Vaksin Hari Ini. Asa Baru Penanggulangan Covid-19

vaksin covid-19
unsplash.com

Pelaksanaan perdana pemberian vaksin hari ini menjadi harapan baru untuk memutus rantai penularan Covid-19. Kehadiran vaksin ini juga diharapkan meningkatkan ketahanan kita sebagai bangsa dalam hal kesehatan maupun sosial ekonomi.

Rabu (13/01/2020) pagi tadi Presiden Jokwi, Kapolri Idham Azis, Raffi Ahmad sebagai perwakilan anak muda, dan beberapa tokoh masyarakat menerima vaksin perdana. Setelah pemberian vaksin perdana hari ini, diharapkan distribusi vaksin berjalan lancar dan tepat sasaran.

Vaksin menjadi tumpuan harapan masyarakat Indonesia juga dunia untuk membantu menanggulangi Covid-19 dengan melandaikan kurva pertambahan kasus. Di samping upaya 3M yang terus digalakkan, vaksinasi menjadi bagian langkah penting intervensi dalam pandemi Covid-19. Pemberian kekebalan tubuh untuk melawan virus ini sudah diketahui manjur mengendalikan wabah yang terjadi di dunia.

Sekilas soal vaksin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan 2 sampai 3 juta jiwa terselamatkan setiap tahunnya di seluruh dunia berkat vaksin. Sejak Edwar Jenner menemukan vaksin cacar pada tahun1976,  beragam vaksin lain diproduksi dengan tujuan yang sama. Vaksin diproduksi untuk menyelamatkan manusia dari penyakit menular yang mematikan.

Seperti yang sudah kita ketahui, di dunia sudah banyak vaksin yang beredar dan terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa vaksin yang familiar di masyarakat, di antaranya adalah vaksin campak, polioi, rabies, hepatitis B, difteri, dan sebagainya. 

Salah satu kesuksesan vaksin yang paling besar adalah saat WHO berhasil menghapus cacar dengan cara memperluas cakupan vaksinasi cacar hingga ke seluruh dunia pada tahun 1956. Akhirnya pada tahun 1980, penyakit cacar dinyatakan berhasil dimusnahkan. Etapi gimana dengan kita yang pernah kena cacar semasa kecil ya? Mungkin musnah itu maksudnya cacar yang mematikan. Adanya vaksin cacar membuat kekebalan tubuh kita bisa mengatasi penyakitnya sehingga tidak berakibat pada kematian.

 Jadi, apa itu vaksin?

Vaksin merupakan bahan antigenik yang mampu membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Secara medis, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh berfungsi menstimulasi sistem imun tubuh untuk memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit. 
 
Selanjutnya, jika virus atau bakteri yang sama masuk kemabli ke dalam tubuh pada masa depan, tubuh sudah mengenali dan tahu cara melawannya. Hal itu disebabkan antibodi yang sudah dibentuk mampu menghancurkan virus atau bakteri tersebut bahkan sebelum menyebar dan menyebabkan infeksi.
 
Hari-hari belakangan ini, muncul banyak perdebatan di masyarakat tentang efek samping vaksin. Akibatnya, banyak orang ragu-ragu bahkan ada yang menolak divaksin. Pemberian vaksin memang mempunyai kemungkinan adanya efek samping. Kondisinya bisa seperti demam ringan, tidak nyaman, atau kemerahan/bengkak di lokasi bekas suntikan.
 
Namun, efek smaping yang berat sangat jarang terjadi. Penting untuk dicamkan dan dipahami masyarakat bahwa vaksni ini sudah dipastikan keamanan serta kevalidannya melalui uji klinis berlapis terlebih dahulu. Setelah masa uji klinis selesai dan hasilnya aman tepercaya untuk masyarakat, vaksin pun diedarkan di masyarakat.

Kekebalan Kelompok

Vaksin tidak hanya berfungsi melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

Apabila sebagian besar orang dalam suatu komunitas telah divaksinasi untuk melawan suatu pengakit, kemampuan patogen untuk menyebar pun semakin terbatas. 

Virus atau bakteri tidak bisa menginfeksi orang yang sudah divaksin. Oleh karena itu, ia pun tidak berpotensi menjadi pembawa virus atau carrier yang dapat menularkannya kepada orang lain.

Nah, mereka yang sudah divaksin ini akan mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity). Kekebalan kelompok  merupakan situasi dengan mayoritas masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu. 

Kondisi demikian menimbulkan dampak tidak langsung pada kelompok masyarakat lain yang bukan sasaran imunisasi penyakit terkait.

Kekebalan kelompok ini artinya orang-orang yang sudah divaksin ikut melindungi kelompok masyarakat yang bukan target vaksinasi karena penyakit kronis atau imumitas rendah.

Kekebalan kelompok terjadi jika mayoritas orang dalam suatu kelompok divaksinasi. Namun jika yang divaksinasi sedikit, peluang terjadi Kejadian Luar  Biasa (KLB) munculnya banyak kasus penularan baru menjadi lebih tinggi.

Vaksinasi kini menjadi harapan baru untuk menanggulangi Covid-19. Tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk mereka yang kita sayangi.

Selain itu, tentu ini menjadi asa untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi yang turut terdampak Covid-19.



No comments