga. Kata pemilik pie world, pembuatan pie ini tanpa telur sama sekali. Rasanya? yummy...kejunya berasaa, apelnya juga.
aneka kudapan di meja kami









washtafel portable beserta tisunya

beberapa tenant di Zona Manis





Promo TCash

Di zona pedas, saya singgah di booth TCash dari Telkomsel. Iseng saya tanya gimana cara buka Tcash dan apa aja keuntungannya. Penjelasan dari SPG-nya berhasil membujuk saya membuka TCash Wallet saat itu juga.

Kalau dulu yang bisa buka TCash Wallet hanya pengguna kartu Telkomsel, sekarang pengguna kartu sim selain Telkomsel bisa buka TCash Wallet. Apa yang menarik saya hingga saya membuka TCash Wallet? Dengan TCash Wallet, nonton di CGV beli 1 gratis 1 hari Senin-Kamis. Lumayan kalau pas luang mau nonton bareng Paksu, bisa hemat :D

Selain dari CGV, pakai TCash tiap jajan di Pucuk Coolinary Festival bisa dapat cashback 50%. Nah, ini tidak kalah menarik. Saya pun ingin membuktikannya. Top up pertama Rp 50.000,00. Oh ya, kita bisa top up TCash di Alfamart, Indomaret, dan ATM. Top up di booth-nya langsung saat PCF juga bisa.

Nah, saya pikir saya bisa jajan 3-4 kali lah karena ada cashback 50%. Setelah top up, saya baca ulang tulisan cashback-nya. Olala...ternyata cashback up to 50%. Makanya pas saya jajan di beberap tenant, cashback yang saya terima beragam. Ada yang 5%, ada pula 10%. Sayang sekali belum beruntung dapat cashback 50%.Ah. lagi-lagi termakan bujuk rayu promosi. Tapi, takapa, lumayan juga lah, seribu dua ribu hehehe...

Epilog

Kesan pertama yang menyenangkan membuat saya kembali datang di hari kedua PCF. Kebetulan lokasi tempat saya mengajar sangat dekat dengan Lapangan Pussenif, cukup berjalan kaki. Sebetulnya alasan saya datang kembali karena ingin mencicipi menu di tenant Kampung Miun. Kemarin sayup-sayup saya dengar MC membahas Kampung Miun. Resto seafood ini masuk dalam wishlist saya. Sejak lama ingin ke sana, tapi belum sempat juga.

Pengunjung masih antusias memadati area PCF Bandung. Lagu-lagu yang sedang populer dan yang pernah populer di zamannya mengalun dari panggung. Saya menyusuri zona gurih dan pedas. Namun, tidak saya temukan Kampung Miun. Ya sudah, saya singgah lagi di Morenos. Menikmati satu scoop gelatonya yang nikmat lalu beranjak pulang.

Sukses PCF. Semoga kelak datang lagi dengan acara yang lebih meriah dan lebih banyak tenant. Semoga pengunjung pun lebih sadar kebersihan. Semoga di event selanjutnya pengunjung tidak membiarkan tisu yang sudah dipakainya bertebaran di meja. Saya menjumpai banyak kotak atau plastik bekas makan tergeletak begitu saja di meja padahal sudah ada tempat sampah yang mudah diakses.Untunglah ada tim kebersihan yang sigap membersihkan meja dan memungut sampah.





















































2 comments: