Saturday, January 25, 2020

Perempuan Bilang Begini Maksudnya Begitu

https://www.siswiyantisugi.com
pixabay.com

Narasi Perempuan 

"Cuma satu yang bisa menghilangkan perasaan salah saya. Abang kembali sama Sarah. Yang ada sekarang perasaan cinta yang hilang. Saya sangat marah sama Bang Doel," ujar Zaenab gusar.

Pernyataan Zaenab yang sangat emosional ini membuat saya mengira Zaenab benar - benar akan meninggalkan Doel meski ia sedang berbadan dua. Mulanya saya kira pernyataan Zaenab adalah petunjuk bagi penonton tentang siapa yang akhirnya dipilih Doel.

Setelah 1 jam 33 menit, kegusaran Zaenab ternyata bukan clue. Itu hanya ekspresi umum perempuan yang sedang menguji cinta lelakinya. Dan untuk kesekian kalinya ungkapan perempuan bilang begini, padahal maunya begitu, terbukti.

Narasi tentang Zaenab dan Doel di awal tulisan ini sekadar pengantar. Dalam relasi perempuan dan laki - laki, pasti sering dijumpai perempuan lebih banyak mengirim pesan tersirat ketimbang tersurat. Mereka ingin laki - laki memahaminya, tetapi pesan yang disampaikan berbeda dengan maksud sebenarnya. 

Ketika perempuan sedang marah, ia akan bilang, "Aku tidak marah." 
Ketika perempuan ingin ditemani, ia akan bilang, "Kamu pulang aja." Dan lain sebagainya.

Sulitnya memahami maksud perempuan membuat laki - laki menyimpulkan betapa rumitnya perempuan. Betapa sulit memahami tulang rusuknya ini. Sementara, laki -laki lebih lugas menyampaikan perasaan dan keinginannya. Kondisi itu sebenarnya sudah disampaikan Doel kepada Zaenab.
"Sudahlah..semua sudah selesai. Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi."

Yah, meski pasti saat mengatakan itu, Doel pun ada dalam kebimbangan, tetapi ia sudah memilih. Ternyata tidak sesimple yang saya duga. Ketika Zaenab meminta Doel kembali kepada Sarah lalu ia menelepon Sarah meminta Sarah membatalkan gugatannya, saya kira Zaenab sudah bulat pada putusannya untuk pergi. Ia akan memulai hidup baru bersama anaknya, berdua saja. 

Mulanya saya kira ekspresi Sarah yang galau bisa memengaruhi putusannya menggugat cerai Doel. Terlebih setelah pertemuan dengan Zaenab. Ternyata yang tampak di luar tidak sesederhana yang terjadi di batin masing -masing. Pergulatan batin tentang yang benar dan salah; tentang yang etis dan tidak; tentang yang realistis dan utopis.

Lepas dari apapun hasil pilihan Si Doel, yang saya catat dari sikap Zaenab adalah beginilah cerminan perempuan pada umumnya: berkata A, padahal hati kecilnya mengingkari itu.

Ini kebiasaan perempuan pada umumnya meski saya yakin tidak semua perempuan demikian.

Perempuan Harus Asertif

Apa yang harus dilakukan perempuan agar ia bisa menyampaikan pesan dengan tepat? Caranya adalah bersikap asertif. Apa itu asertif?

Asertif adalah kemampuan mengomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain dengan tetap menjaga dan menghargai hak - hak dan perasaan pihak lain.

Dalam konteks relasi perempuan dan laki - laki, kemampuan bersikap asertif ini membiasakan perempuan menyampaikan pikiran dan perasaannya dengan tepat. Maksudnya kalau dia marah, ya katakan ia marah tanpa harus berkata keras apalagi kasar. 

Kalau ia sedang ingin ditemani, kebiasaan bersikap asertif akan membuatnya menyampaikan apa yang diinginkan sehingga pasangannya tidak kebingungan.

Menjadi asertif bagi mereka yang terbiasa memendam perasaan memang tidak mudah. Butuh keberanian untuk mengubah kebiasaan memendam menjadi terbuka. Pasangan sebagai orang terdekat bisa mendukung penuh revolusi mental semacam ini. 

27 comments:

  1. itulah perempuan ya, kata suamiku kadang sulit untuk dimengerti, kalau bilang ya, jangan bilang ya tapi sebenarnya gak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal menurut kita, laki - laki juga kadang sulit dipahami ya,Mbak 😁

      Delete
  2. Gara-gara hal ini maka terbitlah buku Men From Mars and Women from Venus.
    Hampir semua wanita begitu bahkan wanita yang bisa ungkapkan keinginannya pun.
    Atau yang Mbak Sugi blhg assertif, ya?

    Saya termasuk yang selalu ungkapkan keinginan saya.
    Kalau ada masalah yang mengganjal saya langsung ungkapkan.
    Saya inginnya kamu begini, kamu begitu makanya setiap keributan kami selalu ketemu penyelesaian dengan cepat beberapa tahun kebelakang.
    tapi, tetep sebagai perempuan kadang kalau ngambek masih aja diem kadang juga kalau ingin sesuatu berharap suami menegrti bahasa bathin atau telepati, hahaha.

    Beruntung suami mulai faham :D

    ReplyDelete
  3. Hahaha samaa, kalo sudah bete banget, pilihannya diam.
    Syukurlah sudah makin kuat chemistry-nya ya,Mbak 😄

    ReplyDelete
  4. Ah, terkadang lelaki itu ga paham2 ya wkwkwkwk :D Jadi bingung mengungkapkan keinginan kita karean laki2 kadang pelupa atau kalau kita bawel malah dia jd bingung? Soalnya aku dibilang makin bawel sama suami hihihihi.

