5 Cara Foto Produk Makanan dengan HP
Perhatikan! Begini Cara Menyusui Bayi dengan Benar
Semua ibu yang baru saja melahirkan pasti merasakan perjuangan luar biasa menjalani masa belajar cara menyusui bayi dengan benar. Sebenernya sih bukan ibu baru saja, ibu yang sudah melahirkan sebelumnya lalu lebih dari lima tahun baru melahirkan lagi, biasanya mengalami masa 'repot' menyusui bayi.
Mengapa menyusui bayi tidak mudah? secara teknis, bayi tentu perlu penyesuaian mengenal lingkungan baru. Salah satunya mengenal posisi puting ibu agar bisa ia hisap dengan sempurna. Mengapa harus sempurna? Tentu saja agar bayi bisa cukup makan minum dari ASI.
Jadi, bagaimana sih cara menyusui bayi dengan benar? Yuk, simak caranya berikut ini.
Cara Menyusui Bayi dengan Benar
![]() |
- Posisikan diri ibu senyaman mungkin. Ibu bisa bersandar, menggunakan bantalan, atau memakai bangku kecil untuk menyangga kaki agar kaki tidak bergantung saat menyusui. Tempatkan pula barang-barang yang dibutuhkan sedekat mungkin dengan ibu agar mudah menjangkaunya saat perlu.
- Ibu memosisikan kepala bayi pada sepertiga atas lengan bawah di sisi payudara yang sama. Bayi berbaring miring menghadap ibu. Perut ibu menempel pada perut bayi. Dada ibu pun menempel pada dada bayi,wajahnya menghadap payudara ibu, serta hidung bayi menghadap puting.
- Sangga seluruh tubuh bayi dengan baik. Bila bayinya sangat kecil, ibu bisa menyangganya dengan satu lengan. Apabila bayinya besar, ibu bisa menyangga dengan dua lengan. Saya biasanya menggunakan bantal besar yang diletakkan di pangkuan supaya lengan ngga pegel saat menyangga bayi.
- Ketika satu lengan menyangga bayi, pegang payudara dengan tangan yang lain. Ibu jari di atas aerola atas, sedangkan empat jari lainnya menyangga payudara di bagian bawah. Tujuannya untuk mengangkat payudara dan puting mengarah ke atas.
- Dekatkan bayi ke ibu. Rangsang bayi agar membuka mulutnya dengan menyentuhkan puting pada bibirnya. Biasanya setelah lebih dari satu minggu, bayi akan refleks membuka mulut ketika sudah didekatkan pada puting.
- Ciri penting menyusui yang benar adalah puting hingga aerola masuk dalam mulut bayi. Dalam kondisi ini, makin banyak saluran ASI yang masuk dalam mulut bayi. Ujung puting berada pada langit-langit lunak bayi.
- Berbaring menyamping (side-lying)
- Posisi cradle
- Posisi lengan menyilang (cross arm position)
- Posisi di bawah lengan (under arm position)
- Dagu bayi menyentuh payudara ibu
- Mulut bayi terbuka lebar
- Aerola bagian bawah lebih banyak masuk ke mulut bayi ketimbang aerola bagian atas
- Bayi mengisap dengan pelan, berirama, dan tidak ada suara berdecak. Ini yang sangat penting. Ibu tidak merasa nyeri.
How to Choose Comfortable Sportswear
The pandemic isn't over yet. We still have to be vigilant. Although we have been vaccinated, we must stay healthy and fit. So, what should we do?
Yeah, right! We have to exercise routine. For your information, exercise every day makes the blood flow. But, make sure, your exercise not excessively.
To get used to exercising every day, we can do moderate-intensity exercise. According to the American College of Sports Medicine (ACSM), we can wear a heart rate monitor or fitness tracker to help you determine if you do moderate-intensity exercise.
![]() |
| dok.lover-beauty.com |
Moderate exercise can include activities like
- walking
- raking leaves
- water aerobics
- swimming laps
- bicycling
- dancing fast
Which one have you done every day?
The important thing is sometimes we don't care about what we wear when we do exercise.
For the best result, good for you to wear sportswear that suits your body. We can choose butt lifter shapewear.
![]() |
| dok. https://www.lover-beauty.com/butt-lifters/ |
Why butt lifter shapewear?
It works to minimize tummy and give a good front silhouette. You can wear any clothes for any events.
One of the goals of exercising is to have a beautiful body shape, right? Butt lifter shapewear can support your effort to reach those goals.
![]() |
| https://www.lover-beauty.com/sportswear/ |
What kind of sportswear can we wear for exercise? Let's dive in.
1. a sports bra that has minimal shocks. We need a supportive and comfort bra which can improve ours overall workout experience.
2. tank top to move more freely
3. comfortable shirt
4. stretchy leggings
5. The material absorbs sweat
6. adjust to the type of sport that is done
So, that's the wholesale sportswear to suggest you. Hope with that sportswear, your passion to exercise will.
Biaya Dokter THT di Purwodadi yang Relatif Terjangkau
Berapa biaya dokter THT di Purwodadi? Biasanya biaya periksa di dokter THT itu mahal. Biaya konsultasinya saja minimal Rp 150 ribu. Itu untuk dokter THT yang belum populer. Bagaimana dengan dokter THT yang sudah sangat populer di suatu wilayah?
![]() |
| biaya dokter THT di Purwodadi (dok.pixtastock.com) |
Biaya periksa dokter THT di Purwodadi bisa menjadi referensi untuk masyarakat Purwodadi dan sekitarnya. Dokter THT termasuk dokter spesialis maka biayanya rata-rata mahal . Namun, tetap saja biaya periksa dokter THT di Purwodadi ada yang memasang tarif terjangkau.
Biaya Dokter THT di Purwodadi
- Terjadi penyumbatan parah pada hidung sampai kesulitan bernapas
- Berkurangnya kepekaan penciuman
- Telinga berdengung terus menerus dan terasa perih
- Berkurangnya ketajaman pendengaran
- Kesulitan menelan dan terasa perih di tenggorokan
- Perih di wilayah telinga, hidung, dan tenggorokan sehingga mengusik kegiatan sehari-hari.
- BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry)
- Bedah THT
- Ekstraksi Korpus Alienum THT
- Foto Rontgen THT
- Konsultasi THT
- Tes Pendengaran
Cerita tentang Kebiasaan Menunda, Bagaimana Menghentikannya? Cek Tips Berikut!
Untuk kesekian kalinya, saya merutuki diri sendiri akibat kebiasaan menunda yang sangat akut. Biasanya saya mengerjakan tulisan beberapa jam sebelum batas waktu berakhir. Khusus untuk tugas akhir Danone Digital Akademi 2021, saya bertekad serius, fokus, dan sungguh-sungguh.
Sayangnya tekad itu tenggelam begitu saja. Saya tetap seperti biasanya. Memikirkan alur tulisan di dunia ide. Memikirkannya terus, terus, terus hingga batas waktu posting tulisan semakin dekat.
Mentor Danone Digital Academy memberi kami waktu selama 3 hari untuk menyusun tulisan berdasarkan materi yang disampaikan selama 3 hari kegiatan Danone Digital Academy (DDA) 2021. Materinya pepak banget. Yang paling rumit SDGS dan konsep ekonomi sirkular. Dua kelas ini menjadi pembuka kelas DDA 2021.
Saya kebetulan berhalangan hadir di kelas saat dua materi rumit itu dipresentasikan. Alhasil, saya mulai menata konsentrasi di materi ketiga hari pertama. Judul materi yang disampaikan narasumbernya Temukan Tema Menarik buat Konten Kamu. Terjemahan kasarnya begitu.
Menurut saya yang kreativitasnya pas-pasan, materi ketiga ini juga susah. Apalagi waktu harus bikin konten tentang dua materi sebelumnya.
Meski ngga ikut 100% di dua materi itu, saya tetap tahu pokok-pokok bahasannya. Inilah untungnya rajin baca koran dan nonton berita.huehehe..
Jadilah saya mengusulkan tema peduli lingkungan berawal dari rumah. Meskipun saat itu saya masih tergagap-gagap dengan jalannya acara, saya berusaha keras untuk tune in dengan semua keterbatasan info yang saya terima.
Hasilnya? Apa adanya, seadanya. Waktu Bagas bahas Raisa minum Aqua sehingga sehat dan bugar terus, saya jadi ingat suaminya Raisa yang mungutin sampah di depan minimarket. Konten saya bisa menarik kalo saya pilih angle utamanya si Hamish.
Storyline-nya Hamish sejak kecil (pasti) dibiasakan buang sampah pada tempatnya. Jadi, setelah dewasa, dia gemes lihat sampah-sampah berserakan. Bawaannya pengin beresin trus buang ke tempat sampah.
Sayangnya ide itu telat datang. Saya sudah ngumpul tugas konten dengan Nadia Sparkes, si gadis kecil pemungut sampah. Meski Nadia ini mendunia, tetep aja di negeri ini Raisa-Hamish paling menarik perhatian. Tul ngga? :D
Tugas-tugas medsos pun isinya infografis. Saya buntu. Bikin apa ya? Lihat hasil kerja temen-temen jadi jiper. Akhirnya setelah telat dua hari, saya bikin infografis dengan rangkaian gambar yang pernah saya bayangkan sebelumnya.
Hasilnya? Menurut seorang teman, saya harus lebih rajin belajar. Beklaaah...Eh, abis itu, ngga ada tugas lagi, saya malah ngga bikin apa-apa. Mager banget, scroll explore IG. Astaghfirullah...Kapan naik kelas kalo begini.
Baca juga gimana caranya bahagia? Syukuri hidupmu dengan merayakan kehidupan
Kembali ke bahasan tugas akhir. Akhirnya setelah seabreg hambatan, saya menemukan alur secara sayup-sayup. Paragraf pembuka masih gamang. Ini kesannya fiksi, tapi sebenarnya eksposisi.