    ReplyDelete
  5. Setuju banget, ga pernah mudah. Apalagi orang kaya saya cenderung suka ngga jelas gitu apa maunya *sadar diri. Kadang suka nyesel sama apa yang dilakuin, kepengen berubah jadi yang bisa dimengerti tapi kadangan susahnya tuh yaa ngga bisa diungkap sama kata-kata huhu..

    ReplyDelete
  6. Ya begitulah perempuan yang penuh dengan misteri, intinya saling menghargai satu sama lain dengan kepribadiannya masing2. Apalagi aku yang Diam, hanya body languange yang kupunya hahhahaa orang2 terdekat bakalan paham.

    ReplyDelete
  7. Pernah nih saya ngobrol dengan boss perempuan tentang kebiasaan para perempuan berlaku asertif
    Dan kita sepakat
    Harus booming apa adanya dan jangan memendam karena orang lain ga tau apa yang ada dalam pikiran kita

    ReplyDelete
  8. Jadi berkaca pada diri sendiri :D
    Tapi itulah perempuan ya, selalu ingin dimengerti, hehehe.

    ReplyDelete
  9. Yes kadang perempuan memang kirim kode biar lelakinya paham, kadang kenyataannya pasangan enggak ngerti apa yang dimaksud. Pengennya apa, pas ditanya terserah atau enggak apa-apa. Padahal dalam hatinya bertolak belakangan. Memang benar ya perempuan perlu bersikap asertif.

    ReplyDelete
  10. Hihihihi begitulah perempuan ya teh, kalo si hubby bilang susah banget ditebaknya, kadang pas jawabannya terserah tu laki2 harus mikir keras artinya apa hihihihi

    ReplyDelete
  11. Aku merupakan org yg susah mengungkapkan perasaan. Tp setelah menikah aku hrs belajar menungkapkan perasaan demi kelangsungan hubungan 😊

    ReplyDelete
  12. Awalnya saya suka memendam perasaan, sampai jadi penyakit hehe, sekarang saya sedang belajar menyampaikan apa pikiran saya terutama ke pasangan

    ReplyDelete
  13. Lika liku dunia mars dan venus. Seru juga sih. Moga kalian pada aku sama pasangan masing2 ya. Makin bisa saing memahami

    ReplyDelete
  14. Dududud....emang sih perempuan maunya apa suka salah menanggapi akhirnya diam saja cape kadang neranginnya. Terkadang doi mungkin kura-kura dalam perahu kali yak

    ReplyDelete
  15. Hal nyebelin dari perempuan itu ga enakan dan ga berani berinisiatif memutuskan (ga semuanya sih). Makanya aku ga suka perempuan hahahha...

    Btw abis liat penyelesaiannya Si Doel ini aku kok kesel ya. Bukan karena tim itu tapi kesel sama kelakukan semua orang dewasanya hahaha

    ReplyDelete
  16. Aku sadar sih aku pun begitu. Sampai bisa kesal sendiri karena udah mendam. Lagi belajar buat nggak begitu lagi dan bisa lebih baik menyampaikan apa yang dirasakan tanpa pake kode-kode haha.

    ReplyDelete
  17. Xixixi bener banget ya. Tulisan ini mewakili juga perasaan saya. Ngena banget 🤣

    ReplyDelete
  18. Begitulah warna warni kehidupan. Tapi ya, daripada seringnya perempuan menuntut para kaum Adam mengerti dan memahami sinyal sinyal tersirat tadi, kenapa nggak perempuan sendiri belajar jadi asertif untuk memperbaiki pola komunikasi biar bisa saling terkoneksi.

    Suka sekali sama tulisan Mba.

    ReplyDelete
  19. sikap asertif memang perlu saat ini mengingat laki laki makin asyik ama gadgetnya hehe

    ReplyDelete
  20. Ketika menyaksikan filmnya, saya cukup geregetan dengan Zaenab yang ucapannnya cukup membingungkan. Ditambah tokoh si Doel yang diam melulu, jika diajak bicara. Ajakan yang penting untuk berkomunikasi secara asertif.

    ReplyDelete
  21. "Ini kebiasaan perempuan pada umumnya meski saya yakin tidak semua perempuan demikian."
    Saya setuju ini, sih. Dan sering geregetan kalau menjumpai perempuan yang bilang A, ternyata maunya Z. Hemmm..

    ReplyDelete
  22. Hehehe..kebanyakan perempuan memang seperti itu ya, Teh. Bilang A padahal maksudnya B.
    Untuk saya sendiri lebih memilih bicara apa adanya. Karena laki-laki harus ngerti maksud kita

    ReplyDelete
  23. Karena aku tipe perempuan yang nggak bisa dikodein, jadinya aku juga nggak mau ngirim kode untuk berkomunikasi (kecuali dalam keadaan tertentu). Wkwkwk. Jadilah kalau aku mau sesuatu atau keberatan dengan beberapa hal, aku langsung bilang ke suamiku.

    ReplyDelete
  24. Mars n venus utk saling memahami hrs lebih empati tak ada yg sulit meski berbeda kalau sdh saling memahami bakalan saling pengertian.. Hehe

    ReplyDelete
  25. Wah.. wanita diminta berubah menjadi asertif sampai dibilang adalah revolusi mental yah. Asertif anti baper yes? Hehe.

    ReplyDelete