Jadilah saya menuliskan kembali pengalaman semasa hamil di tugas akhir. Ditambah satu pengalaman sekilas teman SMP dan pengalaman nyata istri dubes Prancis. Khusus pengalaman nyata istri Dubes Prancis ini saya dapat dari cerita Eyang NH.Dini (alm) saat kami bersua tahun 2016 silam.
Sayangnya karena artikel ditulis mepet deadline, hasilnya pasti tidak maksimal. Memang sih, ada yang bisa nulis keren meski dikejar waktu. Saya ternyata tidak bisa begitu.
Artikel ini menurut saya tidak greget. Pengantarnya memang menarik karena berupa berupa kisahan. Judulnya Ibu, Jaga Anakmu, Jaga Kesehatan Mentalmu. Namun, tujuan penulisannya tidak lengkap. Saya tidak berhasil menyampaikan pembahasan tentang pentingnya kesehatan mental bagi ibu hamil
Data yang saya tulis masih sangat umum. Infografisnya pun garing abis alias sangat standar. Dengan hasil kerja demikian, saya harus tahu diri tidak boleh muluk-muluk. Jadi juara? Oh, please..Lain kali musti bikin tulisan yang lebih bagus supaya layak berharap jadi juara :D
Sebenernya ini kegagalan yang kesekian, tetapi saya merasa sangat kecewa pada diri sendiri. Jarang-jarang lho saya begini. Biasanya ya sudahlah..Besok diulang lagi. Eh, maksudnya diperbaiki. Kenapa sangat kecewa? Karena ternyata menjadi peserta Danone Digital Academy 2021 sangat prestisius.
Kami yang 50 blogger dan vlogger ini terpilih dari 1000 orang yang mendaftar. Bagi saya ini kesempatan emas untuk bersungguh-sungguh menulis.
Bukan hanya ini ajang prestisius, melainkan juga saya paham tema yang saya tulis. Selain itu, tulisan saya dibaca para juri yang mumpuni dengan background masing-masing.
Seleksi macam ini mengingatkan saya pada zaman ikut Tes CPNS 2012 silam. Saya termasuk 100 orang yang lolos seleksi administrasi Tes CPNS Komisi Yudisial RI. Kabarnya peserta yang mendaftar lebih dari 1000.
Hati saat itu berbunga-bunga. Bunganya layu ketika skor Tes Kemampuan Dasar saya terlempar dari 50 besar. Penyebabnya? Jelas, menunda-nunda mengerjakan latihan soal. Begitulah..
Kebiasaan buruk ini harus diubah, diperbaiki hingga tak melekat lagi. Di usia segini, tentu itu bukan hal mudah. Tapi apa sih yang ngga bisa kalau kita berusaha?
Demi kualitas hidup yang lebih benar, saya menelusuri bagaimana caranya memanajemen waktu dan konsentrasi? Hasil penelusuran itu saya tulis ulang di sini ya :)
3 Langkah Atasi Kebiasaan Menunda
1. Jauhkan sumber distraksi
Media sosial, media streaming, ngobrol di Whatsapp, dan sumber distraksi lain adalah penyebab menurunnya produktivitas kita. Saya ngalamin banget nih. Ketika sedang menulis, ada notif pesan masuk di WA. Cek WA, balas pesan lanjut cek pesan lain, terus begitu. Tiga puluh menit berlalu tak terasa. Belum lagi kalo pas scroll Instagram, cek Twitter, atau mampir ke marketplace. Tau-tau ide tulisan menguap, waktu abis. Ya udah, writerblock datang. Konyol banget deh..
2. Gunakan teknik podomoro
Saya pertama baca teknik podomoro di Pinterest sekian tahun lalu. Baru bener-bener dipraktikkan akhir-akhir ini. Cara kerja teknik ini adalah mengatur waktu kerja selama 25 menit lalu istirahat 5 menit lanjut kerja lagi 25 menit. Lakukan teknik ini sebanyak 4 sesi. Jadi 25x4 = 100 menit fokus kerja dengan selingan istirahat 5 menit setiap 25 menit.
Fungsi teknik podomoro untuk memberi sesi-sesi pada pekerjaan kita. Pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tahap pekerjaan yang akan kita selesaikan. Lebih oke kalo kita pasang alarm untuk setiap 25 menit. Pas break, strict 5 menit ngga boleh bablas lho yaa :D
3. Formula 4 Kuadran
Formula 4 kuadran ini pernah saya baca di bukunya salah satu anchor Metro TV, Prabu Revolusi. Sekarang dia sudah pindah ke CNN Indonesia.
---
Buat kaum 'tar sok' alias penunda akut seperti saya bisa mencoba tiga langkah ini. Memang sih ngga sesimple teorinya, tapi kalo sungguh-sungguh dikerjain, in sya Allah pasti bisa.
Distraksi memang mengacaukan fokus. Formula kuadran menjadi solusi mengatasi distraksi. Saya masih di fase merangkak dalam mempraktikkan formula kuadran ini. Yang pasti sih ala bisa karena biasa. Good luck untuk kita semua :)






